Ngeri, Takut Dipenjara Seorang Wanita Pencinta Bola di Iran, Tewas Bakar Diri!!

0
582

Seorang wanita menjadi korban ketatnya aturan menonton pertandingan olahraga di Iran. Seperti diketahui Iran menjadi negara, yang melarang wanita menonton langsung pertandingan olahraga pria di stadion.

Wanita dilarang masuk ke stadion untuk menyaksikan pertandingan olahraga pria, karena dianggap menyaksikan aurat. Larangan itu diterapkan sejak Revolusi Islam pada 1979.

Aturan itu kini memakan korban, hilangnya nyawa Sahar Khodayari. Wanita 29 tahun diketahui sempat menyaksikan pertandingan sepakbola di Teheran Azadi Stadium pada bulan Maret.

Dilansir BBC, Khodayari kala itu hendak menyaksikan tim favoritnya, Esteghlal, menghadapi Al Ain.

Seperti di pertandingan lain, Khodayari menyamar menjadi pria dengan mengenakan rambut palsu berwarna biru dan jaket panjang, sehingga dikenal sebagai Blue Girl (Gadis Biru).

Sial, aksi penyamaran Khodayari kali ini terbongkar. Khodayari pun harus berurusan dengan aparat hukum.

Khodayari pun sempat menghabiskan tiga malam di penjara, sebelum dilepaskan dan menunggu 6 bulan untuk menjalani persidangan.

Ketika datang ke pengadilan, persidangan Khodayari sempat ditunda lagi. Tak lama, ia sempat kembali ke pengadilan untuk mengambil handphone yang disita. Ketika itu, Khodayari diklaim mendengar dirinya terancam dipenjara. 

Singkat cerita, jika terbukti, Khodayari bisa dipenjara selama enam bulan.Hal itu membuat Khodayari stres dan akhirnya membakar dirinya sendiri di depan gedung pengadilan pada 2 September 2019.

Pada Senin (9/9), ia pun meninggal dunia di rumah sakit Teheran karena menderita 90 persen luka bakar. Situasi itu membuat gempar pejabat dan publik Iran. Tagar Blue Girl pun sempat menjadi trending topic di Twitter karena banyak yang membahasnya.

Kejadian tragis itu, sudah diketahui oleh pihak FIFA. Dilansir Reuters, FIFA langsung mengirim surat kepada Federasi Sepakbola Iran terkait masalah ini. Dalam surat itu, Presiden FIFA Gianni Infantino meminta Iran segera meluruhkan larangannya yang mengekang kebebasan berekspresi.

“Sementara kami menyadari tantangan dan kepekaan budaya, kami hanya harus terus membuat kemajuan di sini, tidak hanya karena kami berutang kepada wanita di seluruh dunia, tetapi juga karena kami punya tanggung jawab untuk melakukannya, di bawah prinsip-prinsip paling dasar yang diatur dalam Statuta FIFA,” tulis Infantino dalam suratnya kepada Presiden FFIRI Mehdi Taj.

“Saya akan sangat berterima kasih jika Anda bisa memberi tahu FIFA, mengenai langkah-langkah konkrit yang akan diambil FFIRI dan otoritas negara Iran untuk memastikan semua orang Iran dan perempuan asing yang ingin melakukannya diizinkan membeli tiket dan menghadiri pertandingan,” tulis FIFA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here