Kebiasaan buruk Maurizio Sarri sepertinya harus dihentikan. Ya, pelatih baru Chelsea ini harus menahan hasrat menghisap rokok saat di lapangan ataupun di ruang ganti pemain.

Berat memang, namun hal ini harus dilakukan, mengingat yang melarang adalah pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Seperti dikutip dari Mirror,  bahwa tujuan dari sikap Abramovich Hentikan Kebiasaan Merokok Sarri agar tidak memberi contoh buruk di depan pemainnya.

Terlebih, perbedaan kultur memang begitu kental. Italia dan Inggris memiliki aturan dan kebiasaan yang berbeda. Di Italia, FIGC masih menolerir pelatih yang merokok di dalam lapangan saat menemani timnya berlaga.

Dulu, sosok Marcelo Lippi adalah orang yang sering menghisap rokok atau cerutu saat masih menjadi pelatih klub serie A.

Lain cerita di tanah Inggris, Sejak berubah menjadi Premier League, tak ditemukan pelatih yang merokok saat timnya bertanding. Karena FA begitu ketat melarang siapapun merokok saat pertandingan, termasuk pelatih.

Otomatis, sikap Abramovich pun tegas melarang pelatih berkebangsaan Italia ini untuk tidak merokok saat pertandingan. Apakah Sarri akan menurut? Karena di Napoli, Sarri mendapat kebebasan dari sang pemilik klub.

Saat masih melatih Il Partinopei, Sarri memang mendapat keistimewaan. Ia sampai memiliki ruang khusus agar bisa merokok. Bahkan saat bertandang ke RB Leipzig di Liga Champions musim lalu, klub tersebut sampai menyiapkan area khusus rokok untuk Sarri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here