Serangan balik Jose Mourinho kepada mantan klub-nya, Manchester United, semakin tajam. Entah karena masih sakit hati karena dipecat, Mourinho kembali bermanuver untuk menyerang MU.

Jika sebelumnya, Mourinho menyerang manajemen, serta menyindir pemain MU yang diyakini ada Paul Pogba. Kali ini serangan balik Mourinho, melibatkan Manchester City serta Liverpool.

Waduh ada apa nih?

Masih dalam kesempatan menjadi komentator tamu di beIN Sports, Mourinho membahas (lagi) apa yang dia alami selama menjadi manajer Manchester United.

Yang dikeluhkan Mourinho adalah minimnya dana belanja yang dia punya di Manchester United. Dia lantas membandingkan dirinya dengan Josep Guardiola di Manchester City.

“Buat saya lebih rumit menjadi manajer karena saya tak cuma fokus pada sepakbola, saya juga harus fokus pada bagaimana menyiapkan masa depan. Saya pikir masa depan harus disiapkan dengan prinsip. Itu lebih penting dari sepakbola yang Anda tonton dan komentari. Lebih penting soal budaya yang Anda bawa ke klub, prinsip-prinsip, jadi itu lebih kompleks,” kata Mourinho.

“Bisa dilihat pada Manchester City. Di musim pertama Guardiola tidak menjadi juara, itu sesuatu yang sulit dan orang-orang berharap Manchester City yang menjadi juara. Beberapa pemain sudah menjadi juara dua kali, Sergio Aguero dan Vincent Kompany. Dan dari musim pertama ke musim kedua Pep membuat keputusan hebat. Keputusan yang didukung.”

“Misalnya, dia tidak menginginkan Pablo Zabaleta atau Bacary Sagna, dua bek kanan dan dia juga tidak menginginkan Aleksandar Kolarov atau Gael Clichy. Di musim panas yang sama dia menjual empat full back dan mendapat empat full back. Dia mendapatkan Kyle Walker, Danilo, Benjamin Mendy dan yang lain. Dia didukung,” lanjut manajer 55 tahun itu.

Pernyataan yang tidak jauh berbeda disampaikan Mourinho saat menyinggung Liverpool dan Juergen Klopp.

Mou menilai, Klopp dapat support penuh dari manajemen Liverpo. Dukungan berupa dana belanja besar untuk membangun tim dengan pemain-pemain bagus.

“Saya berpikir tentang berapa banyak pemain di Liverpool sebelum Juergen Klopp datang. Tidak ada Alisson (Becker), tidak ada Virgin van Dijk, tidak ada Andrew Robertson, tidak ada Mohamed Salah, tidak ada Roberto Firmino, tidak ada Sadio Mane, tidak ada Fabinho, tidak ada Georginio Wijnaldum, tidak ada Naby Keïta, jadi dia bekerja secara mendalam,” tukas Mourinho.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here