8 Tim Promosi yang Paling tidak Layak dalam Sepakbola

0
457

Ketika sebuah tim naik kelas ke strata berikutnya. Sudah tentu kebahagiaan akan muncul di seluruh kota. Tapi, apa jadinya jika harus terlempar kembali degradasi di musim berikutnya? Layakkah tim-tim ini menjadi partisipan divisi yang lebih tinggi? Atau hanya sebagai pelengkap penderita dan lumbung gol para rivalnya. Sepakbola tidak selalu adil, berikut 8 tim tersebut:

  1. Leicester City (1994)

Saat berhadapan dengan Derby County merupakan final play-off divisi satu 1993/1994 ketiga bagi Leicester City, setelah sebelumnya kalah dari dari Blackburn Rovers (1992) dan Swidon Town (1993). Leicester mendapatkan keberuntungan saat memenangkan pertandingan dengan skor dua 2-1 atas Derby. Leicester memastikan diri untuk berkompetisi di Liga Premier musim 1994/1995. Namun, diakhir musim  mereka kembali lagi ke Divisi Satu setelah hanya mampu bertengger di papan bawah klasmen.

  1. Swindon (1993)

Final play-off Divisi Satu antara Swindon vs Leicester City 1992/1993 masuk dalam daftar pertandingan sepakbola terbesar sepanjang masa. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Swindon dengan skor 4-3 atas Leicester City. Kemenangan tersebut mengantarkan Swindon berkompetisi di Liga Inggris 1993/1994. Namun, diakhir musim mereka kembali lagi ke Divisi Satu setelah hanya mampu bertengger di papan bawah klasemen.

  1. Rochdale and Bradford City (1969)

Kedua tim berkompetisi di Divisi Empat 1968/1969 dan luar biasanya mereka memenangkan promosi ke Divisi Tiga dengan lebih banyak hasil imbang daripada menang.

Rochdale hanya bertahan lima musim di Divisi Ketiga saat musim 1973/1974. Dimusim tersebut mereka hanya memenangkan 2 dari 46 pertandingan liga.

Begitu juga dengan Bradford City yang hanya bertahan tiga musim di Divisi Tiga saat musim 1971/1972. Mereka kembali  lagi ke kasta ketiga pada musim 1976/1977 dan bertahan semusim lalu kembali terdegradasi ke Divisi Empat.

  1. Ruthin Town (2016)

Saat FC Nomand memenangkan Premier League Nasional Wales 2015/2016 hanya untuk diberi tahu bahwa mereka dinyatakan tidak cocok berkompetisi di kasta kedua.  Sehingga membuat Ruthin Town yang berada di posisi kedua dipromosikan ke divisi Kedua.

  1. Bolton (1995)

Reading dirugikan oleh peraturan baru Liga Premier 1995/1996  mengenai pengurangan jumlah kuota tim dari 22 tim menjadi 20 tim. Sebenarnya, Reading secara otomatis  dapat dipromosikan ke Liga Premier karena bertengger di posisi kedua. Namun karena peraturan tersebut, Reading harus berhadapan dengan Bolton Wanders (urutan ketiga) untuk  memperebutkan tempat ke Liga Premier.

Pada pertandingan tersebut Bolton keluar sebagai juara dan menemani Middlesbrough (urutan pertama) berkompetisi di kasta tertinggi di Inggris. Namun, diakhir musim Bolton harus menelan pil pahit karena harus kembali lagi ke Divisi Pertama. Disebabkan Bolton yang hanya mampu  berada di papan bawah klasemen musim 1995/1996.

  1. Douglas Warriors (2009)

Sepakbola Zimbawe tertimpah skandal pengaturan skor. Klub Shamza sudah dipastikan akan berkompetisi di kasta teratas negara itu. Namun, pihak penyelenggara mencabut status juara tersebut, setelah mereka ketahuan menyogok Kadoma United menjelang pertandingan berakhir.

Douglas Warriors yang berada diposisi kedua dipromosikan ke kasta teratas. Namun dimusim berikutnya, Douglas Warriors kembali diselidiki atas tuduhan pengaturan skor.

  1. Leicester City (2003)

Selama musim 2002/2003 Divisi Satu memiliki masalah dengan finansial klub. Sehingga beberapa pemain bermain secara gratis karena keadaan tersebut. Namun dimusim tersebut, Leicester membukukan poin 92 poin dan memastikan mereka berkompetisi di Liga Premier 2003/2004. Namun diakhir musim, Leicester harus kembali lagi ke Divisi Satu setelah hanya mampu bertengger diposisi papan bawah.

  1. Arsenal (1919)

Berawal saat Henry Norris menjadi pemilik Arsenal.  Tahun 1915, kompetisi liga terhenti karena adanya Perang Dunia 1. Chelsea dan Tottenham berada di papan bawah Divisi Pertama, sedangkan Arsenal bertengger diposisi keenam Divisi Kedua. Pada tahun 1919 kompetisi dimulai kembali, Football League berniat menambah kuota klub di Divisi Pertama dengan tidak mendegradasikan dua klub Divisi Pertama dan mempromosikan dua klub dari Divisi Kedua.

Namun, Norris memiliki rencana untuk mempromosikan Arsenal ke Divisi Pertama dan Tottenham terdegradasi ke kasta kedua. Rencana tersebut disepakati oleh petinggi Football League. Sejarah kelam ini membuat derby London Utara, menjadi salah satu derby terpanas di Liga Premier.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here