priyo

2084 POSTS 0 COMMENTS

Biasanya Nggak Komen, Messi Soroti Kepindahan CR7  ke Juventus

0
Lionel Messi

Rivalitas antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi memang sudah lama terjadi. Termasuk ketika keduanya selalu menghiasi el clasico di tanah Spanyol selama beberapa tahun terakhir.

Komentar Messi atas hengkangnya Ronaldo ke Juventus pun akhirnya muncul ke ranah public. Lionel Messi mengungkapkan, kepergian CR7 saat wawancara dengan Catalunya Radio.

“Real (Madrid) adalah salah satu tim terbaik di dunia dan memiliki skuat yang sangat bagus. Tapi jelas, kehilangan Cristiano (Ronaldo) membuat mereka jadi kurang bagus dan yang pasti membuat Juventus menjadi favorit untuk memenangkan Liga Champions musim ini,” ujar Messi.

La Pulga berkomentar soal kans Ronaldo Madrid dan Juventus saat sang mega bintang harus hengkang. Secara spesifik Messi mengaku terkejut atas pindahnya bintang Portugal tersebut itu ke Juventus.

“Itu mengejutkanku melihat Ronaldo pindah. Aku tidak pernah membayangkan dia akan pindah dari Madrid atau hengkang ke Juventus. Ada banyak tim terbaik di dunia yang menginginkannya. Itu sangat mengejutkanku, tapi ia pindah ke tim yang sangat bagus,” lanjut Messi.

Selain Ronaldo, Messi juga mengomentari para penggawa anyar Barca. Seperti diketahui, beberapa nama menghiasi skuad Barca di musim 2018-19. Diantaranya Clement Lenglet, Arthur, Malcom, dan Arturo Vidal. Di antara sekian nama itu, ia fokus mengomentari kedatangan Arthur dari Gremio.

“Saya tidak tahu banyak soal Arthur sebelumnya, tapi sekilas ia sangat mirip Xavi. Dia sangat nyaman dan bisa diandalkan dengan bola di kakinya. Dia bermain seperti para alumnus La Masia pada umumnya. Dia sangat bagus bermain di bola-bola pendek dan dia juga jarang kehilangan bola. Dia beradaptasi sangat cepat dengan sistem di tim kami,” ujar penyerang Argentina tersebut soal Arthur.

Keren, Sadio Mane Lalukan Aksi Bersih-bersih Masjid

0

Liverpool melaju dengan baik di awal musim Liga Inggris. Tercatat Liverpool sudah mencatatkan empat kemenangan di empat laga awal. Dengan hasil itu, Liverpool untuk sementara berada di puncak klasemen Liga Inggris.

Selain Muhamed Salah yang memang sudah moncer sejak musim lalu, keberhasilan Liverpool sejauh ini tidak lepas dari aksi impresif Sadio Mane.

Pemain asal Senegal itu sudah bikin empat gol dan memimpin daftar top skorer sementara. Berkat kontribusinya sejauh ini bersama Liverpool, Sadio Mane menjadi sorotan banyak pihak

Lebih kerennya lagi, kontribusi apik Sadio Mane tidak hanya terjadi di atas lapangan hijau. Mane rupanya juga mengundang decak kagum lewat aksi di luar lapangan.

Apa sebenarnya yang dilakukan Mane di luar lapangan?

Terbaru dan sedang menjadi viral, adalah aksi Mane bersih-bersih toilet sebuah masjid. Aksi mane tersebut, diketahui dari video yang diunggah imam asal London, Khalil Laher, ke akun Twittenya.

Dalam video yang kini menjadi pembicaraan itu, terlihat jelas Mane tengah membersihkan area wudu dan toilet di masjid Al-Rahma, yang merupakan tempat ibadah tertua bagi umat muslim di Liverpool.

Pada video itu, Mane bersama seorang pria serta bocah laki-laki tampak sedang menyikat lantai keramik dengan air sabun dan setelah itu membersihkan agar tidak licin. Di sela-sela menyuci tempat wudu, Mane sesekali bercanda dengan bocah tersebut sambil memercikkan air.

Mereka pun saling tertawa karena ulah Mane tersebut. Laher pun lantas mengucap “Masya Allah” saat melihat aksi Mane tersebut yang lantas diunggahnya.

Jika dirunut ke belakang, sebelum aksi bersih-bersih toilet masjid, Mane sudah banyak melakuan kegiatan simpatik. Salah satunya, setial berhasil mencetak gol, biasanya Mane melakukan selebrasi dengan sujud dan menunjukkan telunjuk ke langit.

Aksi lain yang salalu diingat, sebelum final Liga Champions kontra Real Madrid, Mane menyumbangkan 300 jersey Liverpool untuk warga di kampung halamannya, Bambali.

Jose Mourinho Pilih Kasih!!

0

Jika diibaratkan, hubungan Jose Mourinho dengan anak asuhnya di Manchester United, layaknya sebuah sinetron yang penuh dengan drama. Mourinho tidak sungkan mengkritik anak buahnya, jika mendapat hasil buruk. Bahkan Mourinho, tidak ragu memberi pendapat yang berbeda padahal anak asuh membuat kesalahan dalam sebuah laga.

Situasi inilah yang sedang dihadapi oleh Paul Pogba dan Marcus Rashford. Dalam lanjutan Liga Inggris antara MU melawan Burnley, Paul Pogba dan Marcus Rashford membuat kesalahan fatal. Beruntung hasil akhir pertandingan dimenangi dengan MU skor 2-0.

Kembali ke soal Pogba dan Rashford. Keduanya memang membuat kesalahan fatal, pada laga tersebut Pogba gagal mengeksekusi penalti. Sepakan Pogba ke sudut bawah gawang Burnley bisa ditebak oleh kiper Joe Hart. Sedangkan Rashford bertindak berlebihan, sehingga akhirnya di kartu merah.

Hanya saja Mourinho, memberi respon yang berbeda terhadap kelakukan Pogba dan Rashford. Walau sempat dikabarkan tidak akur, Mourinho menolak menyalahkan kegagalan Paul Pogba mengeksekusi penalti.

“Saya tidak pernah menyalahkan seorang pemain karena gagal penalti. Saya justru menyalahkan mereka yang menolak untuk mengambilnya. Toh Paul pernah membuat gol-gol penalti yang bagus untuk kami,” sahut Mourinho kepada BBC Match of the Day.

Di sisi lain Mourinho justru bersikap sinis terhadap Rashford. Penyerang Inggris itu meninggalkan permainan lebih dini karena tak terima diterjang Phil Bardsley. Rashford membuat reaksi yang tidak perlu dengan menanduk pemain lawan.

“Saya tidak tahu jelas apa yang terjadi. Saya akan mengatakan bahwa itu naif. Kejadian itu di antara seorang bocah dan seorang yang sangat berpengalaman. Bardsley sudah bermain sepakbola selama 20 tahun dan Marcus adalah bocah yang naif,” tukas Mourinho.

Bikin AC Milan Lebih “Galak” Gennaro Gattuso Bisa Sesukses Antonio Conte

0
posisi pelatih AC Milan, Gennaro gattuso

Semenjak menduduki kursi pelatih AC Milan sejak akhir 2017 setelah nahkoda sebelumnya, Vincenzo Montella, didepak lantaran rentetan hasil buruk, sejatinya Gennaro Gattuso belum bisa memberi tropi kepada Rossoneri.

Bahkan banyak pihak memprediksi Gattuso tidak akan bertahan lama di AC Milan. Anggapan itu tidak berlebihan, pasalnya rekam jejak Gattuso, tidak pernah melatih klub besar. Tidak hanya itu, prestasi Gattuso saat melatih juga tidak bagus-bagus amat. Gattuso pun beberapa kali harus dipecat, sebelum akhirnya melatih AC Milan.

Seiring berjalannya waktu, gaya melatih Gattuso mulai memberi dampak positif kepada AC Milan. Paling terlihat bagaimana, Gattuso bisa memotivasi anak asuhnya untuk terus “berkelahi” sepanjang pertanding. Alhasil dengan semangat pantang menyerah itu, AC Milan bisa terlihat menyulitkan lawan-lawannya.

Melihat wajah AC Milan yang berubah lebih baik, perlahan banyak pihak menilai Gattuso bisa sukses seperti Antonio Conte saat masih melatih Juventus. Penilaian itu, salah satunya disampaikan mantan rekan setim Gattuso di Perugia dan Rossoneri, Federico Giunti.

Pernyataan tersebut disampaikan Giunti usai dirinya melihat langsung, bagaimana AC Milan racikan Gattuso bisa mengalahkan AS Roma dalam lanjutan Serie A. Pria berumur 47 tahun tersebut bahkan sampai melabeli rekan setimnya itu sebagai Antonio Conte yang baru.

“Orang-orang percaya bahwa mereka butuh pelatih terkenal untuk membalikkan keadaan, seperti Conte, tapi Rino bisa menjadi Conte yang baru. Dia butuh diberi kepercayaan diri dan dibolehkan bekerja tanpa tekanan,” ujar Giunti kepada La Gazzetta dello Sport.

Giunti mengaku suka dengan gaya bermain Milan saat diasuh Gattuso. Sebab dalam pandangannya, pelatih berumur 40 tahun tersebut tidak melepaskan unsur-unsur khas yang diyakininya memang milik Rossoneri.

“Saya suka Milan-nya dan dia mencoba untuk mengikuti jejak pelatih Milan sebelumnya dengan memainkan sepak bola indah. Hari ini Milan menyerang, positif, dan selalu mencoba memainkan bola dari belakang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giunti pun meyakini posisi Gattuso masih aman. “Saya yakin Leonardo dan Paolo Maldini akan melindunginya selama masa sulit. Kegigihannya selalu menjadi kekuatan terbesarnya, bahkan sebagai pemain,” ucapnya.

Teknologi ini, Bikin Luis Suarez Hilang Selera Usai Cetak Gol

0

Walau masih ada pro kontra, keberadaan video assistant referee (VAR), benar-benar merubah wajah sepakbola. Hal ini sudah terlihat pada gelaran Piala Dunia 2018, yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Usai Piala Dunia, VAR mulai diterapkan di beberapa liga top Eropa, salah satunya La Liga Spanyol. Dampak Kehadiran VAR pun langsung dirasakan oleh Luis Suarez.

Suarez sendiri menilai, adanya VAR membuat dirinya hilang selera untuk merayakan gol. Kok begitu?

Semua berawal dari laga Barcelona kontra Huesca di Camp Nou. Dalam lanjutan La Liga, tersebut Blaugrana menghantam tamunya dengan skor 8-2, setelah sebelumnya tertinggal duluan saat laga baru jalan tiga menit.

Lionel Messi membuat skor berimbang 1-1 di menit ke-16 dan disusul oleh gol bunuh diri Jorge Pulido untuk membuat Barca balik unggul. Suarez memperbesar keunggulan Barca menjadi 3-1 di paruh pertama.

Suarez berhasil mencetak gol di menit ke-39. Gol tersebut, adalah yang pertama bagi Suarez di musim ini. Usai mencetak gol, disinilah Suarez merasa kehilangan selera.

Suarez sedikit terganggu dalam merayakan golnya, sebab wasit Mario Melero Lopez harus meninjau ulang lewat VAR lebih dulu apakah Suarez dalam posisi offside atau tidak.

“Ketika Anda punya keraguan dengan VAR, Anda akan kehilangan adrenalin dan keinginan untuk merayakannya,” kata Suarez seperti dikutip dari Sportskeeda.

“Itu adalah pukulan untuk kebahagiaanmu. Kamu tidak bisa membuat kesalahan karena semuanya begitu terkontrol,” sesal Suarez.

Dalam prosesnya, di babak kedua, Barca menggila dengan gelontoran lima gol tambahan. Gol-gol itu lahir lewat Ousmane Dembele, Ivan Rakitic, Lionel Messi, Jordi Alba, dan ditutup dengan penalti Suarez.

Pemain ini Cibir Hobby Klub Liga Inggris yang Boros Belanja

0

Sebuah langkah tidak biasa dibuat oleh Tottenham Hotspur, dalam menghadapi Liga Inggris musim ini.

Ya, ketika klub-klub Liga Inggris melanjutkan tradisi, belanja besar-besaran yang sudah berlangsung dalam beberapa musim ke belakang. Tottenham Hotspur justru sama sekali tidak membeli pemain baru di bursa transfer.

Walau tidak belanja pemain sama sekali, sejauh ini penampilan Tottenham Hotspur di pekan-pekan perdana Liga Inggris tetap menjanjikan.

Terkait dengan hobby tim Liga Inggris yang boros belanja pemain, Eric Dier, angkat bicara. Gelandang Spurs itu menilai, belanja besar bukan merupakan satu-satunya solusi tampil bagus.

“Saat tim besar menjalani musim buruk, orang-orang bilang bahwa mereka harus melakukan belanja 200-300 juta pound sterling, saya cuma berpikir itu gila,” kata Dier seperti dilansir Mirror.

“Mereka melihat pada sisi yang salah andai mereka berpikir bahwa mereka harus membelanjakan sebanyak itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Dier menuturkan, keberhasilan suatu klub tergantung pada banyak hal, bukan hanya soal pemain mahal.

“Tentu saja saya mengerti bahwa mendatangkan pemain bintang bisa jadi salah satu, cara mendapat sukses. Hanya saja banyak faktor lain yang harus diperhatikan,” bebernya

“Budaya yang anda ciptakan di tempat latihan, hubungan antar pemain, hingga atmosfer ruang ganti, itu berpengaruh. Ada 50 faktor berbeda, yang bisa jadi penentu,” tegas Dier.

Sebagai catatan, Spurs memang tidak belanja pemain awal musim ini. Akan tetapi, klub Inggris lain tetap royal membeli pemain baru.

Dari data yang ada, Liverpool menjadi klub yang paling banyak belanja di musim ini. Mereka membelanjakan 167,9 juta pound sterling.

The Reds mendatangkan mendatangkan beberapa pemain top, yang paling mahal adalah Alisson Becker. Kiper Brasil itu ditebus dari AS Roma dengan nilai transfer sekitar 67 juta pound sterling.

Sementara itu, Chelsea membelanjakan sebanyak 128,6 juta pound sterling. Kepa Arrizabalaga merupakan pembelian termahal dengan nilai transfer sekitar 71,6 juta pound sterling.

Meski tak banyak belanja musim ini, duo Manchester, Manchester United dan Manchester City, sudah belanja mahal sebelum-sebelumnya.

Lebih dari 200 juta pound sterling dibelanjakan untuk memperkuat lini belakang. Sementara itu, MU mendatangkan beberapa pemain mahal, Romelu Lukaku dan Paul Pogba merupakan deretannya.

Spurs sendiri, walau tidak belanja pemain baru, performanya di awal liga tetap menjanjikan. Di dua laga awal, Spurs sudah selalu menang saat berhadapan dengan Fulham dan Manchester United.

Ngeri, Jurus Tamparan Zlatan Ibrahimovic, Kembali Makan Korban

0

Zlatan Ibrahimovic menjadi salah satu pesepakbola yang “ganas”, saat berlaga di atas lapangan hijau. Sayang, karena terlewat ganas, Ibrahimovic tidak jarang harus berhadapan dengan masalah.

Ya, Ibrahimovic kembali mendapat masalah akibat sikap ganasnya saat berlaga dilanjutan Major League Soccer (MLS).

Seperti dilansir The Sun, pemain asal Swedia itu diganjar denda, lantaran kedapatan menampar pemain lawan saat memperkuat LA Galaxy.

Insiden berlangsung saat Ibrahimovic, bersama timnya, LA Galaxy menjalani derbi melawan LAFC, belum lama ini. Layaknya laga derbi, tensi panas terjadi di laga tersebut.

Pada pertandingan itu, para pemain sempat terlibat aksi saling dorong. Puncaknya, dalam situasi saling dorong itu, Ibrahimovic lepas kendali dan menampar Lee Nguyen.

Insiden ini sempat tertangkap kamera dan rekaman videonya tersebar di media sosial. Dalam gambar tersebut, tampak tangan Ibrahimovic tengah mendarat di wajah Lee.

“Tidak terlalu yakin mengenai aturan MLS, tapi saya rasa menampar pemain lain tidak apa-apa belakangan ini,” tulis Lee menanggapi foto yang tersebar di media sosial itu.

“Jadi kita harus juga meletakkan tangan di wajah pemain lain. Aturan dibuat agar permainan tetap indah,” tambah Lee lewat akun Twitter-nya.

Sebagai catatan, ini bukanlah tamparan pertama yang dilayangkan Ibrahimovic selama tampil di MLS. Mantan pemain Manchester United itu sebelumnya juga melakukan hal yang sama kepada pemain Montreal, Michael Petrasso. Akibatnya, Ibrahimovic diganjar kartu merah oleh wasit.

Kembali ke kasus tamparan teranyar. Akibat ulahnya terhadap Lee, Ibrahimovic pun dijatuhi denda. Hanya saja, tidak disebutkan berapa besaran denda yang didapat Ibrahimovic, atas aksi tamparan tersebut.

Waduh, Unai Emery Haramkan Pemain Arsenal Minum Jus Buah

0

Jus buah selama ini tentu saja identik dengan minuman yang menyehatkan. Tapi jangan tanyakan hal itu kepada pelatih Arsenal, Unai Emery. Sebuah keputusan tidak biasa diambil, Unai Emery terkait aktivitas minum jus.

Unai Emery melakukan perubahan besar-besaran di tubuh Arsenal. Tidak hanya dalam urusan taktik, pelatih asal Spanyol itu juga fokus terhadap kebugaran para pemainnya.

Bahkan demi meningkatkan performa para pemain, Emery tidak ragu mengeluarkan kebijakan yang tidak populer. Salah satu peraturan tersebut, yakni larangan mengkomsumsi jus buah.

Emery mengharamkan pemain meminum jus buah, karena dianggap tinggi kandungan gulanya.

Tidak hanya soal jus buah, dilaporkan Mirror, Emery juga sangat memperhatikan menu makanan para pemainnya. Mereka diminta untuk mengurangi daging dan memperbanyak makan ikan, sayur-sayuran, dan buah yang direbus.

Itu semua ternyata belum cukup, dalam laporan yang sama, Emery membangun tenda besar di lokasi latihan The Gunners di London Colney HQ.

Tenda itu berisi alat-alat fitnes terbaru yang bakal digunakan para pemain The Gunners di sela-sela latihan guna meningkatkan kondisi fisik mereka.

Jika boleh melihat ke belakang, aturan ketat sebenarnya sudah dimulai sejak Arsenal ditangani oleh Arsene Wenger. Pelatih asal Prancis itu sebelumnya juga sangat memperhatikan diet para pemain The Gunners.

Wenger merupakan sosok yang mengubah budaya minum-minum di skuat Arsenal. Dia lalu menggantinya dengan program diet ketat untuk menjaga kebugaran para pemainnya.

Hanya saja masih menurut laporan, Mirror, aturan yang diterapkan Emery jauh lebih berat. Meski demikian, tidak ada penolakan dari pemain. Sejauh ini, dengan senang hati mengikutinya.

Namun sejauh ini, Emery belum menunjukkan hasil memuaskan sebab Arsenal baru meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan Arsenal di awal musim.

Makin Tua, Valentino Rossi Galau

0

“Galau”, perasaan tersebut sepertinya sedang menyelimuti hati Valentino Rossi. Diusianya yang tidak lagi muda, karier Rossi di lintasan balap MotoGP, saat ini bisa dikatakan ada di persimpangan jalan.

Sejatinya Valentino Rossi tetap menjadi pembalap tim Movistar Yamaha setidaknya hingga 2020 mendatang. Hanya saja setelah itu, bagaimana nasib juara dunia tujuh kali di kelas utama MotoGP?

Sejauh ini Rossi memang belum memutuskan masa depannya. Alhasil nasib Rossi, banyak menjadi bahan spekulasi dikalangan pencinta MotoGP.

Jika memutuskan untuk membalap, Rossi dipastikan semakin mempertegas posisinya sebagai “Singa Tua” di MotoGP. Pasalnya usia Rossi akan menyetuh angka 42 tahun, saat kontraknya nanti habis di tahun 2020.

Disinggung mengenai rencana pembaruan kontrak setelah masa baktinya bersama Yamaha berakhir pada 2020, Rossi mengaku belum bisa memberikan penjelasan terkait hal itu.

“Saat ini, sejujurnya saya belum tahu. Dalam dua tahun, saya akan memutuskan apakah akan melanjutkan atau berhenti,” kata Rossi dikutip dari Motorsport-Total,

Rossi menambahkan berhubung kontraknya bersama Yamaha baru berakhir pada 2020, maka ia akan mencoba menikmati setiap balapan. Bagi pembalap asal Italia, bukan hal yang mudah untuk memutuskan pensiun dari MotoGP.

Apalagi saat ini Rossi masih dinilai kompetitif. Buktinya, diumurnya yang sudah tidak muda lagi, ia mampu membuntuti Marc Marquez.

Saat ini, di klasemen MotoGP, Rossi ada di posisi kedua, nilainya terpaut 59 poin dari Marquez yang ada di posisi 1.

Dilain sisi, Rossi juga menyadari dirinya tidak lagi muda. Karenanya cepat atau lambat, The Doctor mengatakan, hanya masalah waktu dan jika sudah tepat, maka ia akan memutuskan pensiun.

Kendati demikian, Rossi sadar bahwa tidak selama ia bisa tetap membalap di lintasan MotoGP. Dikatakannya, ini hanya masalah waktu dan jika sudah tepat, maka ia akan memutuskan pensiun.

Masalahnya saya semakin tua dan akhirnya saya harus berhenti (pensiun). Jika saya pensiun, maka itu akan menjadi momen yang sangat menyedihkan,” ungkap Rossi.

“Balapan adalah hidup saya, jika saya berhenti balap sepeda motor, saya ingin melanjutkan dengan mobil. Tapi yang jelas saya akan terus bekerja dengan pembalap muda dari Akademi, karena saya telah membangun pembalap hebat di kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP,” pungkas Rossi.

Baper, Cristiano Ronaldo Gagal Jadi Pemain Terbaik, Agen-nya Ngambek

0
Kartu Merah Ronaldo

Ada yang berbeda dalam malam anugerah pesepakbola Eropa. Tidak ada nama Cristiano Ronaldo, sebagai pemain paling hebat di Eropa.

Ya, Cristiano Ronaldo secara mengejutkan gagal meneruskan dominasinya, sebagai peraih gelar Pemain Terbaik UEFA. Gelar Pemain Terbaik UEFA 2017/18, kali ini didapat oleh Luca Modric.

Kegagalan Ronaldo menciptakan hat-trick sebagai Pemain Terbaik UEFA, ternyata membuat sang agen Jorge Mendes, ngamuk.

Sepakbola dimainkan di lapangan dan di situlah Cristiano menang,” Mendes mengatakan kepada Record, yang dikutip FourFourTwo.

“Dia mencetak 15 gol, membawa Real Madrid menaklukkan Liga Champions tiga kali beruntun. Ini konyol, memalukan. Pemenangnya tidak diragukan karena Ronaldo adalah yang terbaik di posisinya,” sembur superagen itu.

Jika melihat kiprah Ronaldo di Eropa sepanjang tahun lalu, penyataan Mendez tidak berlebihan.

Secara statistik, megabintang sepakbola Portugal itu berpengaruh dalam sukses Madrid memenangi gelar Liga Champions ketiga berturut-turut. Sebanyak 15 gol dibukukan Ronaldo dalam 13 pertandingan termasuk enam gol di fase knockout.

Tapi Ronaldo memang tidak lagi mencetak gol sejak membobol gawang Juventus di perempatfinal leg kedua.

Kemudian di Piala Dunia, Ronaldo cuma sampai babak 16 besar bersama Portugal. Di turnamen musim panas itu, pesepakbola berusia 33 tahun ini mencetak empat gol di fase grup saja.

Entah karena mengetahui dirinya gagal jadi yang terbaik, Ronaldo sendiri memilih tidak datang di malam penghargaan yang digelar di Monako. Sejauh ini, Ronaldo tidak memberikan penjelasan resmi tapi Juventus mengatakan bahwa pemainnya itu absen atas keputusan pribadi.

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Robert Rene Alberts : PT LIB Beri Keistimewaan Persija

Robert Rene Alberts merasa heran dengan keputusan PT LIB di laga terakhir Persija Jakarta. Pasalnya, Macan Kemayoran diizinkan untuk memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurutnya, di...