Soal Ancaman Liverpool Mundur dari Piala Liga Inggris, Ini Bukan yang Pertama

0
168

Liverpool baru saja melewati laga “gila” kala bersua Arsenal di Piala Liga Inggris. Laga tersebut diwarnai hujan gol, dimana Liverpool dan Arsenal masing-masing mencetak 5 gol di waktu normal 90 menit. Setelah berimbang 5-5 selama 90 menit, Liverpool akhirnya lolos ke babak perempat final setelah menang adu penalti 5-4.

Kelolosan Liverpool ini mengakhiri catatan buruk Juergen Klopp yang selalu tersingkir di babak ketiga dalam dua edisi sebelumnya. Tapi, hasil ini justru menimbulkan masalah baru untuk klub Merseyside tersebut. Bahkan Liverpool mengancan mundur dari gelaran Piala Liga Inggris.

Apa sebenarnya permasalahan Liverpool, sampai harus mengancam mengundurkan diri? Liverpool prostes lantaran jadwal perempatfinal akan berlangsung mulai 16 Desember 2019. Pasalnya diwaktu yang hampir bersamaan, Liverpool juga harus tampil di Piala Dunia Antarklub 2019, yang berlangsung di Qatar pada 11-22 Desember 2019.

Situasi ini membuat Liverpool meminta kepada English Football League (EFL) sebagai operator kompetisi untuk mencari jadwal baru. Jika tidak maka Liverpool bakal mengundurkan diri.

Sejauh ini memang belum ada tanggapan langsung dari pihak EFL, tapi berbicara tim yang mengancam mengudurkan diri dari ajang Piala Liga Inggris, Liverpool bukanlah yang pertama.

Seperti dikutip Independent, sebelum Liverpool, situasi serupa juga pernah dialami Manchester United, pada musim 1999/2000. Saat itu MU berstatus juara bertahan Liga Champions dan FIFA untuk pertama kalinya menghelat Piala Dunia Antarklub.

Sebelumnya, FIFA menggelar Piala Interkontinental untuk mengadu tim terbaik Eropa dan Amerika Selatan. Mengingat saat itu perhelatan perdana, maka kehadiran MU sebagai juara Liga Champions sangat diharapkan.

MU pun dihadapkan pada pilihan sulit mengingat mereka adalah juara bertahan Piala FA. Pada akhirnya manajer Sir Alex Ferguson dan Martin Edwards selaku Chief Executive klub bertemu dengan Executive Director Interim FA David Davies.

Dalam prosesnya, kala itu FA akhirnya meminta MU untuk tetap ikut Piala Dunia Antarklub dan mengindahkan saja Piala FA. Sebab, Inggris butuh kehadiran MU di sana, mengingat FA tengah mengikuti bidding untuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2006.

“Kami sudah memberikan kesempatan Inggris untuk itu. Anda tidak bisa meminta pemain bertanding 70 kali semusim. Ada yang harus dikorbankan. Kami merasakan kekecewaan seperti suporter kami. Kami tidak bisa menyerah di Liga dan juga Liga Champions. Jadi kami harus mengorbankan Piala FA selama setahun,” ujar Edwards seperti dikutip Independent.

Sayang, keputusan itu tak berbuah manis bagi MU maupun FA. FA gagal jadi tuan rumah Piala Dunia 2006 karena kalah bersaing dengan Jerman, sementara MU tersingkir di fase grup Piala Dunia Antarklub karena cuma finis posisi ketiga dengan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kalah.

So Liverpool jadi mundur apa tidak!!