Saat memutuskan melatih Chelsea, Maurizio Sarri, turut memboyong Jorginho ke London. Hal itu tidak aneh, lantaran kala Sarri masih melatih Napoli, Jorginho, termasuk salah satu pemain andalannya.

Jorginho disebut-sebut sebagai pemain kunci untuk menerapkan taktik sang pelatih ‘Sarriball’ di atas lapangan. Namun, ketika si pemain tampil buruk Sarri tetap menurunkan dia sebagai starter yang mana kebijakannya ini menuai kritik.

Karena tidak heran, banyak pihak yang menyebut Jorginho adalah “anak emas”, Sarri.

Terkait anggapan tersebut, Jorginho akhirnya angkat bicara. Jorginho mengaku punya hubungan yang biasa saja dengan manajer Maurizio Sarri. Jorginho menolak dianggap sebagai anak emas Sarri.

“Aku tidak istimewa kok. Aku sepenuhnya memiliki hubungan yang wajar dengan Sarri,” Jorginho mengatakan kepada the Guardian.

“Aku tidak pergi makan malam dengan dia. Aku tidak pergi ke rumah dia. Aku cuma seorang pemain yang bisa membantu dia melakukan banyak hal yang dia ingin tim dia lakukan.”

“Dia berteriak kepadaku ketika banyak hal berjalan tidak semestinya, seperti dia kepada orang lain kok. Aku sudah pasti tidak menganggap diriku sebagai anak emas dia,” kilah Jorginho.

Di musim ini sendiri, Jorginho dimainkan 27 kali sebagai starter dalam 29 pertandingan Chelsea di Liga Inggris. Pesepakbola berusia 27 tahun itu menegaskan Sarri tidak pilih kasih.