Semasa menjabat sebagai pelatih Arsenal, Arsene Wenger dan stafnya telah menemukan permata paling berharga dizamannya seperti Thierry Henry, Cesc Fabregas , Robin van Persie, dan Alexis Sanchez.

Namun,  diantara pemain-pemain hebat yang didatangkan ada beberapa pemain yang dianggap sebagai pembelian terburuk bagi Arsenal. Berikut 5 pemain terburuk tersebut.

Andrey Arshavin (2009)

Arshavin didatangkan dari Zenit karena penampilan mengesankannya bersama Rusia di Piala Eropa 2008. Pemain Timnas Rusia tersebut telah membantu Arsenal berada di zona Liga Champion dengan mencetak 6 gol dan 7 assist di musim pertamanya.

Setelah mencetak 4 gol ke gawang Liverpool, Arshavin akan digadang-gadang menjadi predator gol bagi Arsenal. Namun sayang, penampilannya yang tidak konsisten dan lesu akhirnya membuat ia tidak disukai oleh pendukung Arsenal. Tahun 2012, Arshavin dipinjamkan ke Zenit dan setahun kemudiannya ia berkarir kembali di sana.

Park Chu-Young (2011)

Park dianggap salah satu pembelian paling aneh di bawah kepelatihan Wenger di Arsenal. Sebelumnya, pemain berusia 26 tahun tersebut sangat produktif di Ligue 1 bersama Monaco. Namun saat berada di Arsenal, Park hanya memainkan tujuh penampilan di semua kompetisi dan hanya mencetak satu gol.

Maraouane Chamakh (2010)

Pemain asal Maroko tersebut memilki awal yang baik dari semua pemain yang ada di daftar ini. Ia mencetak 11 gol dalam 22 penampilan pertamanya, termasuk gol liga tercepat dalam sejarah klub.

Namun, saat Van Persie bangkit menjadi andalan lini serang Arsenal, membuat Chamakh kehilangan kepercayaan. Di sisa penampilannya, Chamakh hanya mencetak 4 gol untuk Arsenal.

Sebastian Squillaci (2010)

Sebelum pindah ke Arsenal, Squillaci pernah mengancam akan melakukan pemogokan bersama Sevilla jika ia gagal mengamankan kepindahannya ke Arsenal. Namun, saat berkostum Arsenal, Squillaci hanya bermain untuk pertandingan Piala Liga.

Bek tengah asal Prancis ini tidak pernah merasa nyaman di Emirates, karena ia harus beradaptasi dengan kecepatan sepakbola Inggris. Selain itu, ia pernah melakukan blunder, yang mengakibatkan Arsenal harus merelahkan 3 poin untuk Fulham.