Ikut Piala Dunia Antar Klub, Liverpool Tolak Menginap di Hotel Pilihan FIFA, Kenapa?

0
348

Liverpool sedang menghadapi jadwal padat di kompetisi tahun ini. Selain masih berburu titel Liga Inggris, serta kompetisi domestik lainnya di Inggris, Liverpool juga harus bertarung di Liga Champions.

Tidak hanya itu, sebagai kampiun Liga Champions musim lalu, Liverpool pun mengikuti ajang Piala Dunia Antar Klub 2019.

Nah, terkait keterlibatan Liverpool di ajang Piala Dunia Antar Klub 2019, The Reds kabarnya melakukan sebuah penolak.

Apa yang ditolak Liverpool?

Piala Dunia Antar Klub 2019 sendiri akan berlangsung di Qatar, pada 11-21 Desember. Menuju laga tersebut, berbagai persiapan pun telah disiapkan oleh FIFA, termasuk soal penginapan

Liverpool pun dipesankan hotel di Marsa Malaz Kempinski. Penginapan inilah yang rumornya menjadi alasan, Liverpool melakukan aksi penolakan.

Diwartakan Mirror, Liverpool kabarnya menolak hotel pesanan FIFA di Qatar, jelang tampil di Piala Dunia Antarklub 2019.

Usut punya usut, hotel itu rupanya bermasalah. Dalam laporan investigasi Guardian pada Oktober 2018, hotel bintang lima yang terletak di pulau buatan Pearl-Qatar itu diklaim melanggar aturan perburuhan.

Hotel itu banyak mempekerjakan buruh imigran yang digaji sangat murah. Di antaranya, para penjaga tempat itu cuma dibayar 8 paun per hari, dengan jam kerja mencapai 12 jam sehari di bawah suhu mencapai 45 derajat.

Ada juga klaim bahwa para pekerja itu diharuskan bekerja selama tiga sampai empat bulan tanpa libur. Para pekerja juga disebut akan didenda apabila ketahuan tertidur di tempat kerjanya.

Laporan yang sama menyebutkan, Liverpool memilih mencari hotel lain yang tidak menghadirkan masalah. Keputusan tim Mohamed Salah dkk diklaim sudah menyentil FIFA dan otoritas setempat. Baik FIFA dan otoritas setempat disebut telah merespons permintaan Liverpool.

Sebagai tambahan, sejauh ini baru lima tim yang dipastikan mengikuti Piala Dunia Antarklub 2019. Selain Liverpool, ada Al-Sadd (Qatar), Hienghene Sport (Kaledonia Baru), Monterrey (Meksiko), Esperance de Tunis (Tunisia). Dua tim lagi masih ditunggu dari pemenang Liga Champions Asia dan juara Copa Libertadores