Mengikuti kalender FIFA, kompetisi di liga-liga eropa akan istirahat selama 2 pekan, lantaran ada jeda internasional. Seperti biasa, jeda internasional akan dimanfaatkan negara anggota FIFA untuk menggelar laga ujicoba maupun kualifikasi.

Di jeda internasional tersebut, semua klub wajib melepas pemain mereka yang terpilih membela timnas, termasuk Inter Milan. Klub asal Italia ini, adi salah satu tim yang banyak menyumbang para pemain untuk timnas.

Namun untuk jeda internasional kali ini, Inter Milan sepertinya beruntung lantaran, ada satu pemain andalan mereka gagal membela timnas. Pemain tersebut adalah Blade Keita, yang membela timnas Senegal.

Kegagalan Keita membela timnas, terbilang cukup konyol. Keita tidak bisa ikut beraksi bersama rekan-rekannya tengah bulan ini, lantaran salah alamat saat mengirim email.

Cerita ini berawal saat Federasi Sepakbola Senegal yang mengirim surat elektronik (email) kepada Inter, menginformasikan Keita dipanggil untuk laga Kualifikasi Piala Afrika 2018 kontra Ekuatorial Guinea 17 November. Namun, Inter mengaku tak mendapat email itu sama sekali dari federasi Senegal.

Usut punya usut, ternyata wakil presiden Federasi Senegal, Abdoulaye Sow, mengirim surat ke alamat email yang salah karena manajemen klub tidak lagi menggunakan itu.

“Kami sudah mengirim email kepada Inter untuk memberitahukan bahwa pemain itu dipanggil tapi ternyata email itu dikirim ke alamat email lama Inter Milan yang tak lagi digunakan. Mereka mengubah alamatnya,” bunyi pernyataan resmi Federasi Sepakbola Senegal.

Meski sudah lewat tenggat waktu pemanggilan, PSSI-nya Senegal melalui presidennya Augustin Senghor meminta kompensasi kepada Inter untuk melepas Keita tapi ditolak. Alhasil pengoleksi 23 caps dan empat gol bersama Senegal itu takkan beraksi di jeda internasional ini dan tetap bersama tim di Milan.

“Untuk saat ini, pemain tidak diizinkan untuk pergi dan bergabung dengan kami. Klubnya tidak mau bernegosiasi,” demikian pernyataan resmi Federasi Sepakbola Senegal.

Terkait sikap Inter Milan yang kekueh menahan Keita, hal tersebut sejatinya cukup disayangkan, tapi mereka (inter milan), juga tidak bisa disalahkan.

Bagi klub yang banyak menyumbang pemain untuk timnas, jeda internasional jadi salah satu momen yang ingin dihindari. Pasalnya banyak kasus, pemain yang membela timnas kembali ke klub dalam keadaan cedera.

Seringnya kejadian tersebut terulang, sampai-sampai ada istilah virus FIFA. Virus tersebut merujuk pada pemain yang cedera, saat kembali klub usai membela timnas.