Jahatnya Sikap Messi Kepada Tite!!!

0
74

Argentina baru saja melakoni laga persahabatan klasik, kala bersua dengan Brazil. Dalam laga di King Saud University Stadium, Arab Saudi, gol tunggal Lionel Messi membawa Argentina menang tipis 1-0 atas Brasil.

Selain menjadi penentu kemenangan pertemuan kontra Brasil, menjadi laga comeback Messi membela Argentina, usai mendapat larangan tampil tiga bulan akibat menghina CONMEBOL di Copa America 2019.

Secara umum performa Messi di laga come back-nya terbilang baik, namun performa apik pemain 32 tahun tersebut tercoreng oleh tindakannya memprovokasi pelatih Brasil, Tite.

Yup, Dilaga tersebut Messi kedapatan menunjukan gestur menyuruh diam, pelatih 58 tahun ini. Ia terlihat menaruh jari telunjuknya di mulut, yang kabarnya disebabkan oleh protes yang dilontarkan Tite.

Sikap Messi itu disayangkan banyak pihak, terutama kubu Brasil, salah kecaman datang dari Thiago Silva.

Dilansir Metro, Silva menilai Messi tak sekadar memprovokasi Tite, namun juga berupaya mengintimidasi wasit sepanjang laga.

“Dia (Messi) seperti ingin menguasai pertandingan. Dia menendang dua pemain dan wasit tak melakukan apapun. Saya sedang berdebat dengan wasit dan dia terus tertawa. Anda seharusnya mengesampingkan rasa kagum,” ujar Silva

“Dia selalu terlihat meminta wasit untuk memberi mereka tendangan bebas. Saya berbicara dengan pemain yang bermain di Spanyol dan hal yang sama terjadi. Dia ingin menguasai laga dan mempengaruhi wasit,” kecam Silva.

Lebih lanjut Silva merasa wasit terlalu segan kepada Messi, yang saat ini dianggap sebagai pemain terbaik di dunia. Kapten Brasil ini juga menyarankan para pengadil lapangan, bertindak seperti wasit di Liga Champions yang sangat tegas sehingga Messi tak berusaha melakukan intimidasi.

“Di Liga Champions, dia tidak bisa mendapat keuntungan karena wasit lebih tegas. Anda tidak akan melihatnya berusaha terlalu banyak untuk memerintah,” tutur bek Paris Saint-Germain ini menambahkan.

“Ada wasit yang terlalu kagum kepadanya. Sehingga condong memihak kepadanya. Sangat sulit untuk dipahami ketika kita berbicara tentang rasa hormat di lapangan namun salah satu pemain yang paling dikagumi di dunia melakukan tindakan seperti itu. Anda tidak hanya melakukan hal itu kepada orang tua tetapi karena itu adalah seorang pelatih,” jelasnya.

“Meski ada rivalitas, respek harus didahulukan,” kata Silva menegaskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here