Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri menjelaskan penyebab gagalnya Indonesia vs Qatar tadi malam. Ia mengakui bahwa kesalahan individu pemain menjadi malapetaka kekalahan 5-6.

Kapten timnas U-22 Indonesia, Andy Setyo Nugroho, mengatakan bahwa timnya tetap rendah hati dan tak jemawa meski menjuarai Piala AFF U-22 2019. Penegasan itu dikatakan kala jumpa pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Ia menambahkan, ukiran prestasi timnas merupakan tinta sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya, tantangan ke depan masih banyak dan skuad masih harus dibenahi. Terutama untuk menghadapi sejumlah turnamen di masa datang.

Sekadar info, keikutsertaan Timnas U-22 merupakan kali pertama di Piala AFF U-22 2019. Hebatnya, tim Garuda Muda langsung menyabet gelar dan menjuarai turnamen dengan mengalahkan Thailand di partai puncak.

“Saya bersyukur akhirnya kami keluar sebagai juara. Tim ini semakin kompak, semakin mengenal sifat satu sama lain. Tapi, kami tidak boleh terlalu lama bahagia karena masih banyak yang harus diselesaikan,” katanya.

Berikut 3 Pemain Real Madrid Yang di Sinyalir Menyusul Ronaldo ke Juventus

“Target kami ke depannya masih ada beberapa turnamen penting seperti kualifikasi Piala Asia U-23, hingga SEA Games di akhir tahun. Jadi, kebahagiaan ini jangan dibiarkan terlalu lama,” kata pemain PS Tira Persikabo tersebut melanjutkan.

Turnamen terdekat ada di kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang akan diselenggarakanpada 22 hingga 26 Maret mendatang. Setelahnya, tim akan kembali dikumpulkan untuk melakukan pemusatan latihan.

“Selesai pertandingan kemarin, saya bicara dengan kapten bahwa tim ini langsung latihan. Jadi tidak akan menemui keluarga dahulu,” demikian keterangan dari pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri.

Pada kualifikasi nanti, Andy Setyo dkk akan bertemu tim yang sama seperti Piala AFF U-22. Ada Vietnam dan Thailand yang menjadi lawan seperti sebelumnya dan Brunei Darussalam sebagai musuh baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here