Laga AC Milan kontra Juventus di pekan ke 12 Liga Italia musim 2018/2019, bisa dikatakan menjadi salah satu pertandingan paling diingat oleh Gonzalo Higuain selama berkarier di Italia.

Maksud hati ingin membuktikan diri kepada mantan klub, Higuain yang kini membela AC Milan, justru malah gagal total.

Dalam laga tersebut, Higuain dibuat tidak berkutik oleh lini belakang Juve. Bahkan, saat Higuain dapat kesempatan emas mengeksekusi penalti, tendangan bomber asal Argentina tersebut bisa ditepis kiper Juve.

Malam buruk bagi tidak berhenti disitu saja. Puncak kemalangan Higuain malam itu, adalah hadiah kartu merah lantaran sang bomber melakukan protes yang berlebihan.

Insiden ini berawal ketika Higuain dikartu kuning karena dinilai melanggar Medhi Benatia. Mantan pemain Napoli itu kemudian meluapkan kemarahannya di hadapan wasit dan langsung mendapat kartu merah.

Diganjar kartu merah, Higuain semakin emosi. Ia bahkan sampai harus ditenangkan oleh rekan-rekannya dan beberapa pemain Juve. Saat meninggalkan lapangan, striker 30 tahun itu berurai air mata.

Dalam prosesnya Higuain meminta maaf atas kartu merah yang didapat. Dirinya mengaku salah atas reaksinya yang berlebihan.

“Saya harus minta maaf kepada teman-teman setim, pelatih, fans, dan wasit, yang tahu apa yang saya katakan kepadanya. Di saat bersamaan, wasit harusnya mengerti emosi saat itu,” ujar Higuain kepada┬áSky Sport Italia.

“Ketika Anda bermain melawan klub lama, jelas rasanya berbeda. Saya bertanggung jawab, saya tahu itu tidak boleh terjadi lagi, tapi saat itu kami tertinggal dan kami bukan robot. Kami adalah manusia, punya emosi.”

“Saya salah, saya minta maaf dan saya harap tidak akan terjadi lagi. Saya adalah orang dan pemain yang sangat emosional, jadi kadang sulit mengontrol sentimen. Anda bisa tahu hanya dari melihat seperti apa mood saya,” lanjutnya.

Higuain melanjutkan jika reaksi dirinya yang terlalu berlebihan, tidak layak dicontoh.

“Saya tahu itu bukan contoh yang bagus untuk anak-anak, tapi kami bukan robot. Saya tahu reaksi saya salah, tapi wasit juga harusnya menyadari situasi dan sedikit lebih pengertian,” urainya.

“Dalam kasus saya, secara khusus, seperti yang pelatih bilang, saya terlalu mengambil hati dan terlalu marah. Saya tahu saya harus mengendalikan diri saya dan belajar untuk lebih kalem,” katanya.

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kekalahan untuk Milan. Rossoneri harus mengakui keunggulan Juve dengan skor 0-2.

Atas hasil tersebut, misi AC Milan bertahan di empat besar gagal. Bahkan, kini posisi AC Milan di papan klasemen turun satu tingkat, ke peringkat 5.