priyo

1659 POSTS 0 COMMENTS

Diterima Masuk Harvard, Gelandang Dormund Buktikan Diri Tidak Cuma Jago Gocek

0
Nuri Sahin membuktikan pesepakbola juga bisa berprestasi di bidang akademis.
Nuri Sahin membuktikan pesepakbola juga bisa berprestasi di bidang akademis.
Nuri Sahin membuktikan pesepakbola juga bisa berprestasi di bidang akademis.
Nuri Sahin membuktikan pesepakbola juga bisa berprestasi di bidang akademis.

Sepak bola dan dunia pendidikan, keduanya bisa dikatakan bertolak belakang, tapi bukan berarti tidak bisa bersatu. Jika tidak percaya, coba lihat Nuri Sahin, gelandang Borussia Dortmund itu bisa menjadi bukti, bagaimana sepak bola tidak menghalangi untuk meraih sukses di bidang pendidikan.

Nuri Sahin bisa dikatakan menjadi pemain yang cukup langka, lantaran di tengah-tengah kesibukannya membela Dormund, ia tetap bisa membagi waktu untuk melanjutkan pendidikan di jenjang kuliah.

Nuri Sahin mengembangkan kepandaiannya sampai ke luar lapangan, hingga dirinya bisa diterima kuliah di jurusan manajemen olahraga di Harvard Business School (HBS), Boston, Amerika Serikat.

Gelandang milik Borussia Dortmund itu mengungkapkan kabar tersebut lewat Twitter pribadinya, dengan memaparkan bahwa ia telah diterima masuk sebagai mahasiswa dan akan membagi waktunya antara bermain bola dan belajar.

“Saya senang untuk memberitahu kalian bahwa saya sudah diterima di Harvard Business School! Sangat senang dengan programnya dan senang untuk bertemu [profesor] legendaris Anita Elberse,” tulis Sahin di Twitter.

Untuk diterima masuk di HBS tidaklah mudah, karena tingkat penerimaannya hanya 12 persen dan menurut penilaian The Guardian pada 2018, kampus itu menempati urutan ketiga terbaik di dunia. HBS sendiri hanya kalah dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Stanford University.

Terlepas kesibukan barunya ini, suporter Dortmund tidak perlu khawatir lantaran sang pemain akan membagi waktunya sebagai pesepakbola profesional dan bidang akademis.

Di PSG Cavani Akui Bermusuhan dengan Pemain ini

0
Edinson Cavani memang pernah bersitegang dengan Neymar di PSG beberapa waktu lalu.
Edinson Cavani memang pernah bersitegang dengan Neymar di PSG beberapa waktu lalu.
Edinson Cavani memang pernah bersitegang dengan Neymar di PSG beberapa waktu lalu.

Pada September tahun lalu, ada sebuah kejadian kurang menyenangkan yang melibatkan Neymar dan Edinson Cavani. Dalam pertandingan yang mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Lyon itu, Neymar dan Edinson Cavani berebut mengambil penalti.

Dalam prosesnya, dalam duel itu PSG berhasil membungkam Lyon 2-0. Hanya saja, insiden antara Neymar dan Cavani itu, seakan mempertegas adanya permusuhan antara kedua penyerang tersebut. Apalagi, sebelum kejadian tersebut, beredar rumor adanya ketegangan di lini depan PSG, pasca kedatangan Neymar di awal musim.

Waktu berlalu, dan akhirnya dalam sebuah wawancara dengan RMC Sport, Cavani mengaku insiden berebut penalti itu, memang membuat hubungannya dengan Neymar agak memanas. “Benar ada masalah ketika itu dengan Neymar,” buka Cavani saat di wawancara.

“Kemudian kami membahas ini bersama, saya bilang kepadanya, jika saya memiliki rekan setim yang dapat memenangkan penghargaan individu, maka saya akan melakukan segalanya untuk membantu mereka. Tapi mereka harus menempatkan target tim di posisi utama,” ungkap Cavani

Cavani melanjutkan, pada akhirnya pelan-pelan kami saling mengerti. “Saat terjadi insiden suporter menyiuli dan itu tidak bagus untuknya. Jika saya ada di posisi dia, saya tidak akan senang,” tambah pemain berambut gondrong itu.

Dalam wawancara itu, juga menjawab rumor soal dirinya yang dikabarkan akan pindah ke Juventus. Namun, ia menegaskan masa depannya ada di Parc des Princes, jika PSG memilih memperpanjang kisah cintanya dengan klub.

“Saya memiliki kontrak sampai 2020. Kisah cinta saya dengan klub ini telah tumbuh – saya sangat bahagia dengan PSG. Saya tentu ingin meraih target yang dibuat oleh klub. Saya memimpikan menang Liga Champions di sini,” tuntasnya. (Bby)

Mimpi Lars Stindl Bela Jerman di Piala Dunia 2018 Pupus

0
Mimpi Lars Stindl Bela Jerman di Piala Dunia 2018 Pupus.
Mimpi Lars Stindl Bela Jerman di Piala Dunia 2018 Pupus.
Mimpi Lars Stindl Bela Jerman di Piala Dunia 2018 Pupus.
Mimpi Lars Stindl Bela Jerman di Piala Dunia 2018 Pupus, setelah dirinya dibekap cedera serius di Bundesliga.

Piala Dunia 2018 yang akan akan berlansung di Rusia belum dimulai, namun kabar buruk sudah menimpa Jerman. Lars Stindl, pahlawan kemenangan Jerman di Piala Konfederasi 2017 lalu itu dikonfirmasi absen untuk gelaran Piala Dunia musim panas ini.

Penyerang Borussia Monchengladbach itu dipastikan tidak bisa tampil di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah mengalami cedera ligamen engkel melawan Schalke 04. Stindl mengalami cedera tersebut setelah berbenturan dengan penggawa Schalke, Thili Kehrer di menit ke-35 dalam hasil imbang 1-1 di Veltins Arena.

Cedera ini membuat pemain 29 tahun itu merasa hancur. “Untuk mengalami cedera buruk di titik sekarang benar-benar terasa berat. “Pertama-tama, saya tidak bisa membantu rekan setim saya di sisa musim dan kedua, ini sungguh pahit bahwa mimpi saya tampil di Piala Dunia praktis berakhir,” ujarnya dikutip dari laman resmi klub.

Adapun masalah yang menimpa Stindl ini, menjadi pukulan telak lainnya buat Jerman. Sebelum Stindl dipastikan gagal mentas di Piala Dunia 2018, Jerman juga sudah kehilangan Serge Gnabry yang juga cedera.

Dalam misinya mempertahankan gelar, di Rusia nanti, Jerman akan berada di Grup F. Di grup tersebut, tim Panzer akan saling jegal dengan Korea Selatan, Meksiko dan Swedia. (Bby)

Manchester City Naksir “Bocah Ajaib” Bayer Leverkusen

0
Leon Bailey menjadi penyerang muda masa depan yang diincar Manchester City.
Leon Bailey menjadi penyerang muda masa depan yang diincar Manchester City.
Leon Bailey bikin Pep kepincut lewat aksinya di Leverkusen.
Leon Bailey bikin Pep kepincut lewat aksinya di Leverkusen.

Seperti pepatah “mempertahankan lebih sulit dari pada mendapatkan”, jawara Liga Inggris musim 2017/2018, Manchester City, langsung tancap gas untuk bisa mempertahankan titel yang diraih musim ini. Demi memuluskan rencana tersebut, Manchester City sudah memulai perburuan pemain baru.

Terkait rencana tersebut, kabar teranyar menyebutkan City, serius untuk memboyong salah satu “bocah ajaib” yang saat ini mentas di Bundesliga, bersama Bayer Leverkusen. Pemain yang dimaksud adalah, Leon Bailey.

Seperti dilansir Bild, kampiun Liga Primer Inggris musim ini, Manchester City dikabarkan serius menginginkan Leon Bailey. Ketertarikan City, terhadap Bailey tidak lepas dari permintaan sang pelatih, Pep Guardiola.

Diketahui, Guardiola memang sedang mencari penyerang baru yang diproyeksikan sebagai pengganti Sergio “Kun” Aguero. Top skor sepanjang masa The Citizens tersebut memang masih diandalkan dan jadi pilihan utama. Namun usia dan situasi fisiknya yang mulai kerap cedera, membuat pihak klub mulai memikirkan penyerang alternatif yang masih belia.

Penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, memang menjadi target utama City. Namun Bild mengklaim, Bailey jadi alternatif utama, jika  Kylian Mbappe gagal diboyong. Tak sekadar alternatif, karena Guardiola disinyalir merupakan pengagum kualitas striker kelahiran Jamaika tersebut.

Sebagai catatan, di musim ini pemain berusia 20 tahun itu tampil mengesankan. Bersama Leverkusen, sepanjang musim ini Bailey sudah mencetak 12 gol dan enam assist di semua ajang dari 2.350 menit pertandingan. (Bby)

Gokil, Dua Fans Ini Bikin Crop Circle Logo Klub Kesayangan

0
Demi kecintaannya kepada klub, dua petani ini membuat crop circle Borussia Dortmund di lahan pertanian mereka.
Demi kecintaannya kepada klub, dua petani ini membuat crop circle Borussia Dortmund di lahan pertanian mereka.
Demi kecintaannya kepada klub, dua petani ini membuat crop circle Borussia Dortmund di lahan pertanian mereka.
Demi kecintaannya kepada klub, dua petani ini membuat crop circle Borussia Dortmund di lahan pertanian mereka.

Datang ke stadion untuk menunjukkan rasa cinta kepada klub kebanggaan adalah hal biasa, namun yang dilakukan Robin Voigtlander dan David Obenaus tergolong berbeda. Robin Voigtlander dan David Obenaus, yang berprofesi sebagai petani di Witten, Jerman ini, menunjukan rasa cinta kepada klub kesayangannya dengan cara yang tidak biasa.

Robin Voigtlander dan David Obenaus, merupakan fans setia Borussia Dortmund, untuk membuktikan cinta mereka kepada Die Borussen, kedua petani itu membuat crop circle, yang mengukir logo Borussia Dortmund.

Crop circle tersebut di buat di lahan rapeseed (bunga berwarna kuning yang dibudidayakan untuk diambil minyak dan bijinya. Gokilnya lagi, lahan yang digunakan untuk membuat crop circle itu, merupakan tanah milik bosnya!.

Garapan dua petani tersebut sudah didengar oleh pihak Dortmund yang bahkan mendedikasikan sebuah liputan khusus. Mereka pun lantas mengunggahnya ke akun media sosial untuk menyebarluaskannya kepada suporter yang ada di seluruh dunia.

Berbicara mengenai hasil karyanya ini, Voigtlander mengatakan, ide awal pembuatan Crop circle, berasal dari bos-nya. “Bos saya punya ide untuk melakukan ini 15 tahun lalu dan selalu ingin mewujudkannya,” ucap Voigtlander bercerita.

“Suatu malam kami pergi minum bir dan datang dengan sebuah ide. Peter (sang pemilik lahan) tengah berlibur selama satu pekan jadi seorang teman dan saya lantas mencobanya. Saya sendiri senang dengan tampilannya. Itu terlihat brilian; saya tidak bisa membayangkan yang lebih baik. Ini merupakan kombinasi dari hobi kami di dunia pertanian dan Borussia Dortmund,” ungkap Voigtlander menambahkan.

Sementara itu, David Obenaus, menambahkan, mereka menemukan logo Dortmund di internet dan mencetaknya. “Kemudian kami mengeluarkan kompas dan penggaris dan mulai menghitung dimensinya dan mengubahnya ke dalam proporsi yang tepat. Kemudian kami pergi ke lahan untuk melakukan pengukuran dan pengerjaan. butuh waktu 12 jam untuk menyelesaikan crop circle tersebut,” tuntasnya. (Bby)

Gara-gara Perbudakan, Mario Balotelli Berselisih dengan Kanye West

0
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.
Mario Balotelli tak menyukai pernyataan Kanye West soal perbudakan orang kulit hitam.

Bersama klub Perancis, Nice, performa Balotelli sebagai predator lapangan hijau, bisa dikatakan kembali tajam. Atas performanya tersebut, banyak yang berharap Balotelli kembali memperkuat timnas Italia.

Di sisi lain, meski performanya dinilai kembali moncer, hal tersebut tidak membuat sisi “bad boy” Balotelli hilang. Terbaru, pemain ber-paspor Italia keturunan Ghana itu, kembali berbuat ulah. Balotelli terlibat perselisihan, tapi kali tidak dengan sesama pemain atau pun pelatih. Balotelli terlibat perselisihan dengan rapper Kanye West.

Super Mario tak terima dengan pernyataan rapper asal Amerika Serikat itu, soal perbudakan orang kulit hitam. Diketahui Dalam sebuah wawancara, Kanye West melontarkan pernyataan tentang perbudakan.

Kanye secara kontroversial menyebut perbudakan orang kulit hitam pada masa lalu di bumi Amerika, seakan-akan merupakan sebuah “pilihan”. “Ketika Anda mendengar tentang perbudakan selama 400 tahun…selama 400 tahun? Kedengarannya seperti pilihan,” tutur suami Kim Kardhasian itu.

“Anda ada di sana selama 400 tahun, dan itu semua dari kalian? Ini seperti kita dipenjara secara mental,” lanjutnya.

Balotelli sebagai sosok imigran kulit hitam di Eropa, jelas dibuat tersinggung. Penyerang Nice tersebut pun mengecam pernyataan Kanye, melalui fitur Insta Sotry di akun Instagram resminya.

“Omong kosong macam apa yang keluar dari mulutmu? Sungguh? Perbudakan adalah pilihan? Saudaraku, serius, siapa yang mencuci otakmu?” kecam eks penyerang Inter Milan, Manchester City, dan AC Milan tersebut. (Bby)

Membumi, Pemain PSG ini Tidak Tahu Telah Patahkan Rekor Legenda Klub

0
Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor Zlatan Ibrahimovic di PSG.
Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor Zlatan Ibrahimovic di PSG.

 

Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor sang legenda PSG.
Edinson Cavani tak sadar dirinya sudah melewati rekor Zlatan Ibrahimovic di PSG.

Sebuah pencapaian spesial baru saja ditorehkan Edinson Cavani bersama Paris Saint-Germain. Bomber asal Uruguay itu, baru saja membawa PSG belum terkalahkan pada laga kandang Ligue 1 musim ini. Pencapaian tersebut diraih usai PSG bermain imbang 2-2 melawan Guingamp.

Hasil tersebut, membuat PSG masih tidak terkalahkan dalam partai kandangnya di Ligue 1 2017/2018, dengan rincian 17 kemenangan dan sekali seri. Tak ada tim Ligue 1 lain yang belum kalah di kandang sendiri musim ini, selain tim kampiun tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, penyerang berambut gondrong ini memboyong dua gol sekaligus. Kedua gol tersebut lahir di menit ke-75 dan 82, saat Les Parisien sedang ketinggalan dua gol.

Hal lain yang perlu dicatat, dalam pertandingan tersebut Cavani ternyata mengukir tinta pribadi. Dari catatan yang ada, sepasang gol tersebut, membuat Cavani menjadi pemain tersubur PSG di kancah Ligue 1, mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Ibrahimovic. Cavani kini memiliki 115 gol, unggul dua gol dari Ibra.

Uniknya, sang pemain tidak mengetahui dirinya telah mematahkan sebuah rekor milik Zlatan Ibrahimovic. “Saya tidak tahu sudah mengukir sebuah rekor baru, tapi saya senang sudah mengukir sepotong sejarah lagi dalam seragam ini,” kata Cavani seperti dikutip Omnisport. (Bby)

Kylian Mbappe “Ngebet” Berkolaborasi dengan Kante

0
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N'golo Kante di timnas Perancis.
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N'golo Kante di timnas Perancis.
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N'golo Kante di timnas Perancis.
Ekspresi Kylian Mbappe saat bersama N’golo Kante di timnas Perancis.

Kebersamaan Kylian Mbappe dan N’Golo Kante saat membela timnas Perancis, bukan tidak mungkin berlanjut ke Paris Saint-Germain. Kondisi tersebut tidak lepas dari, pernyataan Kylian Mbappe.

Menurut penyerang PSG itu, Kante adalah pemain yang sangat berkualitas. Dan jika Kante pindah ke PSG, Mbappe yakin level PSG akan semakin meningkat. “Kante adalah satu pemain yang saya inginkan di PSG, jika dilihat dari kebutuhan kami dan juga kualitas dari si pemain itu sendiri,” kata Mbappe kepada beIN Sports.

Jika dilihat dari prestasinya, kiprah Kante sebagai gelandang pengangkut air di Liga Inggris, memang terbilang moncer. Saat pindah ke Inggris pada 2015 silam dari Caen, Kante langsung mendapati musim perdana yang luar biasa.

Bayangkan saja, Kante bisa membawa Leicester City, menjuarai Liga Inggris. Padahal Leicester City sendiri, dikenal sebagai salah satu tim yang sering berada zona degradasi Liga Inggris.

Tidak cukup sampai disitu, saat memutuskan pindah ke Chelsea usai membawa Leicester City juara, Kante langsung membuktikan tajinya. Di musim perdananya bersama Chelsea, Kante langsung mempersembahkan gelar juara Liga Inggris kepada The Blues.

Dengan semua pencapaian tersebut, wajar jika Mbappe, “ngebet” memboyong kompatriotnya itu, untuk bahu membahu di PSG. “Saya pikir dia adalah pemain yang cocok dengan tim kami. Dia adalah orang Perancis dan memulangkan orang Perancis demi mengundang animo penonton tentu akan bagus,” tandasnya. (Bby)

Gagal ke Final Liga Champions, Ibu Pemain Bayern Munchen Meradang

0
Ibu James Rodriguez meradang!
James Rodriguez ketika di luar lapangan.
Ibu James Rodriguez meradang!
James Rodriguez ketika di luar lapangan.

Kegagalan Bayern Munchen lolos ke partai final Liga Champions musim ini, ternyata memberi luka yang cukup dalam Rubio Gomes. Mungkin tidak banyak yang mengetahui siapa itu Rubio Gomes. Lalu siapa itu Rubio Gomes? Dia adalah ibu dari punggawa Real Madrid yang saat ini sedang dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Yup, pemain yang dimaksud adalah James Rodriguez. Rubio Gomes sangat memperhatikan sepak terjang anaknya, termasuk selama berkarier bersama Munchen. Dan saat tim yang dibela anaknya kandas di Liga Champions, Rubio seakan tidak rela. Pasalnya Rubio menilai Munchen banyak dirugikan oleh tim tuan rumah.

Dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu, memang banyak yang menilai Bayern dirugikan keputusan wasit Cuneyt Cakir, tidak terkecuali Rubio Gomes. Pengadil asal Turki itu dinilai membuat beberapa keputusan yang kontroversial.

Di babak pertama misalnya, Cakir tidak memberi Bayern penalti meski Marcelo melakukan handball. Pun di awal babak kedua, pelanggaran Sergio Ramos kepada Robert Lewandowski juga tidak digubris.

Kembali ke Rubio Gomes. Dilansir ESPN, uneg-uneg Rubio atas keputusan kotroversial wasit ditumpahkan lewat sebuah sindiran di Twitter. “Kalau itu bukan handball lantas apa? Sangat sulit sepertinya,” cuit Rubio Gomez.

“Setiap kali saya melihat replay-nya, saya sangat terpukul,” Rubio menambahkan.

Di sisi lain, Rubio secara sportif memuji kiper Madrid, Keylor Navas, yang bermain apik di leg kedua dengan menggagalkan sejumlah peluang Bayern.

“Orang-orang sungguh menjengkelkan, mereka yang sedikit paham sepakbola, meski dia mereka adalah fans Madrid, pasti tahu ada empat penalti dari dua pertandingan. Kredit khusus untuk Keylor Navas,” tulis Rubio Gomez. (Bby)

 

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Mohon Maaf! Badai Cedera Turunkan Performa Pemain Ini

Striker Manchester United, Alexis Sanchez meminta maaf kepada fan setan merah. Ia melakukan gesture itu saat laga United melawan Cardiff City. Pada laga pamungkas...