Final Usai, Marseille dan Atletico Madrid Didakwa UEFA

Hari baik bagi Atletico tersebut tercoreng karena ulah pendukungnya sendiri

0
258

Atletico Madrid sukses memperoleh gelar  jawara Liga Eropa saat mempecundangi Marseille  di stadion Parc Olympique Lyonnais, akan tetapi kedua kubu harus berurusan dengan  pihak UEFA.

Momen Atletico menjuarai Liga Eropa tersebut, menjadi kado perpisahan terinda bagi Fernando Torres dan Gabi yang tidak akan melanjutkan petualangan sepak bolanya bersama klub asal kota Madrid tersebut.

Hari baik bagi Atletico tersebut tercoreng karena ulah pendukungnya sendiri, setelah UEFA memberi sanksi kepada tim Los Colchoneros, karena terindikasi melakukan pembakaran kembang api dan terpampangnya spanduk berlogo Nazi di tribun penonton.

Begitu juga yang terjadi dengan Marseille, klub tersebut didakwa atas tindakan perusakan, membakar kembang api, melempar benda keras ke dalam lapangan yang mengakibatkan tertundanya kick-off babak pertama.

Atas tindakan tersebut UEFA menindak tegas  Atletico Madrid dan Marseille karena gagal mengendalikan pendukung mereka selama final Liga Eropa berlangsung.  

Marseille didakwa atas lima tuduhan, termasuk melempar kembang api ke lapangan, sedangkan Atletico menghadapi dua tuduhan termasuk menampilkan spanduk rasis.

Semua kasus ini akan ditangani oleh Badan Kontrol, Etika dan Disiplin UEFA pada 31 Mei.

Sebelumnya, seorang pendukung Atletico didenda € 3.000 dan dilarang hadir di semua fasilitas olahraga selama 12 bulan oleh komite anti kekerasan pemerintah Spanyol, karena meluncurkan balon yang menampilkan gambar Nazi.

Sama halnya dengan pendukung Marseille yang ditahan polisi setelah dua bentrokan terjadi sebelum pertandingan 16 besar Liga Eropa di kandang Athletic Bilbao, Maret lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here