Gelandang asal Pantai Gading, Yaya Toure menuding manajer Manchester City, Pep Guardiola memiliki masalah dengan pemain-pemain yang berasal dari Afrika.

Di musim ini, mantan pemain Barcelona tersebut hanya memainkan 17 pertandingan bersama The Citizens. Di 2018, Toure memutuskan untuk  menyelesaikan kerja samanya selama delapan tahun berkostum Manchester City.

Toure menjelaskan bahwa Guardiola tidak memiliki masalah dengan pemain berkulit hitam, tetapi ia  berspekulasi bahwa pelatih asal Spanyol tersebut memiliki masalah dengan pemain yang berasal dari Afrika.

“Ia sepertinya tidak memiliki masalah dengan pemain kulit hitam, karena ia terlalu pintar untuk ditebak. Tetapi ketika Anda menyadari bahwa ia memiliki masalah dengan orang Afrika, kemana pun ia pergi,” ucap Toure.

Sejak Guardiola melatih Manchester City selama dua musim, Toure bertanya-tanya dibenaknya mengapa ia memiliki waktu bermain yang sangat terbatas dan ia menduga ini pasti bukan masalah warna kulitnya.

Toure bergabung dengan City, setelah tiga musim bersama Barcelona setelah Guardiola mengambil alih kursi kepelatihan.

Saudara kandung Kolo Toure tersebut, sudah memainkan 319 pertandingan selama delapan musim dengan Sky Blues dan memenangkan Liga Premier  sebanyak tiga kali dan Piala FA sekali. Namun, ia mengeluh tidak bisa menikmati momen perpisahan seperti Andres Iniesta dan Gianluigi Buffon.

“Dia mencuri perpisahan saya dengan City. Saya ingin meninggalkan klub ini dengan emosi, seperti Iniesta dan Buffon” ucap pemain berusia 35 tahun tersebut.