Miralem Pjanic Melawan Rasisme di Sepakbola Italia

0
190

Miralem Pjanic kembali merasakan bagaimana aksi rasisme, masih menjadi “musuh” besar di sepakbola Italia. Pjanic menjadi target ejekan rasialisme saat laga Juventus melawan Brescia.

Dilansir Calciomercato, Pjanic jadi korban nyanyian rasialisme dari suporter tim tuan rumah. Suporter Brescia meneriakkan ‘Zingaro’ yang berarti ‘Gypsi’ dalam bahasa Inggris.

Gypsy merupakan cercaan rasialisme mengacu kepada orang Romani atau Bohemian. Karena itu lah mereka mengejek Pjanic yang merupakan pemain asal Bosnia-Herzegovina.

Ejekan kepada Miralem Pjanic bukanlah kejadian pertama di Serie A pada musim ini. Pemain seperti Romelu Lukaku, Franck Kessie, dan Dalbert Henrique telah menjadi sasaran aksi rasialisme pada musim ini.

Sadar akan tindakan rasisme yang semakin menjadi di sepakbola negeri pizza, Pjanic pun melakukan perlawanan.

Gelandang Juventus itu mengirimkan pesan yang emosional melalui media sosial. Pemain asal Bosnia itu meminta para pecinta sepak bola Italia untuk menghentikan perbuatan tersebut.

“Kami adalah pemain sepak bola, kami adalah penggemar, kami sangat bersemangat. Kami bersemangat untuk pertandingan, untuk gol, untuk kemenangan. Sorakan dan ejekan dari lawan memberi kami energi.”

“Namun, dari empat hinaan gila yang ada di stadion akan membuat mereka minder, mari kita pastikan mereka tidak merasakannya lagi. Untuk semua penggemar lain saya hanya bisa bertepuk tangan,” singgung Miralem Pjanic.

Pesan Miralem Pjanic itu mendapat banyak respons positif dari berbagai kalangan, termasuk rekan satu timnya di Juventus, yakni Blaise Matuidi.