Nestapa Persib Bandung, Berimbas ke Pemkot!!

Persib Bandung kena hukum PSSI, alhasil pemerintah kota Bandung harus rela kehilangan pemasukan miliaran Rupiah.

0
2306

Akibat ulah oknum Bobotoh yang melakukan pengeroyokan pendukung Persija Jakarta (The Jak), Persib Bandung harus rela menjadi tim pesakitan. Deretan hukumman dari komite disiplin, membuat tim kebanggaan warga Bandung dan masyarakat Jawa Barat ini, bisa dikatakan ada dititik nadir.

Persib bandung harus rela terusir dari pulau Jawa, dan menggelar pertandingan tanpa penonton hingga akhir musim Liga 1 2018. Musim depan Persib Bisa menggelar pertandingan di Bandung, tetap tetap tanpa penonton hingga setengah musim.

Tidak cukup sampai disitu, deretan pemain andalan Persib Bandung, juga kena hukuman larangan bermain. Alhasil, dalam beberapa laga Persib Bandung dengan tim seadanya. Imbas dari semua hukuman tersebut, pada akhirnya Persib harus rela terdepak dari pimpinan klasemen Liga 1 2018.

Teranyar, posisi Persib Bandung di posisi kedua, kini kembali turun ke tempat ketiga setelah digeser oleh Persija Jakarta. Total dari 4 laga semenjak dihukum federasi, Persib Bandung sudah menderita 3 kekalahan dan 1 kali imbang.

Derita yang diterima Persib saat ini, ternyata tidak hanya dirasakan pemain dan pendukung, tapi juga sampai ke Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung.

Dilansir situs resmi klub, hukuman yang dijatuhkan untuk Persib Bandung berimbas kepada pemasukan keuangan Pemkot Bandung. Maung Bandung yang menjadi tim musafir tak menyewa Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kadispora Kota Bandung, Dodi Ridwansyah, mengatakan selama ini Pemkot Bandung menggelontorkan dana sekitar Rp 4-5 miliar untuk perawatan stadion. Nominal terbesar digunakan untuk perawatan rumput dan gaji petugas kebersihan serta keamanan.

“Rumput itu biaya perawatan bisa Rp 30 jut per bulan atau Rp 360 juta per tahun. Upah outsourcing petugas keamanan dan kebersihan rata-rata Rp 3 juta per bulan, kali 50 orang, kurang lebih per tahun Rp 1,8 miliar,” ujar Dodi

Selama ini biaya tersebut terbantu oleh uang sewa yang dibebankan kepada Persib. Dalam satu bulan tim berjuluk Maung Bandung itu menyewa Rp 180 juta untuk dua kali pertandingan, belum termasuk sewa untuk kebutuhan latihan.

“Katakanlah dalam sebulan kami terima dari Persib Rp 200 juta untuk latihan dan pertandingan. Kurang lebih ada Rp 2,4 miliar per tahun,” katanya.

Dodi melanjutkan sejak awal Stadion GBLA dibangun untuk kebutuhan Persib. Sehingga, pemerintah tidak bisa menyewakan kepada sembarang orang terutama mereka yang belum profesional.

Hal itu, kata Dodi, menjadi pertimbangan karena rumput yang digunakan asli dengan kualitas baik. “Kalau rumput rusak kan biaya perawatan lumayan. Kasihan juga ke Persib kalau mau bertanding atau latihan,” tuntasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here