Aturan kompetisi Liga Italia tentang ban kapten tampaknya sudah jelas.  Namun, masih banyak kapten klub yang melanggar kebijakan tersebut.

Lega Serie A, sebagai operator Liga Italia, menghimbau para kapten klub untuk menaati aturan. Imbauan itu terkait aturan baru yang menetapkan ban kapten standar ke semua kapten klub.

Adapun aturan baku ban kapten harus putih dan hanya boleh dihiasi logo kompetisi dan tulisan “Capitano”.

Faktanya, masih banyak kapten klub yang bandel.  Hingga giornata ke-3, belum ada penindakan terkait ban kapten oleh para pelanggarnya.

Lega Serie A menegaskan, jika memang masih ada yang melanggar pekan berikutnya akan mulai dikenakan sanksi.

“Segala pelanggaran terhadap Regulasi CU 23 akan ditangani oleh badan yang berwenang mulai pada pekan berikut Serie A,” tulis pernyataan resmi Lega Serie A  dikutip  dari Forza Italian Football.

Setidaknya, para kapten klub pelanggar akan terkena hukuman. Salah satunya Alejandro “Papu” Gomez. Kapten Atalanta itu menggunakan ban kapten loreng bertulisan “57” dan logo klub pada giornata pertama.

Uniknya, ban kapten yang dimiliki Papu beragam. Bahkan memiliki warna dan desain berbeda-beda. Di antaranya ada yang bertuliskan “Halloween”.

Selain Papu, ada German Pezzella yang sengaja membuat  ban kapten untuk menghormati mendiang Davide Astori. Seperti diketahui, Astori adalah kapten I Viola yang meninggal mendadak jelang pertandingan di kandang Udinese pada musim 2017-18.