Berkah kepergian sang bintang inipun diterima para koleganya selama di Real Madrid. Tak terkecuali, bagi pemain satu ini, Isco Jadi Jagoan Bola Mati.

Isco sudah tersingkir di starting eleven Real Madrid. Ia kini lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan dibandingkan berlaga di atas lapangan.  Saat ini, pelatih Los Blancos, Santiago Solari lebih memilih pemain lainnya.

Melihat hal itu, eks penggawa Madrid, Ruben de La Red angkat bicara. Menurutnya, persaingan untuk menjadi sebelas pemain di skuad Madrid begitu berat. Karakteristik pelatih dan skema permainan juga menjadi penentu apakah si pemain akan tetap jadi pilihan atau tidak.

Mengomentari kasus Isco, ia beranggapan pemain harus sedikit bersabar, karena pelatih memang harus memilih. Sampai akhirnya, si pemain mendapat giliran untuk bermain.

Tangisan Adik, Bikin “Operasi” Pencarian Emelio Sala Berlanjut dan Sukses!!

Semua pemain Real Madrid punya kualitas bagus. Namun, persaingan di dalam tim juga tidak main-main. Siapa pun yang memberikan performa buruk, siap-siap tersingkir oleh yang lain,” katanya dikutip dari Marca.

“Isco harus sadar bahwa tim seperti Madrid tidak pernah menunggu satu pemain untuk bangkit.,” sambungnya.

Tak butuh waktu lama, Isco pun merespon komentar De la Red, “Aku setuju atas apa yang disampaikan De la Red. Namun, masalahnya aku tidak pernah mendapat kesempatan yang sama seperti pemai lain. Walaupun aku memang bekerja keras untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari pelatih,” ucap Isco.

Hebat, Cuma Orang Ini yang Berani Memarahi Messi

Saat ini, Real Madrid berada di bawah Barca dan Atletico. Dan pada el clasico Madrid berhasil menahan imbang Barca di Camp Nou.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here