priyo

2084 POSTS 0 COMMENTS

Terbuang Dari Arsenal, Granit Xhaka Merapat ke AC Milan

0

Perjalanan karier Granit Xhaka di Arsenal, nampaknya sudah mendekati lembaran terakhir. Xhaka dipinggirkan dari skuat Arsenal setelah terlibat perselisihan dengan suporter.

Semenjak berselisih dengan pendukung setia Arsenal, Xhaka tercatat sudah absen dalam empat pertandingan terakhir The Gunners di semua kompetisi.

Tidak hanya itu, Insiden tersebut juga membuat Xhaka kehilangan jabatannya sebagai kapten Arsenal. Ban kapten kini diserahkan kepada Pierre-Emerick Aubameyang.

Atas semua rentetan peristiwa tak menyenangkan tersebut, membuat Xhaka disebut-sebut bakal dilepas Arsenal pada bursa transfer Januari nanti. Xhaka sendiri sebenarnya masih terikat kontrak dengan Arsenal sampai 2023.

Dilansir Football Italia, situasi yang dialami Xhaxa kabarnya tidak luput dari perhatian AC Milan. Rumor berkembang, AC Milan menjadi klub yang kini mencoba mendekati Xhaka.

Laporan yang sama menambahkan, kabar Xhaxa bakal merapat ke AC Milan, semakin kencang lantaran pemain asal Swiss itu gosipnya sudah mulai mencari rumah di kota mode itu.

Jika memang Xhaxa merapat ke AC Milan, dirinya bakal bereuni dengan CEO Milan, Ivan Gazidis. Bagi Xhaka, Gazidis bukan orang asing. Gazidis masih jadi salah satu petinggi Arsenal saat Xhaka direkrut pada musim panas 2016.

Leicester City Siap Bikin Persaingan di Papan Atas Liga Inggris Lebih Panas!!

0

Semenjak secara mengejutkan juara Liga Inggris musim 2015/2016, Leicester City kembali ke “habitat” awalnya sebagai tim semenjana. Namun musim ini Leicester City kembali tampil mengejutkan.

Setelah Liga Inggris berjalan 12 pekan, Leicester bertengger di peringkat kedua klasemen Liga Inggris dengan 26 poin. Dari Liverpool yang ada di puncak, mereka memang tertinggal delapan angka.

Situasi tersebut tentu membuat banyak tim yang sebelumnya diunggulkan, seperti Machester City, Arsenal, Tottenham Hotspur hingga Manchester United, menjadi was-was.

Dilansir Mirror, Winger Leicester Demarai Gray yakin para rival di Liga Inggris, saat ini ketar-ketir dengan performa The Foxes. Pemain 23 tahun itu juga percaya jika Leicester bisa terus memberikan tekanan kepada Liverpool.

“Kami punya kualitas untuk mengalahkan tim mana pun. Ini cuma soal mentalitas dan say akira Anda bisa melihat semangatnya,” ucap Gray.

“Karakter yang kami punya di tim ketika kami bersama-sama dan mengerjakannya, kami adalah tim tangguh baik di kandang maupun tandang.”

“Saya kira sekarang semua akan takut kepada kami. Kami hanya ingin menegaskannya dan memberi tim lain kesan bahwa menghadapi kami tidak akan pernah mudah,” katanya

Sebagai info, sejauh ini, Leicester City baru kalah dua kali dan mencatat delapan kemenangan.

Di antara delapan hasil maksimal tersebut, terdapat kemenangan atas Arsenal dan Tottenham Hotspur. Jamie Vardy dkk juga sempat menghajar Southampton 9-0 di pekan ke-10.

Sambut Masa Pensiun, David Villa Jadi Pemilik Klub Sepakbola di Amerika Serikat

0

Menjadi pemilik klub, saat ini seakan menjadi investasi menarik para pesepakbola profesional, yang sudah memasuki masa pensiun. Hal inilah yang saat ini dilakukan oleh David Villa.

David Villa sendiri kini masih bermain untuk klub J-League, Vissel Kobe, bersama Andres Iniesta. Sebelum bermain di Jepang, David Villa juga sempat berkarier di AS. Ia sempat berseragam New York City dan berlaga di Melbourne City.

Penyerang yang mengantar Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 itu sudah mengindikasikan akan pensiun di akhir musim ini.

Nah memasuki masa pensiunnya tersebut, Villa dikabarkan siap melanjutkan karier sebagai pemilik klub sepakbola di Amerika Serikat.

Dilansir BBC, David Villa akan menjadi pemilik klub di USL Championship atau divisi dua AS, Queensboro FC. Klub itu rencananya akan mulai berlaga mulai 2021.

“Queens selalu menunjukkan cinta kepada saya dan keluarga saya saat kami berada di New York. Ini mimpi untuk membangun klub kejuaraan USL pro di dunia, Boro,” cuit David Villa di Twitter memberi pengumuman.

David Villa tidak sendirian memimpin klub yang berbasis di New York itu. Ia juga menerapkan kepemilikan bersama dengan pengusaha New York, Jonathan Krane, yang juga kepala eksekutif perusahaan manajemen aset KraneShares.

Langkah David Villa ini bisa dibilang mengikuti jejak Beckham. Sebelumnya eks pemain Manchester United, Real Madrid, AC Milan, dan Paris Saint-Germain itu juga membangun klub yang akan berlaga di Major League Soccer, Inter Miami CF.

Kisah Frustasi Morata Bersama Chelsea!!!

0
Alvaro Morata

Pada suatu masa Alvaro Morata pernah mencoba peruntungannya dengan berkarier di Liga Inggris. Morata meninggalkan Real Madrid dan gabung Chelsea pada musim panas 2017.

Striker internasional Spanyol itu ditransfer seharga 60 juta pound sterling, yang menjadikannya sebagai rekrutan termahal Chelsea.

Sempat tampil oke dengan mengemas 11 gol di musim perdananya d Liga Inggris, Morata kemudian melempem. Namun Morata tidak patah arang, ia tetap memutus berkarier di Chelsea.

Sayang, keputusan Morata untuk menjalani musim kedua bersama Chelsea terbilang salah. Pasalnya di musim keduanya, Morata cuma bikin lima gol dalam 16 kali penampilan bersama The Blues di liga.

Dilansir Marca, Morata bercerita tentang menderitakan masa-masa sulitnya di Chelsea. Morata juga bertutur, jika tekanan yang dirasakan di Inggris membuat dirinya, tak lagi menikmati sepakbola.

“Saya bahagia di Atletico, saya sempat berhenti menikmati sepakbola dan sekarang saya senang,” ujar Morata.

“Orang-orang yang bekerja di klub, teman-teman setim saya… tapi saya tidak percaya kepada diri saya sendiri (di Chelsea).”

“Di Inggris, saya merasa ketika gagal memaksimalkan peluang, teman-teman setim saya akan melihat saya seolah saya tidak akan melakukan sesuatu yang bagus,” ucapnya bercerita.

“Saya bilang kepada istri saya kalau kami akan pergi sejauh mungkin di Januari karena saya tidak bisa mengatasi tekanan ini,” lanjut Morata.

“Atletico datang, saya dapat enam atau tujuh tawaran besar, dan Chelsea ingin saya bertahan, tapi saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sudah saya inginkan selama beberapa musim panas,” katanya.

Dalam prosesnya, Januari 2019, Morata akhirnya meninggalkan Chelsea dan gabung Atletico Madrid. Bersama Atletico, mantan pemain Juventus itu menemukan kembali ketajamannya.

Setelah bikin enam gol di paruh kedua musim 2018/2019, Morata kini sudah menghasilkan tujuh gol di semua kompetisi musim 2019/2020 bersama Atletico.

Tak Cuma Menyerang, Bek Liverpool Juga Ingin Dikenal Karena Jago Bertahan

0

Performa Liverpool yang sedang mendominasi Liga Inggris, serta tampil ok di kompetisi Eropa dalam beberapa musim ke belakang, tentu menjadi buah dari kerja keras seluruh anggota tim.

Selain trio lini depan (Salah, Firmino dan Mane) yang konsisten, Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold juga dinilai jadi salah satu kekuatan besar Liverpool. Keduanya banyak berkontribusi menciptakan peluang dan gol-gol.

Merujuk catatan Sky Sport keduanya sejak awal musim 2018/2019 lalu sudah membukukan 30 assist di Liga Inggris. Pada musim lalu, Alexander-Arnold mencatatkan 12 assist sementara Robertson punya 11 assist.

Jika menghitung total peranan dalam terciptanya gol Liverpool sejak musim lalu hingga saat ini, Alexander-Arnold berkontribusi dalam terciptanya 17 gol. Bagaimana dengan Robertson? Bek internasional Skotlandia ini berperan langsung dalam 16 gol tim.

Namun layaknya pemain belakang, Robertson menilai kontribusi mereka lebih dari sekadar menambah dimensi serangan. Ia merasa performa mereka saat bertahan juga oke.

“Saya dan Trent punya catatan bagus musim lalu dalam hal kontribusi terhadap gol-gol dan seputar itu, tapi sebenarnya lebih dari itu. Secara pertahanan kami juga sangat bagus dan musim ini kami mencoba melakukan hal serupa,” ungkap Robertson dikutip Sky Sports.

“Kami cuma mencoba menghasilkan standar tinggi di tiap pertandingannya, memang tidak selalu memungkinkan. Trent baru 21 tahun dan dia menampilkan performa yang luar biasa dan semoga bisa menjaga itu.”

“Semoga tim bisa menjaga performa ini karena kami tampil baik sejauh ini dan ada kepercayaan diri di ruang ganti,” tambahnya.

Sebagai info, musim lalu Robertson punya rata-rata 2,2 tekel/laga; juga 0,8 intersepsi; dan 1,3 sapuan di liga. Sedang Alexander-Arnold mencatatkan 2,1 tekel/laga, plus 1,2 intersepsi, dan 2,1 sapuan.

Catatan itu berupaya minimal dipertahankan di musim ini dan terlihat menjanjikan. Roberton saat ini punya rata-rata 1,7 tekel; 1,5 intersepsi; dan dua sapuan per pertandingan. Sementara Alexander-Arnold mengukir 1,3 tekel; 1,7 intersepsi; serta 2,4 aksi menyapu bola tiap pertandingan.

Keren, Semua Pemain Peraih Gelar Eropa Bersama Barcelona, di Gaji Seumur Hidup

0

Barcelona tampaknya tahu benar menghargai jasa-jasa para penggawanya, terutama bagi para pemain yang pernah mempersembahkan gelar juara di kompetisi Eropa bagi klub asal Spanyol itu.

Dilansir Marca, Barcelona memiliki kebijakan untuk menjamin kesejahteraan pemain-pemainnya yang pernah memenangi kompetisi Eropa. Mereka mendapatkan gaji seumur hidup.

Laporan yang sama menyebutkan, fakta tersebut diungkapkan oleh mantan pemain Barcelona, Juan Carlos Heredia.

Eks pemain yang kini berusia 67 tahun itu bermain bersama Johan Cruyff di era 70an, dan membantu Blaugrana memenangi Copa del Rey dan Piala Winners.

Heredia mengatakan bahwa jaminan gaji seumur hidup dilontarkan oleh mantan Presiden Barcelona Joan Laporta pada 2009. Kebijakan itu berlangsung sampai sekarang.

“Ketika Barcelona memenangi final Liga Champions di Roma melawan Manchester United dengan sebuah gol dari [Lionel] Messi, presiden klub mengumumkan bahwa semua pemain yang pernah menjuarai kompetisi Eropa akan mendapatkan gaji seumur hidup. Dan dia memenuhinya,” ucap Heredia.

Sebagai catatan, sepanjang sejarah klub, Barcelona telah mengoleksi lima gelar Liga Champions (1991/92, 2005/06, 2008/09, 2010/11, 2014/15), dan empat Piala Winners (1978/79, 1981/82, 1988/98, 1996/97).

Masih Terbawa Emosi Laga Liverpool Kontra City, Sterling Absen Bela Timnas

0

Laga Liverpool kontra Manchester City, sudah berakhir dengan kemenang The Reds 3-1. Kemenangan tersebut membuat Liverpool semakin kokoh, di puncak klasemen Liga Inggris.

Ketatnya laga tersebut, ternyata menyisakan cerita kurang menyenangkan bagi Raheem Sterling. Tidak hanya karena timnya kalah, Sterling dikabarkan terlibat peseteruan dengan rekan setimnya di Timnas Inggris, Joe Gomez.

Pertengkaran itu terjadi saat Sterling dan Gomez sudah berada di kamp latihan Inggris, Senin (11/11) untuk persiapan Kualifikasi Piala Eropa 2020 menghadapi Montenegro (14 November) dan Kosovo (17 November).

Dikabarkan media-media Inggris, Sterling tak suka dengan Gomez yang tiba-tiba merangkulnya di kafetaria markas, Tim Tiga Singa dan malah mencekik kompatriotnya itu.

Sontak para pemain Inggris lain langsung melerai kedua pemain itu. Pelatih Inggris, Gareth Southgate, akhirnya memutuskan untuk memarkir Sterling dari skuat dan akan absen di laga kontra Montenegro.

“Sayangnya emosi dari laga kemarin masih terbawa hingga sekarang,” ujar Southgate seperti dikutip BBC.

“Salah satu tantangan terbesar sekaligus kekuatan kami adalah mampu memisahkan rivalitas klub dari tim nasional,” sambungnya.

“Kami memutuskan untuk memarkir Sterling dari laga kontra Montenegro hari Kamis besok. Saya merasa tindakan ini sudah tepat untuk kebaikan tim.”

“Keputusan ini sudah dibuat berdasarkan keputusan semua anggota skuat. Sangat penting untuk mendukung para pemain dan fokus ke laga Kamis malam,” tegasnya.

Sebagai info, Sterling dan Gomez memang sempat terlibat duel sengit saat Liverpool mengalahkan Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris.

Saat itu Gomez menjaga ketat Sterling dan membuat winger City itu emosi. Gomez lantas meladeni Sterling yang mengakibatkan keduanya berseteru, sebelum dipisahkan oleh para pemain lain.

Arsenal Mulai PDKT ke Luis Enrique!!

0

Semenjak dinahkodai Unai Emery, prestasi Arsenal terbilang biasa-biasa saja. Bahkan di musim ini bisa dikatakan performa Arsenal tidak stabil. Tak ayal posisi Unai Emery mulai goyah.

Nah, posisi Emery di kursi pelatih Arsenal semakin tersudut, pasca Arsenal kalah dari Leicester City pada laga pekan ke-12 Premier League.

Walaupun terus berkelit, Emery mulai kehabisan alasan mengenai performa buruk Arsenal. Kekalahan dari Leicester City membuat Arsenal sudah tidak merasakan kemenangan pada laga terakhir yang mereka jalani.

Kondisi semakin panas, lantaran suporter terus menekan manajemen untuk segera mengakhiri kerja sama dengan Emery. Menurut mereka, Emery sudah kehilangan kepercayaan dari para pemain.

Dilansir BBC, manajemen Arsenal sudah mendengar aspirasi pendukung setianya. Bahkan kabarnya Direktur Arsenal, Raul Sanllehi disebut sudah bertemu dengan Jose Mourinho.

Namun, Raul ingin mendapatkan manager yang cocok agar bisa bertahan di Arsenal dalam waktu yang lama.

Masih menurut laporan yang sama, pasca bertemu Mourinho, gosip berkembang jika manajemen Arsenal disebut juga mendekati Luis Enrique.

Luis Enrique belum lagi terikat dengan klub mana pun setelah mundur dari timnas Spanyol karena alasan keluarga. Saat ini, Enrique disebut sudah siap untuk mencari tantangan baru, dan Arsenal berpeluang mengamankan jasanya.

Di sisi lain, suporter kabarnya lebih memilih Jose Mourinho dibanding Luis Enrique. Pasalnya Mourinho tak membutuhkan proses adaptasi terlebih dahulu dengan Liga Inggris. Selain itu, Mourinho berulang kali mengungkapkan pendapatnya mengenai strategi yang efektif untuk Arsenal

Gara-gara Pacar, Cristiano Ronaldo Sekarang Senang “Ngambek”?

0

Cristiano Ronaldo kedapatan ngambek saat diri, kembali harus ditarik keluar di tengah laga saat membela Juventus. Performa yang sedang menurun, tentu menjadi alasan utama pelatih, menarik Ronaldo keluar.

Jika ada yang menyatakan Ronaldo kesal karena ditarik keluar oleh pelatih itu sah-sah saja. Namun bisa saja Ronaldo kesal, lantaran imbas dari sikap sang pacar, Georgina Rodriguez.

Yup, beberapa waktu lalu Ronaldo dan Georgina Rodriguez, menghadiri ajang MTV Europe Music Awards (EMAs) 2019 di Sevilla, Spanyol.

Nah, di ajang tersebut, Ronaldo bertemu dengan sang mantan. Rita Pereira yang berprofesi sebagai seorang model di Portugal.

Wanita yang mana tidak cemburu, melihat kekasihnya ngobrol akrab dengan sang mantan. Hal ini lah yang terlihat dari ekspresi wajah Georgina Rodriguez, saat melihat Ronaldo bertemu mantannya.

Seperti dikutip Marca, Rita langsung berlari setelah melihat Ronaldo. Dia langsung memeluk Ronaldo, yang pernah dilaporkan menjadi kekasihnya pada 2008 hingga 2010.

“Itu merupakan sebuah adegan yang membuatnya (Georgina) tidak nyaman,” kata seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

Setelah berpelukan, Cristiano Ronaldo sempat berbicara selama beberapa menit dengan Rita Pereira. Sementara, Georgina Rodriguez terlihat cemburu saat melihat keduanya masih akrab.

“Ketika menyapa Cristiano Ronaldo, Rita hanya bilang: ‘Halo’ dengan nada malu-malu ke arah Georgina. Namun, Rita terus berbicara dengan Ronaldo tanpa behenti. Wajah pacar Ronaldo mengatakan segalanya, terlihat sangat marah,” ujar sang sumber.

Kendati berhasil membuat Georgina terbakar api cemburu, sumber itu menyakini Rita tidak bakal mau balikan lagi dengan Ronaldo. Terlebih, wanita asal Portugal itu sudah mengetahui kalau Ronaldo sudah berniat menikahi Georgina Rodriguez.

“Rita adalah gadis yang baik dan saya yakin dia tidak punya niat buruk.”

“Dia memang seperti itu, sangat ekspresif, tapi saya mengerti Georgina tidak senang mengabaikannya (saat berbincang dengan Ronaldo),” ucap sang sumber.

Bisa saja lantaran galau dimarahi sang pacar, berimbas kepada performa Ronaldo yang melempem beberapa laga ke belakang. Dan saat ditarik keluar, Ronaldo tak kuasa menyimpan amarahnya.

Sesal Riyad Mahrez Kepada Leicester City

0
Riyad Mahrez ke City

Nama Riyad Mahrez mulai dikenal saat dirinya bersama Leicester City, secara mengejutkan menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016.

Di musim itu Mahrez memang tampil apik, dirinya pun menjadi salah satu pemain kunci, kesuksesan Leicester menjuarai Liga Inggris. Buah dari kerja kerasnya, Marhez kemudian terpilih sebagai Pemain Terbaik PFA.

Pasca membawa Leicester City juara Liga Inggris, Marhez pun mendapat tawaran banyak klub untuk hengkang dari The Foxes. Kala itu Marhez, mengaku sudah didekati Arsenal

Meski kesepakatan hampir tercapai, Leicester menolak melepas pemain internasional Aljazair itu. Pada akhirnya, Mahrez baru meninggalkan Leicester pada musim panas 2018 dengan gabung Manchester City.

Marhez saat ini memang sudah menjadi milik City, hanya saja dirinya mengaku masih ada perasaan menyesal, terkait dengan klub lamanya.

Dilansir Sky Sports, Marhez bertutur dirinya sedikit menyesal, mengapa baru meninggalkan Leicester pada musim panas 2018 lalu.

“Setelah melewati musim dengan jadi juara, jika saya di tim top, ceritanya tidak akan sama. Bagi saya, jelas kalau saya kehilangan dua tahun di level tertinggi. Saya kehilangan dua tahun!” ujar Mahrez

“Karena alih-alih di City di usia 27 tahun, saya bisa saja ke sana di usia 24 atau 25. Leicester menghalangi saya. Mereka bilang: ‘Kamu tidak boleh pergi, kamu tidak boleh pergi!’.”

“Agen saya bicara dengan (Arsene) Wenger yang benar-benar ingin merekrut saya, hampir selesai dengan Arsenal di musim panas 2016. Saya benar-benar frustrasi,” kata Mahrez.

“Tidak mudah melewati masa dari Pemain Terbaik PFA menjadi bagian dari tim yang berjuang untuk bertahan di Premier League. Itu bukan pekerjaan yang sama.”

“Semua orang menantikan Anda dan menaruh ekspektasi agar Anda main bagus,” katanya

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Ini Penyebab Paul Pogba Sempat Terdepak dari Manchester United

Semasa Manchester United dilatih Sir Alex Ferguson, Paul Pogba sudah mencicipi ketatnya persaingan di skuat "Setan Merah". Tapi Pogba memutuskan pergi dari MU dan...