Selebrasi Lalu Muhammad Zohri, Diselamatkan Bendera Polandia

Selebrasi Lalu Muhammad Zohri, nyaris kurang lengkap lantaran tidak ada bendera. Beruntung ada bendera Polandia.

0
926

Melalui kecepatan larinya, Lalu Muhammad Zohri, membuat bangga Indonesia. Datang bukan unggulan, Zohry justru berhasil meraih mendali emas, nomor sprint 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.

Kemenangan Zohri tentu membuka mata, pencinta atletik dunia, bahwa Indonesia memiliki pelari cepat yang bisa berbicara banyak, di ajang level dunia tersebut.

Di sisi lain, kemenangan Zohri menghadirkan cerita unik namun juga, terbilang sedikit memilukan.

Jika sudah melihat video kemenangan Zohri, ada momen pelari asal Nusa Tenggara Barat ini, kesulitan mencari bendera Indonesia.

Hingga ada seseorang memberikan bendera merah putih. Usut punya usut, bendera tersebut diberikan oleh Federasi Atletik Polandia (PZLA).

“Medali emas dalam lari 100 meter dimenangkan Indonesia. Ya, bendera yang Anda lihat dalam gambar berwarna merah-putih, milik Polandia,” kicau mereka di akun Twitter resminya, @PZLANews.

“Kru kami meminjamkan bendera. Namun para wartawan menolak menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia,” tambah mereka.

Sebagai negara yang tidak difavoritkan menjadi juara, besar kemungkinan kontingan Indonesia tidak menyangka Zohri akan menang, sehingga tidak persiapan.

Situasi di atas, tak ayal sempat disesal netizen di Tanah Air yang terkenal “kritis”. Namun pada akhirnya, pihak Indonesia menjelaskan mengapa Zohri sampai kesulitan mendapatkan bendera.

Duta besar RI untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman menjelaskan jika pihak di luar petugas lapangan di Stadion Tampere, lokasi pertandingan, tidak dapat mendekati lintasan lari.

“Yang punya akses mendekat di garis finish itu hanya wartawan TV yang punya akses khusus pers,” kata Wiwiek seperti dikutip dari Antara.

Pada saat perlombaan ada banyak media Amerika Serikat yang meliput di garis finish. Mereka juga membawa bendera negaranya, karena atlet asal AS punya tradisi menang di nomor sprint 100 meter.

Sebaliknya, tidak ada satu pun media Indonesia yang meliput perlombaan. Alhasil, tidak ada wartawan Indonesia yang berada di garis finis dan membawa bendera merah putih.

Sesuai aturan, para pelatih juga duduk di area tribune. Mereka tak diperkenankan masuk ke area lari.

Menurut Wiwiek, itulah penyebab mengapa butuh waktu untuk memberikan bendera Indonesia pada Zohri. “Pelatih-pelatih PB PASI sendiri juga menyatakan bahwa tidak ada pakem atau aturan untuk memberikan bendera di garis finish,” kata dia.