Timnas U-19 optimis ke final, meski hasil buruk pernah didapat tim tersebut saat terakhir bersua Malaysia di tahun lalu. Pernah kalah telak  4-1 saat  Piala Asia U-19 di Korea Selatan menjadi pelajaran berharga.

“Saya tidak pikirkan masa lalu. Indonesia sudah siap lahir dan batin untuk pertandingan ini. Kondisi semua pemain baik-baik saja, tidak ada yang cedera. Semua siap diturunkan,” ujar Indra.

Ia menambahkan, dukungan publik sepakbola tanah air akan semakin memompa semangat juang anak-anak di semi-final. Terlebih, Indra pun yakin Timnas U-19 Optimis ke Final dan tak ingin mengecewakan suporter yang sudah datang ke stadion.

“Semua materi latihan sudah saya berikan. Kami ingin meraih kemenangan apalagi bermain di kandang sendiri. Doa dan dukungan masyarakat Indonesia kami butuhkan agar kami lolos ke final,” katanya.

Di sisi lain, pihak Malaysia yang diwakili sang pelatih, Bojan Hodak mengatakan, hasil tahun lalu tidak akan menggambarkan peta kekuatan nanti malam. Menurutnya, melawan Indonesia yang didukung supporter fanatiknya tak akan mudah.

“Hasil lalu tidak berarti apa-apa, karena pertandingan sebelumnya di Korea Selatan tidak bisa dibandingkan dengan laga semi-final nanti. Sejauh ini kami bermain bagus dengan tidak membiarkan lawan mengembangkan permainan,” tutur Hodak.

“Tapi setiap kesalahan akan mendatangkan kerugian yang besar, mengingat mereka lebih baik dibandingkan tim yang kami hadapi di fase grup. Penyelesaian akhir perlu diperbaiki. Kami selalu punya lima hingga enam peluang, tapi tidak bisa dituntaskan.”

Hodak juga menggarisbawahi, jika tim negeri Jiran akan lepas bermain. Menurutnya, tim Negeri Jiran akan tampil tanpa beban dan bisa lolos ke final.

“Mereka mendapat dukungan dari suporter di kandang sendiri, sudah tentu mereka lebih unggul dibandingkan pemain saya. Tapi kami menganggap situasi ini bagus, karena tekanan untuk menang justru ada di Indonesia,” ucap Hodak.

Berikut prakiraan susunan pemain kedua tim:

Malaysia: Azri Ghani; Shivan Pillay, Anwar Ibrahim, Syaiful Alias, Nabil Hakim, Akif Syahiran, Nurfais Johari, Thivandaran Karnan, Ammar Akhmall, Hadi Fayyadh, Akhyar Abdul Rashid.

Indonesia: Muhammad Riyandi; Asnawi Mangkualam, Nurhidayat, David Rumakiek, Firza Andika, Syahrian Ambimanyu, Rivaldo Todd Ferre, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaiman, Saddil Ramdani, Rafli Mursalim.