Tak Cuma Menyerang, Bek Liverpool Juga Ingin Dikenal Karena Jago Bertahan

0
719

Performa Liverpool yang sedang mendominasi Liga Inggris, serta tampil ok di kompetisi Eropa dalam beberapa musim ke belakang, tentu menjadi buah dari kerja keras seluruh anggota tim.

Selain trio lini depan (Salah, Firmino dan Mane) yang konsisten, Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold juga dinilai jadi salah satu kekuatan besar Liverpool. Keduanya banyak berkontribusi menciptakan peluang dan gol-gol.

Merujuk catatan Sky Sport keduanya sejak awal musim 2018/2019 lalu sudah membukukan 30 assist di Liga Inggris. Pada musim lalu, Alexander-Arnold mencatatkan 12 assist sementara Robertson punya 11 assist.

Jika menghitung total peranan dalam terciptanya gol Liverpool sejak musim lalu hingga saat ini, Alexander-Arnold berkontribusi dalam terciptanya 17 gol. Bagaimana dengan Robertson? Bek internasional Skotlandia ini berperan langsung dalam 16 gol tim.

Namun layaknya pemain belakang, Robertson menilai kontribusi mereka lebih dari sekadar menambah dimensi serangan. Ia merasa performa mereka saat bertahan juga oke.

“Saya dan Trent punya catatan bagus musim lalu dalam hal kontribusi terhadap gol-gol dan seputar itu, tapi sebenarnya lebih dari itu. Secara pertahanan kami juga sangat bagus dan musim ini kami mencoba melakukan hal serupa,” ungkap Robertson dikutip Sky Sports.

“Kami cuma mencoba menghasilkan standar tinggi di tiap pertandingannya, memang tidak selalu memungkinkan. Trent baru 21 tahun dan dia menampilkan performa yang luar biasa dan semoga bisa menjaga itu.”

“Semoga tim bisa menjaga performa ini karena kami tampil baik sejauh ini dan ada kepercayaan diri di ruang ganti,” tambahnya.

Sebagai info, musim lalu Robertson punya rata-rata 2,2 tekel/laga; juga 0,8 intersepsi; dan 1,3 sapuan di liga. Sedang Alexander-Arnold mencatatkan 2,1 tekel/laga, plus 1,2 intersepsi, dan 2,1 sapuan.

Catatan itu berupaya minimal dipertahankan di musim ini dan terlihat menjanjikan. Roberton saat ini punya rata-rata 1,7 tekel; 1,5 intersepsi; dan dua sapuan per pertandingan. Sementara Alexander-Arnold mengukir 1,3 tekel; 1,7 intersepsi; serta 2,4 aksi menyapu bola tiap pertandingan.