Massimiliano Allegri memiliki prestasi ciamik selama membesut Juventus. Datang ke Juventus pada tahun 2014, kehadiran Allegri awalnya sempat mendapat tentangan dari pendukung Si Nyonya Tua.

Penolakan pendukung Juventus, tidak lepas sari rekam jejak Allegri selama melatih AC Milan. Dia hanya mampu meraih dua gelar juara saat menangani AC Milan dari 2010 sampai 2014.

Tapi dalam prosesnya Allegri bisa memberi bukti, jika Juventus tidak salah memilih dirinya. Allegri mampu membuktikan kualitasnya sebagai pelatih berpengalaman di Eropa.

Di bawah racikan Allegri, Juve berhasil merengkuh 11 trofi juara, termasuk lima gelar Serie A dari 2014 hingga 2019.

Bahkan, Allegri berhasil membawa Juventus lolos ke final Liga Champions musim 2014-2015 dan 2016-2017. Sayangnya, La Vecchia Signora gagal keluar sebagai juara, akibat takluk dari Barcelona dan Real Madrid pada partai final.

Pada akhir musim lalu, Allegri akhir memutuskan pisah jalan dengan Juventus. Melihat pencapaiannya selama bersama Juve, terbesit pertanyaan apakah Allegri tidak menyesal meninggalkan klub asal kota Turin tersebut?

Dilansir Football Italia, Allegri ternyata tidak menyesal meninggalkan Juventus, walau kariernya terbilang ciamik.

Saya benar-benar tidak menyesali keputusan yang saya buat dengan Juventus. Segala sesuatu tidak boleh dipaksakan. Setelah lima tahun, sudah waktunya bagi saya untuk beristirahat. Mungkin Presiden (Andrea Agnelli) mengerti itu sebelum saya,” jelas Allegri.

“Saya masih memiliki hubungan yang baik dengan Agnelli. Kami juga menghabiskan waktu bersama selama musim panas,” paparnya.

“Dia adalah seorang pria muda dengan pemandangan indah di sepak bola Eropa. Dia melakukan segala yang dia bisa untuk meningkatkan sepak bola Italia,” tukas Massimiliano Allegri