Di saat Piala Dunia 2014 berlangsung di Brasil, Gabriel Jesus sedang mengecat jalanan Jardim Peri, sebuah favela (sebutan untuk pemukiman kumuh di Brasil)  di tepi utara Sao Paulo, tempat  dimana kejahatan terjadi setiap waktunya.

Di tahun itu ia hanya seorang anak biasa, tetapi sekarang ia telah berubah menjadi sosok pesepakbola penting bagi  tim Brasil untuk Piala Dunia 2018. Pemain berusia 21 tahun tersebut telah menjadi inspirasi bagi warga lokal yang tinggal di Favela.

Sebagai ucapan terima kasih, warga lokal yang berada di Favela tersebut mempersembahkan sebuah lukisan mural setinggi 112 kaki bergambarkan dirinya. Lebih dari selusin rumah di wilayah itu dicat dengan meniru gaya selebrasi gol dari penyerang Manchester City tersebut.

Favela Jardim Peri berperan besar bagi karir sepakbola Jesus, hingga akhirnya ia menato pemukiman tersebut di lengan kanannya. Tidak hanya itu, foto-foto mengenai pemukiman tersebut selalu ia posting di media sosialnya.

Luiz Diniz, salah seorang paman Jesus yang telah tinggal di Jardim Peri selama 30 tahun, sangat rindu melihat keponakannya berkeliaran dan merayakan gol seolah-olah dia Carlos Tevez.

“Gabriel selalu menjadi anak yang hebat, dia suka belajar dan bermain. Sekarang anak-anak di sini mengambil inspirasi darinya. Dia adalah alasan kebanggaan bagi lingkungan dan keluarga kami,” ucap Diniz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here