priyo

1931 POSTS 0 COMMENTS

Keren, Andriy Shevchenko Orang Ukraina Pertama dengan Pencapaian ini!!

0

Pencapaian spesial baru saja diraih oleh Andriy Shevchenko. Pencapaian spesial itu, dibuat Shevchenko, kala berhasil membawa timnas Ukraina yang saat ini dilatihnya lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Ukraina sukses mengalahkan tuan rumah Portugal 2-1 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Kemenangan itu membuat Andriy Yarmolenko dkk memastikan satu tiket lolos ke Piala Eropa tahun depan.

Posisi mereka di puncak klasemen Grup B dengan perolehan 19 poin dipastikan tak akan terkejar siapapun.

Lalu apa pencapain spesial Andriy Shevchenko?

Yup, Andriy Shevchenko membuat sejarah baru untuk Timnas Ukraina. Ia menjadi orang pertama di negaranya yang tampil di Piala Eropa dengan tiga status berbeda.

Dilansir Sky Sport, perjalanan Shevchenko bersama timnas Ukraina terutama di Piala Eropa cukup panjang.

Shevchenko merasakan berlaga di Piala Eropa Pada edisi 2012, Ukraina menjadi tuan rumah bersama Polandia. Sheva yang waktu sedang di penghujung karirnya tampil dengan status kapten tim. Ia mencetak dua gol selama turnamen, namun gagal membawa Ukraina lolos dari fase grup.

Setelahnya, Sheva memutuskan pensiun dari sepakbola, dengan catatan 111 caps dan 48 gol untuk Timnas Ukraina. Ia lalu sedikit menepi dari sepakbola dan terjun ke dunia politik.

Empat tahun setelah gantung sepatu, barulah Sheva kembali ke dunia sepakbola. Ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Ukraina, Mykhaylo Fomenko pada Februari 2016, empat bulan jelang Piala Eropa di Prancis.

Sebagai eks pemain yang kenyang pengalaman internasional, ia diharapkan bisa membantu penampilan para pemain Ukraina. Namun apes bagi Fomenko, Ukraina tersingkir cepat setelah menjadi juru kunci di grup dengan menelan tiga kekalahan dan gagal mencetak sebiji gol pun.

Fomenko kemudian mundur, Sheva pun ditunjuk menggantikannya. Perjalanan Sheva melatih timnas Ukraina juga tidak langsung mulus.

Ukraina gagal dibawanya olos ke Piala Dunia 2018. Kendati demikian, ia tetap dipertahankan. Sheva pun lalu membayar kepercayaan itu. Perlahan, hasilnya mulai terlihat.

Kini racikan Sheva membuahkan hasil. Selama kualifikasi Piala Eropa 2020, Sheva mempersembahkan 6 kemenangan dan satu hasil imbang.

Hasil itu mengantar Ukraina kembali lolos ke Piala Eropa 2020. Ukraina mengangkangi Portugal, yang sebelumnya lebih dijagokan bisa lolos duluan dan jadi juara grup.

Keberhasilan ini membuat Ukraina lolos ke Piala Eropa untuk ketiga kali secara beruntun, yakni di tahun 2012, 2016, dan 2020.

Kala Arkadiusz Milik Berharap Kembali Dipercaya Carlo Ancelotti

0

Arkadiusz Milik menambah jajaran pesepakbola yang sedang menjalani awal musim ini dengan tidak sempurna. Pasalnya Milik belum banyak menginjak lapangan di musim 2019/20.

Ya, cedera pangkal paha yang didapat Milik pada awal musim, membuat bomber asal Polandia gagal membela Napoli pada laga-laga perdana Serie A tahun ini.

Apesnya, setelah pulih Milik tak lantas jadi pilihan utama pelatih Napoli, Carlo Ancelotti di lini depan.

Sejauh ini ia baru tampil tiga kali di seluruh ajang: dua kali di Liga Italia dan sekali di Liga Champions dengan total waktu bermain 161 menit.

Dilansir Football Italia, Milik berharap dirinya bisa menjadi pilihan utama di lini serang Napoli.

“Saya ingin tampil lebih sering (di Napoli), mendapat waktu bermain lebih dari 15 menit di setiap laga, tapi saya tidak akan mengatakan hal selain itu,” ujar Milik.

“Apakah saya akan tampil di turnamen besar untuk ketiga kalinya, lihat saja nanti. Saya ingin turun di sana dengan bermain secara reguler.”

“Benar bahwa semuanya tergantung pada saya sendiri, pada kemampuan kaki saya. Saya pun percaya dengan diri saya sendiri, tapi semuanya tergantung jumlah pertandingan dan menit bermain. Jika saya tidak sering bermain, maka kondisinya akan sulit,” sambung eks penyerang Ajax Amsterdam tersebut.

Harapan Milik untuk bisa terus jadi starter di Napoli tidak berlebihan, karena dia dihantui kekhawatiran akan statusnya di timnas Polandia.

Milik tahu hanya penampilan rutin di klub yang akan memastikan tempatnya di timnas Polandia.

Beruntung Milik sejauh ini masih rutin mendapat panggilan Timnas Polandia. Terbaru, ia baru saja mencetak satu gol saat mengalahkan Makedonia 2-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Hasil tersebut memastikan Robert Lewandowski dkk lolos ke Piala Eropa 2020.

Balasan Berkelas Timnas Inggris, Setelah Terkena Serangan Rasis Pendukung Bulgaria

0
Soccer Football - Euro 2020 Qualifier - Group A - England v Bulgaria - Wembley Stadium, London, Britain - September 7, 2019 England's Raheem Sterling celebrates scoring their third goal with Harry Kane and Marcus Rashford Action Images via Reuters/Tony O'Brien

Banyak cara berkelas untuk membalas tindakan tak menyenangkan, saat sebuah tim maupun atlet, mendapat intimidasi berlebihan kala bertanding. Hal inilah yang ditunjukan timnas Inggris.

Timnas Inggris mendapat serangan rasis kala bertandang ke markas Bulgaria, untuk melakoni kualifikasi Piala Eropa 2020.

Laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup A antara Bulgaria vs Inggris digelar di Stadion Vsil Levski, Sofia, dua kali dihentikan wasit di babak pertama. Laga disetop pada menit ke-30 dan 41 karena teriakan rasial yang terdengar dari tribun penonton. 

Beberapa fans Bulgaria kedapatan mengeluarkan suara bernada rasial kepada para pemain kulit berwarna Inggris. Ada juga yang terlihat melakukan salam Nazi, yang dilarang di Eropa.

Namun semua serangan rasis itu, tidak meruntuhkan mental timnas Inggris. The Three Lions pun membalas ejekan rasis itu dengan cara berkelas yakni, memberondong gawang Bulgaria enam gol tanpa balas.

Dilansir Sky Sport, usai laga Federasi Sepakbola Inggris (FA) mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. FA memastikan jika para pemainnya menjadi objek serangan rasialisme.

“FA bisa memastikan jika para pemain Inggris menjadi sasaran nyanyian rasial yang menjijikan saat bermain di Kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Bulgaria. Hal ini tidak dapat diterima di setiap level permainan dan fokus kami adalah mendukung para pemain dan staf Inggris yang terlibat,” tulis pernyataan resmi yang dikeluarkan FA, dikutip dari Sky Sports.

“Seperti yang kita sadari secara menyedihkan, ini bukan pertama kalinya para pemain kami mengalami pelecehan tingkat tinggi dan tidak ada tempat untuk perilaku semacam ini di masyarakat, apalagi dalam sepakbola. Kami akan meminta UEFA untuk menyelidiki kasus ini sebagai masalah yang mendesak,” tambah pernyataan tersebut.

Sementara itu, beberapa pemain kulit berwarna The Three Lions yang menjadi sasaran diskriminasi tersebut ikut bersuara seusai pertandingan.

Melalui media sosial, mereka mengecam aksi yang dilakukan segelintir fans Bulgaria itu, salah satunya Raheem Sterling.

“Merasa menyesal mengetahui Bulgaria diwakili oleh orang-orang idiot seperti itu di stadion. Bagaimanapun juga, 6-0 dan kami akan kembali pulang, setidaknya kami sudah melakukan tugas kami. Hati-hati di jalan untuk para fan kami, kalian luar biasa,” cuit Raheem Sterling via media sosial Twitter.

“Jebakan Batman” untuk Para Pelatih itu bernama AC Milan!!

0

AC Milan kembali membuktikan jika pekerjaaan sebagai pelatih sepakbola, adalah profesi yang tidak mudah. Apalagi jika tim yang dilatih, adalah klub dengan sederet cerita sukses di masa lalu, seperti AC Milan.

Karenanya jangan heran, jika banyak pelatih yang menjadi kejamnya melatih di AC Milan. Korban terbaru tentu saja Marco Giampaolo, pelatih asal Italia itu hanya bertahan membesut AC Milan di 7 laga resmi.

Giampaolo dipecat, lantaran dianggap gagal setelah Milan menderita empat kekalahan sehingga terlempar ke urutan 13 klasemen Liga Italia, terpaut tiga poin dari zona degradasi.

Hobby AC Milan yang sedang senang gonta-ganti pelatih, tentu mendapat sorotan banyak pihak, salah satunya dari Alesandro Nesta.

Legensa hidup AC Milan itu, menilai jika Il Diavolo Rosso kini layaknya “jebakan” bagi seorang pelatih. Nesta pun meyakini untuk membangkitkan Milan memang tidak bisa dilakukan secara instan

“Saya pikir hanya waktu yang bisa mengatakan apakah pekerjaan ini bagus atau tidak, Anda tidak bisa mengharapkan untuk membereskan semuanya dalam setahun atau beberapa bulan,” Nesta mengatakan kepada Calciomercato.

“Saya pikir akhir-akhir ini, Milan sudah menjadi sebuah perangkap maut untuk para pelatih: beberapa rekan saya dulu mengerjakan dengan baik, yang lain mungkin kurang sukses tapi mereka memasuki sebuah situasi yang sulit,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nesta juga berkomentar, start buruk Milan disebut-sebut akan mengancam posisi Paolo Maldini dan Zvonimir Boban yang menjabat sebagai direktur teknik dan chief football officer klub.

“Kombinasi Maldini-Boban sudah benar. Sekarang kembali lagi, untuk mengembalikan kejayaan Milan, tidak bisa instan. Semuanya butuh proses,” tegas Nesta.

Sebagai catatan, setelah berpisah dengan Massimiliano Allegri, yang bertahan selama 3,5 tahun, Il Diavolo Rosso tidak pernah awet dengan pelatih-pelatihnya. Giampaolo adalah pelatih ketujuh yang dipecat.

Stefano Pioli kemudian ditunjuk sebagai suksesor Giampaolo. Pioli adalah mantan pelatih Inter Milan, Lazio, dan Fiorentina. Namun, penunjukkan Pioli tidak lepas dari kritik karena reputasi yang kurang sip.

Akankah Pioli akan menjadi korban AC Milan berikutnya?

Juventus Membuat Matthijs de Ligt Tidak Percaya Diri?

0

Entah apa yang “merasuki” Matthijs de Ligt di Juventus. Performa menawan De Light, hingga bisa membawa Ajax Amsterdam menembus semifinal Liga Champions musim lalu, seakan sirna saat ia berlabuh ke Juventus.

Yup, musim pertama De Light di Turin belum menunjukkan penampilan yang oke. Menurut statistik Whoscored, dari delapan bek Bianconeri dengan rating tertinggi, ia menempati posisi keenam dengan nilai 6,42.

Menurunnya performa De Ligt di Juventus juga berdampak di timnas Belanda. Ia pun tak menampik jika dirinya belum mengeluarkan performa terbaik di musim ini.

Dilaporkan Football Italia, De Ligt mengaku saat ini dirinya sedang kurang percaya diri semenjak meninggalkan Ajax Amsterdam.

“Saat di Ajax dulu, saya merasa tidak tertandingi. Namun sekarang saya kurang percaya diri dibandingkan musim lalu.”

“Kini saya berada di klub baru, dengan gaya permainan dan rekan setim yang anyar pula. Ini adalah pengalaman pertama buat saya, meski suasananya kurang familiar dari pada di Ajax, tapi saya menjadi lebih baik dan matang,” imbuhnya.

Lebih jauh De Ligt menuturkan, jika dirinya memang sedang dalam proses adaptasi. Ia pun yakin performanya akan terus membaik, seiring proses adaptasi yang menurutnya berjalannya sesuai harapannya.

“Saya masih belum mencapai performa terbaik, saya sadar akan hal itu,” ujar De Ligt saat ditemui seusai Belanda menang 2-1 atas Belarusia.

“Semakin banyak saya bermain, maka akan semakin dekat menuju ke sana. Apa yang bisa saya lakukan adalah terus bekerja keras, melakukan yang terbaik dan belajar dari rekan-rekan setim,” sambung pemain berusia 20 tahun itu.

Sebagai catatan, walau performa De Lihat bersama Juventus musim ini, terbilang biasa saja, klub asal kota Turin itu sejauh ini belum terkalahkan. Bahkan Juve saat ini masih berada di puncak klasemen Serie A musim 2019/20.

Thomas Mueller Digoda MU dan Liverpool, Begini Respon Bos Bayern Munchen

0

Thomas Mueller sedang mengalami fase tidak nyaman bersama Bayern Munchen. Mueller tidak puas setelah hanya sedikit dilibatkan pelatih Nico Kovac di musim 2019/20, menyusul kedatangan Philippe Coutinho.

Dalam 10 penampilannya di seluruh kompetisi, Mueller cuma tiga kali menjadi starter di Liga Jerman meski sukses membukukan empat assist.

Tentu catatan tersebut tidak spesial untuk ukuran Mueller, yang selama ini dikenal sebagai salah satu “motor” utama Munchen di lini serang.

Situasi ini menciptakan spekulasi bahwa Mueller bisa saja meninggalkan Bavaria di Januari 2020. Padahal penyerang internasional Jerman itu sudah memperkuat Bayern selama hampir dua dekade, sejak di tim junior.

Dilansir Express, CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge, sadar dengan situasi yang saat ini sedang dialami Mueller. Tapi bukan berarti Munchen akan melepas Mueller.

Rummenigge menegaskan bahwa Mueller tidak akan kemana-mana. “Saya tidak bisa membayangkan jika Mueller hengkang dari Munchen,” tutur Rummenigge.

“Hubungan di antara Thomas dan Bayern sepenuhnya utuh dan dia akan tetap menjadi bagian penting dari klub kami,” imbuhnya.

“Kalau Thomas dan Bayern akan senang-senang saja duduk di bangku cadangan, dia sudah pasti ada di klub yang salah. Itu adalah reaksi yang kami inginkan, tapi dia harus menghadapi situasinya dengan serius.”

“Dia adalah pemain yang patut dicontoh,” tegas Rummenigge.

Sebagai tambahan, semenjak kabar Mueller frustasi merebak, dua klub liga Inggris yakni Liverpool dan Manchester United dilaporkan berminat mendapatkan jasa, bomber 30 tahun itu.

Tega, Sempat Pingsan Daniel James Kok Tetap Main Hingga Akhir Laga!!

0

Sebuah sikap tidak sportif diduga telah dilakukan gelandang timnas Wales, Daniel James. Semua berawal pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020, antara Wales melawan Kroasia.

Berlaga di Cardiff City Stadium, Wales yang menjadi tuan rumah, harus rela berbagi poin dengan Kroasia setelah hanya bermain imbang 1-1 hingga akhir laga.

Pada laga tersebut terjadi sebuah insiden yang melibatkan Daniel James. Dalam suatu duel udara di tengah lapangan, terlihat kepala pemain Manchester United itu berbenturan dengan kaki bek Kroasia, Domagoj Vida.

Insiden tersebut terbilang keras lantaran James sempat tidak sadarkan diri. Anehnya Pelatih Wales, Ryan Giggs tidak langsung mengganti James, sesaat setelah sang gelandang siuman.

Dalam prosesnya James bangkit dan melanjutkan pertandingan. Bahkan ia bermain selama 90 menit penuh. Hal ini sempat menimbulkan tanda tanya

Dilaporkan Sky Sports, Giggs punya alasan tersendiri mengapa terap memainkan James, walau sang pemain sempat pingsan di lapangan.

Menurut Giggs James tidak benar-benar pingsan. “Daniel James jatuh dan tetap di posisinya dengan sedikit berpura-pura,” ujar Giggs.

“Tim dokter sudah menghampirinya, statusnya compos mentis (sadar sepenuhnya). Kami juga sudah memeriksanya saat jeda babak pertama dan dia baik-baik saja,” sambung eks pemain MU tersebut.

Mengenai kondisinya, James mengaku bahwa kepalanya memang terbentur, namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Ada sejumlah tekel yang mengarah pada saya tapi hal itu sudah bisa diprediksi dalam pertandingan semacam ini,” ujar James.

“Tapi saya baik-baik saja kok. Memang kepala saya terbentur tapi untungnya saya tidak pingsan,” tukasnya

Cari Pengganti Luis Suarez, Barcelona Serius Dekati Lautaro Martinez

0
Lautaro Martinez

Lupakan sejenak seputar kabar Barcelona yang ingin reunian dengan Neymar. Barcelona kabarnya sudah memiliki target baru untuk menambah tajam lini serangnya.

Target Barcelona itu adalah Lautaro Martinez. Martinez adalah salah satu striker yang dikabarkan masuk daftar buruan Barcelona untuk disiapkan sebagai pengganti Luis Suarez.

Mengapa Martinez?

Salah satu faktor penguatnya adalah dia berasal dari Argentina dan Lionel Messi disebut sudah membujuknya bergabung.

Blaugrana kabarnya serius mendapatkan Martinez, yang saat ini menjadi milik Inter Milan. Sejumlah dana pun gosipnya sudah disiapkan Barcelona untuk meminang Martinez.

Dikutip dari Football Italia, Barcelona kabarnya siap menebus klausul pelepasan striker 22 tahun itu yang sebesar 111 juta euro (sekitar Rp 1,7 triliun).

Terkait performa Martinez, sejauh ini penampilnya memang cukup menjanjikan. Dari sembilan laga di musim ini, dia membuat tiga gol dan satu assist. Termasuk gol cepat ke gawang Barcelona di ajang Liga Champions. Sementara pada level timnas dia membuat sembilan gol dari 14 penampilan.

Selain striker asal Argentina itu, beberapa nama lain yang dirumorkan adalah Marcus Rashford, Roberto Firmino, Rafael Leao (AC Milan), dan Donyell Malen (PSV Eindhoven).

Foto Bareng Model Ternama, Mohamed Salah Bikin Heboh Netizen

0

Melihat Mohamed Salah mencetak gol tentu menjadi suatu pemandang yang biasa. Lalu bagaimana jika Salah bergaya sebagai model, apakah sama kerennya seperti saat ia beraksi di atas lapangan hijau?

Ternyata gaya Salah saat menjadi model, tak kalah ciamik. Bahkan sampai membuat netizen “patah hati”.

Yap, Salah baru saja membuat banyak netizen baper, lantaran penyerang Liverpool itu, memamerkan foto sedang berpelukan dengan ternama Brasil Alessandro Ambrosio.

Dikutip Daily Mail, foto itu diunggah Salah lewat akun Twitter miliknya @MoSalah pada Jumat (11/10/2019). Pemain Liverpool itu mengunggah dua foto bersama Alessandro dan diberi tagar #GQAward.

Foto kedua yang mencuri perhatian netizen. Salah dipeluk oleh Alessandro dan mereka sama-sama memamerkan tawa. Foto itu di-retweet oleh 8,5 ribu akun dan mendapatkan tanda like hingga 134,1 ribu.

Berbagai komentar Netizen pun langsung membanjiri, foto Salah dan Alessandro. Sebagian akun menanyakan, apakah Salah sudah meminta izin istrinya untuk berpose seperti itu. 

Ada juga yang menyebut tindakan Salah haram dan masih banyak lagi. Menariknya kebersamaan Salah dan Alessandro, tidak berhenti pada sebatas foto.

Sehari kemudian, Salah mengunggah kebersamaan lagi bersama Alessandro. Kali ini berupa video. Nah, di video dengan tagar #behindthescenes itulah Salah menyebut foto-foto tersebut merupakan foto dalam sebuah acara yang digelar majalah GQ.

Foto itu dibuat setelah Salah didapuk sebagai GQ’s Man of The Year 2019.oleh sebuah majalah pria terbitan New York GQ. 

“Mimpi dan tujuan saya adalah menjadi profesional, tapi saya tak pernah membayangkan mencapai level saya saat ini,” kata Salah dalam majalah GQ itu dan dikutip Daily Mail. 

“Setiap anak-anak bermimpi untuk muncul di televisi, saat saya mewujudkannya, target saya berubah. Saya ingin menjadi pemain profesional di luar negeri dan setelah itu saya ingin menjadi yang terbaik.”

AC Milan Mulai Lelah dengan Piatek, Manchester United Siap Menampung?

0
Krzysztof Piatek

Krzysztof Piatek musim lalu tampil garang dengan mencetak 19 gol dari 21 pertandingan untuk Genoa, sebelum AC Milan membawanya ke San Siro. Bersama I Rossoneri, ketajaman Piatek cukup baik, ia berhasil mencetak 13 gol dalam 28 laga.

Namun kondisi berbeda terjadi di musim ini. Produktivitas Piatek menurun sangat tajam. Dari tujuh laga awal Serie-A musim ini, Piatek baru mencetak satu gol, itupun dari titik 12 pas.

Kondisi tersebut membuat AC Milan mulai berpikir melepas Piatek. Apalagi, dana dari penjualan Piatek bisa menambah kas AC Milan yang masih perlu diseimbangkan.

Kabarnya Manchester siap menampung Piatek, jika AC Milan Ingin menjual bomber asal Polandia tersebut.

Dilansir Manchester Evening News melaporkan, Piatek adalah striker terbaru yang dikaitkan dengan MU setelah bomber Juventus, Mario Mandzukic.

MU sendiri saat ini memang tengah butuh striker anyar. Pasalnya setelah mereka melepas Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, tanpa mendapatkan pengganti. Lini depan Setan Merah pun bermasalah karena minimnya gol.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer hanya bisa menjaringkan sembilan gol dalam delapan pertandingan di Liga Inggris. Fakta itu membuat MU sekarang terjerembab di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga Inggris.

Lebih lanjut, laporan yang sama menyebutkan, jika MU serius mendatangkan Piatek, maka setidaknya mereka harus siap membayar 35 juta euro, harga ketika AC Milan memboyongnya dari Genoa Januari lalu.

Nilai Piatek tak melonjak karena faktor performanya. Harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan MU berminat kepada Piatek. Namun, AC Milan konon akan mencari pengganti lebih dulu sebelum melepas pemain berusia 24 tahun tersebut

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Selamat, Rafael Nadal Segera Naik Pelaminan

Rafael Nadal baru saja gagal meraih juara Gran Slam Australia Terbuka. Di partai final petenis berusia 32 tahun itu menyerah tiga set langsung dari petenis...