priyo

2084 POSTS 0 COMMENTS

Gara-gara Perbudakan, Mario Balotelli Berselisih dengan Kanye West

0
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.

Bersama klub Perancis, Nice, performa Balotelli sebagai predator lapangan hijau, bisa dikatakan kembali tajam. Atas performanya tersebut, banyak yang berharap Balotelli kembali memperkuat timnas Italia.

Di sisi lain, meski performanya dinilai kembali moncer, hal tersebut tidak membuat sisi “bad boy” Balotelli hilang. Terbaru, pemain ber-paspor Italia keturunan Ghana itu, kembali berbuat ulah. Balotelli terlibat perselisihan, tapi kali tidak dengan sesama pemain atau pun pelatih. Balotelli terlibat perselisihan dengan rapper Kanye West.

Super Mario tak terima dengan pernyataan rapper asal Amerika Serikat itu, soal perbudakan orang kulit hitam. Diketahui Dalam sebuah wawancara, Kanye West melontarkan pernyataan tentang perbudakan.

Kanye secara kontroversial menyebut perbudakan orang kulit hitam pada masa lalu di bumi Amerika, seakan-akan merupakan sebuah “pilihan”. “Ketika Anda mendengar tentang perbudakan selama 400 tahun…selama 400 tahun? Kedengarannya seperti pilihan,” tutur suami Kim Kardhasian itu.

“Anda ada di sana selama 400 tahun, dan itu semua dari kalian? Ini seperti kita dipenjara secara mental,” lanjutnya.

Balotelli sebagai sosok imigran kulit hitam di Eropa, jelas dibuat tersinggung. Penyerang Nice tersebut pun mengecam pernyataan Kanye, melalui fitur Insta Sotry di akun Instagram resminya.

“Omong kosong macam apa yang keluar dari mulutmu? Sungguh? Perbudakan adalah pilihan? Saudaraku, serius, siapa yang mencuci otakmu?” kecam eks penyerang Inter Milan, Manchester City, dan AC Milan tersebut. (Bby)

Membumi, Pemain PSG ini Tidak Tahu Telah Patahkan Rekor Legenda Klub

0
Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor Zlatan Ibrahimovic di PSG.
Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor Zlatan Ibrahimovic di PSG.

 

Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor sang legenda PSG.
Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor Zlatan Ibrahimovic di PSG.

Sebuah pencapaian spesial baru saja ditorehkan Edinson Cavani bersama Paris Saint-Germain. Bomber asal Uruguay itu, baru saja membawa PSG belum terkalahkan pada laga kandang Ligue 1 musim ini. Pencapaian tersebut diraih usai PSG bermain imbang 2-2 melawan Guingamp.

Hasil tersebut, membuat PSG masih tidak terkalahkan dalam partai kandangnya di Ligue 1 2017/2018, dengan rincian 17 kemenangan dan sekali seri. Tak ada tim Ligue 1 lain yang belum kalah di kandang sendiri musim ini, selain tim kampiun tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, penyerang berambut gondrong ini memboyong dua gol sekaligus. Kedua gol tersebut lahir di menit ke-75 dan 82, saat Les Parisien sedang ketinggalan dua gol.

Hal lain yang perlu dicatat, dalam pertandingan tersebut Cavani ternyata mengukir tinta pribadi. Dari catatan yang ada, sepasang gol tersebut, membuat Cavani menjadi pemain tersubur PSG di kancah Ligue 1, mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Ibrahimovic. Cavani kini memiliki 115 gol, unggul dua gol dari Ibra.

Uniknya, sang pemain tidak mengetahui dirinya telah mematahkan sebuah rekor milik Zlatan Ibrahimovic. “Saya tidak tahu sudah mengukir sebuah rekor baru, tapi saya senang sudah mengukir sepotong sejarah lagi dalam seragam ini,” kata Cavani seperti dikutip Omnisport. (Bby)

Kylian Mbappe “Ngebet” Berkolaborasi dengan Kante

0
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N'golo Kante di timnas Perancis.
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N'golo Kante di timnas Perancis.
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N'golo Kante di timnas Perancis.
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N’golo Kante di timnas Perancis.

Kebersamaan Kylian Mbappe dan N’Golo Kante saat membela timnas Perancis, bukan tidak mungkin berlanjut ke Paris Saint-Germain. Kondisi tersebut tidak lepas dari, pernyataan Kylian Mbappe.

Menurut penyerang PSG itu, Kante adalah pemain yang sangat berkualitas. Dan jika Kante pindah ke PSG, Mbappe yakin level PSG akan semakin meningkat. “Kante adalah satu pemain yang saya inginkan di PSG, jika dilihat dari kebutuhan kami dan juga kualitas dari si pemain itu sendiri,” kata Mbappe kepada beIN Sports.

Jika dilihat dari prestasinya, kiprah Kante sebagai gelandang pengangkut air di Liga Inggris, memang terbilang moncer. Saat pindah ke Inggris pada 2015 silam dari Caen, Kante langsung mendapati musim perdana yang luar biasa.

Bayangkan saja, Kante bisa membawa Leicester City, menjuarai Liga Inggris. Padahal Leicester City sendiri, dikenal sebagai salah satu tim yang sering berada zona degradasi Liga Inggris.

Tidak cukup sampai disitu, saat memutuskan pindah ke Chelsea usai membawa Leicester City juara, Kante langsung membuktikan tajinya. Di musim perdananya bersama Chelsea, Kante langsung mempersembahkan gelar juara Liga Inggris kepada The Blues.

Dengan semua pencapaian tersebut, wajar jika Mbappe, “ngebet” memboyong kompatriotnya itu, untuk bahu membahu di PSG. “Saya pikir dia adalah pemain yang cocok dengan tim kami. Dia adalah orang Perancis dan memulangkan orang Perancis demi mengundang animo penonton tentu akan bagus,” tandasnya. (Bby)

Gagal ke Final Liga Champions, Ibu Pemain Bayern Munchen Meradang

0
Ibu James Rodriguez meradang!
James Rodriguez ketika di luar lapangan.
Ibu James Rodriguez meradang!
James Rodriguez ketika di luar lapangan.

Kegagalan Bayern Munchen lolos ke partai final Liga Champions musim ini, ternyata memberi luka yang cukup dalam Rubio Gomes. Mungkin tidak banyak yang mengetahui siapa itu Rubio Gomes. Lalu siapa itu Rubio Gomes? Dia adalah ibu dari punggawa Real Madrid yang saat ini sedang dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Yup, pemain yang dimaksud adalah James Rodriguez. Rubio Gomes sangat memperhatikan sepak terjang anaknya, termasuk selama berkarier bersama Munchen. Dan saat tim yang dibela anaknya kandas di Liga Champions, Rubio seakan tidak rela. Pasalnya Rubio menilai Munchen banyak dirugikan oleh tim tuan rumah.

Dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu, memang banyak yang menilai Bayern dirugikan keputusan wasit Cuneyt Cakir, tidak terkecuali Rubio Gomes. Pengadil asal Turki itu dinilai membuat beberapa keputusan yang kontroversial.

Di babak pertama misalnya, Cakir tidak memberi Bayern penalti meski Marcelo melakukan handball. Pun di awal babak kedua, pelanggaran Sergio Ramos kepada Robert Lewandowski juga tidak digubris.

Kembali ke Rubio Gomes. Dilansir ESPN, uneg-uneg Rubio atas keputusan kotroversial wasit ditumpahkan lewat sebuah sindiran di Twitter. “Kalau itu bukan handball lantas apa? Sangat sulit sepertinya,” cuit Rubio Gomez.

“Setiap kali saya melihat replay-nya, saya sangat terpukul,” Rubio menambahkan.

Di sisi lain, Rubio secara sportif memuji kiper Madrid, Keylor Navas, yang bermain apik di leg kedua dengan menggagalkan sejumlah peluang Bayern.

“Orang-orang sungguh menjengkelkan, mereka yang sedikit paham sepakbola, meski dia mereka adalah fans Madrid, pasti tahu ada empat penalti dari dua pertandingan. Kredit khusus untuk Keylor Navas,” tulis Rubio Gomez. (Bby)

 

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Seandainya Mau, La Pulga Bisa Dongkrak Pamor Serie A

Lionel Messi santer diberitakan akan berlabuh ke Serie A. La Pulga dikabarkan akan pindah mengikuti jejak Cristiano Ronaldo. Rumor ini ditanggapi mantan pemain Barcelona,...