Masalah suhu ekstrem yang panas saat bergulirnya Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi sorotan. Tak kehabisan akal penyelenggara pakai pendingin udara di setiap stadion.

Bukan rahasia umum, kalau di Timur Tengah suhunya begitu tinggi. Saking panasnya suhu udara bisa mencapai 40 derajat celcius. FIFA pun sudah memberi solusi dengan memindah waktu penyelenggaraan dari Juni menjadi November.

Akan tetapi, solusi tersebut dinilai belum ampuh untuk menunjang perhelatan akbar empat tahunan itu. Pasalnya, pada November suhu di Qatar masih berkisar 30 derajat celcius. Hal ini akan menyulitkan para pemain Eropa yang biasa dengan suhu sejuk dan dingin.

Tak tinggal diam, Qatar selaku tuan rumah membuat solusi cerdas. Pendingin udara akan ditanamkan di setiap stadion. Suhu pun bisa berkurang hingga mencapai 20-23 derajat celcius.

Menanggapi hal itu, Ketua Federasi Sepak Bola Korea, Chung Mong-Gyu mengatakan, bahwa pendingin udara ini akan menolong pemain sekaligus menjadi elemen penting dalam pelaksanaan Piala Dunia 2022.

“Saya percaya teknologi ini akan menjadi elemen penting. Saya sadar pendingin udara di stadion sudah menerima pujian dari banyak pihak. Teknologi ini akan memberikan sesutau di liga-liga Asia usai Piala Dunia 2022,” kata Mong-Gyu seperti dilansir Daily Mail.

Cara kerja pendingin udara ini sederhana, pendingin tersebut akan dipompa melalui lubang-lubang pendingin setelah air yang diserap melalui pipa sudah dingin. Stadion Khalifa di Doha akan menjadi stadion perdana yang mencicipi teknologi ini.