AC Milan harus menerima kenyataan terdepak dari kompetisi Eropa. Hal tersebut buntut dari sanksi karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Kegagalan berkompetisi di Eropa, suka tidak suka bisa berimbas kepada komposisi skuat AC Milan.

Namun di sisi lain, hukuman tersebut juga bisa membuat proses negosiasi pemain Milan yang rentan pindah, bisa sedikit lebih leluasa. Contohnya negosiasi dengan Gianluigi Donnaruma. Kiper andalan Milan itu banyak diincar klub top.

Menurut laporan Sempre Inter , sanksi itu membuat, Rossoneri bisa sedikit bernapas. Mereka tak perlu terburu-buru dalam melakukan negosiasi penjualan Donnarumma, karena tak lagi dibebani kewajiban membuat capital gain sebelum 30 Juni 2019.

menurut laporan yang sama, sebenarnya Gianluigi Donnarumma tak ingin dijual, namun Milan tak mau ambil resiko. Jika penguasa San Siro tak segera menjual kiper asli Italia itu pada musim panas ini, harga jual kiper berusia 20 tahun akan menurun drastis musim depan.

“Sekarang penjualan Donnarumma adalah pilihan klub. Dia akan memiliki nilai lebih rendah tahun depan. Milan harus membuat pilihan bijak dalam tiga tahun ke depan dan mulai membuat capital gain, lebih tenang dari kemarin,” ujar pakar transfer SkySport, Gianluca Di Marzio.

Masalah ini seolah karma bagi Gianluca Donnarumma. Pasalnya, Donnarumma pernah membuat pihak Milan marah dengan petisi ancaman yang ia layangkan Maret 2018 lalu

Kasus ini sempat membuat Donnarumma dibenci fan AC Milan karena dinggap tidak memiliki loyalitas terhadap klub. Kini, saat dirinya masih ingin bersama AC Milan, pihak klub malah berencana kuat untuk segera menjualnya.

Sejauh ini, baru Paris Saint-Germain yang mencoba menawar Donnarumma. Sayang, AC Milan mementahkan tawaran 20 juta euro plus Alphonse Areola yang ditawarkan PSG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here