Neymar mulai mendapat ‘hasil’ dari kelakuan negatif yang belakangan ini sering menimpanya.

Setelah ban kapten timnas dicopot, ditambah lagi kenyataan pahit harus absen membela Brazil di Copa America 2019, nilai jual Neymar pun kini merosot tajam.

Diketahui, pemain termahal di dunia itu sedang diinvestigasi terkait dugaan pemerkosaan pada wanita di Paris.

Imbas dari kasus itu, perusahaan seperti Mastercard, Nike, dan Red Bull dilaporkan mengevaluasi kerja samanya sebagai sponsor.

Imbas dari rentetan masalah Neymar tak berhenti di situ. Seperti dilansir Marca, PSG khawatir harga pemain andalannya itu juga anjlok.

Berdasarkan laporan L’Equipe, Neymar, yang dibeli PSG dari Barcelona seharga 222 juta euro pada 2017, hanya bermain sebanyak 51,8 persen sejak pindah ke Paris.

CIES Football Observatory kemudian merilis daftar terbaru harga Neymar. Pemain berusia 27 tahun itu sempat dihargai 213 juta euro atau Rp 3,4 T di awal 2019, namun kini menyusut hampir 100 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun dengan harga terendahnya di kisaran 120 juta euro (Rp 1,9 T) dan harga tertingginya hanya 150 juta euro (Rp 2,4 T) per bulan Juni.

Adapun harga jual Neymar berdasarkan situs tranfermrkt masih relatif stabil. Neymar masih dihargai 180 juta euro, yang menjadi harga pasaran tertinggi baginya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here