Sepanjang tahun 2018 hingga awal 2019, kehidupan pribadi Cristiano Ronaldo nampaknya belum bisa jauh dari kabar miring.

Berawal dari kasus dugaan pemerkosaan Cristiano Ronaldo yang kembali memanas. Diketahui Kathryn Mayorga, wanita asal Amerika Serikat, mengaku diperkosa Ronaldo pada 2009.

Kejadian satu dekade lalu ia buka kembali, dan kini penyerang Juventus itu tengah diselidiki. Sejauh ini belum ada tanda-tanda jika kasus itu akan berakhir damai.

Saat kasus dugaan pemerkosaan belum akhir, Ronaldo kembali diterpa kabar miring. Terbaru, Jasmine Lennard, model sekaligus bintang reality show ‘Celebrity Big Brother’ di Twitter, kembali menambah panas kehidupan pribadi Ronaldo.

Model yang dikabarkan sempat dekat dengan Ronaldo, mengaku menjadi korban kekerasan Cristiano Ronaldo, bahkan beberapa kali mendapatkan ancaman.

Usut punya usut, Jasmine akhirnya memutuskan angkat bicara karena ingin membantu Kathryn Mayorga, wanita yang melaporkan ayah 4 anak itu atas tindakan pemerkosaan

Lewat akun Twitternya, @Jasminelennard, ia meminta Kathryn agar menghubunginya. Jasmine mengaku punya informasi.

“Setelah banyak berpikir, saya menghubungi Kathryn Mayorga dan tim hukumnya untuk menawarkan bantuan saya dalam tuduhan pemerkosaannya terhadap @Cristiano, silakan hubungi saya. Saya memiliki informasi yang saya yakin akan bermanfaat bagi kasus Anda dan saya ingin membantu Anda,” cuit Jasmine.

Jasmine juga mengungkap sifat-sifat Ronaldo semasa menjalin hubungan. Ia menyebut Ronaldo psikopat dan pembohong besar.

“Semua Kebohongan mengelilingi anak-anaknya dan ibunya. Dia seorang pembohong. Seluruh hidupnya adalah kebohongan,” ujarnya.

Namun, pihak Cristiano Ronaldo tak tinggal diam. Dikutip dari TMZ, pihak Ronaldo pesepakbola membantah tudingan Jasmine Lennard.

“Tudingan tersebut salah dan merupakan pencemaran nama baik,” tegasnya.

Mereka pun melaporkan Jasmine dan membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

Ronaldo sendiri sudah membantah tuduhan tersebut. Berkali-kali ia percaya bakal bebas dari tuduhan tersebut sebab merasa tak bersalah