priyo

1776 POSTS 0 COMMENTS

Ini Jurus Kapten Tim Thomas dan Uber Indonesia, Jaga Kekompakan Tim

0

Ajang kejuaran beregu bulu tangis putra dan putri, Piala Thomas dan Uber, kembali digelar. Berlangsung mulai 20-27 Mei, kali ini, Bangkok, Thailand mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pagelaran bergengsi itu.

Sebagai salah satu kekuatan tradisional di olahraga tepuk bulu ini, Indonesia tentu tidak ketinggalan untuk ambil bagian.

Layaknya sebuah timnas, dalam ajang ini juga dipilih kapten tim. Untuk Indonesia sendiri, PBSI mendapuk Hendra Setiawan dan Greysia Polii, sebagai kapten tim pada perhelatan Piala Thomas dan Uber 2018.

Terpilihnya Hendra Setiawan dan Greysia Polii, tidak terlalu mengejutkan, lantaran keduanya terbilang senior.

Layaknya seorang pemimpin, Hendra Setiawan dan Greysia Polii, berbagi resep agar bisa terus menjaga kekompakan tim.

“Untuk tim Thomas, saya rasa tidak banyak kiatnya. Kami cuma memelihara kekompakan. Saya yakin dari pengalaman dua tahun lalu tim sudah cukup solid dan kami tinggal memperbanyak sharing satu sama lainnya,” kata Hendra, seperti dilansir situs PBSI.

“Mungkin bisa dengan pergi makan bareng, pemanasan bareng. Itu sudah cukup bagi saya,” imbuh Hendra.

Sementara itu Greysia, menuturkan bukan perkara mudah menjaga kekompakan tim Uber. Kondisi emosional masing-masing pemain, dinilai Greysia menjadi salah satu hal penting yang perlu dijaganya.

“Karena kami cewek semua, menurut saya teknik dan fisik sudah siap, yang perlu dijaga tinggal emosional feeling saja. Namanya perempuan jadi harus jaga perasaan, emosi, dan pikiran. Itu paling penting dan mencairkan suasana agar bisa lebih all out saat pertandingan,” ujar Greysia.

Sebagai catatan, selain Hendra, tim putra Indonesia untuk Piala Thomas diperkuat Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto.

Sedangkan di ajang Piala Uber, Greysia akan berjuang bersama Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan, Dinar Dyah Ayustine, Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Nitya Krishinda Maheswari

Marc Marquez Lebih Suka Cowok Ganteng Dibanding Wanita Sexy?

0

Gahar di lintasan balap, namun kurang piawai dalam hal percintaan, kondisi itulah bisa disematkan kepada Marc Marquez. Seperti diketahui, selama ini Marquez jarang sekali terlihat menggandeng wanita, baik itu pacar maupun gebetan.

Dalam berbagai momen, Marquez juga selalu terlihat sendirian, atau terkadang bersama adiknya Alex Marquez. Berbeda dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang kehidupan asmaranya menjadi konsumsi publik.

Situasi tersebut akhirnya membuat juara dunia MotoGP empat kali, diterpa gosip miring. Pembalap asal Spanyol itu digosipkan memiliki berorientasi seksual menyimpang, dimana lebih menyukai sesama jenis. Tidak ingin gosip itu berkembang liar, pembalab berjuluk “Baby Alien” itu angkat bicara.

Dalam wawancara dengan Marca, Marquez membantahnya. Pebalap Repsol Honda itu menyebut rumor tersebut sebagai rumor paling absurd mengenai dirinya. “Hal paling konyol yang pernah saya dengar adalah saya seorang gay. Saya sangat menghormati mereka, tapi saya tidak demikian,” kata Marquez, yang dikenal juga begitu dekat dengan ibunya.

Beberapa waktu lalu, Marquez sempat mengungkapkan mengapa masih melajang. Selain kesulitan mencari wanita yang tepat, ia mengaku lebih fokus memikirkan balapan.

Kasihan Aktor Hollywood ini, Kena Cekal New York Knicks

0
PARK CITY, UT - JANUARY 22: Director Ethan Hawke of 'Blaze' attends The IMDb Studio and The IMDb Show on Location at The Sundance Film Festival on January 22, 2018 in Park City, Utah. (Photo by Rich Polk/Getty Images for IMDb)

Nasib apes harus dirasakan Ethan Hawke. Keinginan aktor berusia 47 tahun, untuk menonton pertandingan New York Knicks, tidak bisa terlaksana. Hal ini tentu sangat mengejutkan, pasalnya Ethan Hawke terkenal sebagai fans Knicks karena berasal dari New York.

Yang lebih mengejutkan lagi larangan tersebut ternyata sudah berlangsung sejak lama, tepatnya semenjak 2012. Padahalnya sebelum pelarangan itu, sebagai bukti rasa cintanya kepada klub basket asal New York tersebut, Ethan kerap hadir di Madison Square Garden di sela waktu senggangnya.

Kini setelah hampir 6 tahun tidak bisa menonton langsung klub basket kesayangan itu, Ethan, akhirnya membeberkan alasan mengapa dirinya dilarang mendukung langsung New York Knicks di lapangan. “Saya merupakan fan Knicks sejak lama. Namun, saya tidak boleh datang ke Madison Square Garden. Mereka tidak memberikan saya tiket,” kata Ethan Hawke pada acara The Bill Simmons Podcast.

Menurut Ethan, larangan itu disebabkan protesnya terhadap pemecatan Mike D’Antoni pada 2012. “Kondisi itu karena saya vokal berbicara soal pemecatan Mike D’Antoni beberapa tahun silam. Menurut saya, pemecatan itu tidak masuk akal karena dia pelatih bagus,” jelasnya.

“Saat ini, keputusan itu terbukti salah. Mike D’Antoni memimpin Houston Rockets ke final NBA wilayah barat. Sementara itu, kita lihat Madison Square Garden kosong karena New York Knicks gagal pada musim reguler NBA,” tuntas Ethan Hawke.

Bakal Didepak Ducati, Jorge Lorenzo Siap Buktikan Kualitas

0

Setelah hampir dua musim membela Ducati, sejauh ini kiprah Jorge Lorenzo bersama pabrikan asal Italia tersebut tidak bisa dikatakan spesial.

Kondisi tersebut secara tidak langsung, berpengaruh pada kontrak pembalap asal Spanyol itu.

Diketahui, kontrak Lorenzo sendiri di Ducati akan habis akhir musim nanti. Artinya, 2018 menjadi kesempatan terakhirnya (andai tidak memperpanjang kontrak) untuk meraih prestasi bersama tim pabrikan Italia itu.

Terkait soal masa depannya, Jorge Lorenzo mengakui belum ada hal baru yang dapat dilaporkan, tetapi juara dunia tiga kali di kelas elite MotoGP itu mengatakan, dia bakal segera mengonfirmasi statusnya setelah tiga balapan selanjutnya di Sirkuit Le Mans, Mugello, dan Catalunya.

“Saya pikir dengan keadaan, dengan perasaan yang tidak baik seperti yang saya miliki dalam beberapa balapan pertama dengan motor, dan nasib buruk yang kami miliki di Jerez, kami tidak bisa menunjukkan potensi kami yang sebenarnya dan posisi yang layak kami dapatkan,” kata Lorenzo seperti dikutip dari Motorsport.

“Saya berharap pada balapan selanjutnya di Le Mans, Mugello, dan Barcelona kami bisa membuat hasil yang jauh lebih baik. Kemudian berada dalam posisi yang lebih baik untuk bernegosiasi. Prioritasnya adalah untuk saat ini mencoba menyelesaikan apa yang saya mulai, jadi saya memiliki keyakinan di Ducati bahwa kami akan membuat motor yang lebih baik di masa depan. Dan, saya bisa menjadi kompetitif seperti di masa lalu,” tegasnya.

Kepercayaan diri Lorenzo mulai muncul setalah mendapatkan pertanda positif usai balapan di MotoGP Jerez. Pembalap berjuluk X-Fuera itu mengklaim bahwa dia bakal tampil kompetitif pada balapan selanjutnya untuk memperkuat posisinya.

Lorenzo diketahui untuk kali pertama di tahun ini berhasil memimpin balapan di Sirkuit Jerez dan bertahan di posisi empat besar. Namun takdir tampaknya belum berpihak pada Lorenzo mengingat dia terlibat dalam tabrakan dengan Dovizioso dan Dani Pedrosa.

Jika Tidak Ikut Piala Dunia 2018, Mauro Icardi Tetap “Legowo”

0

Selain Lionel Messi, timnas Argentina punya banyak striker bagus untuk dibawa ke Piala Dunia 2018 di Rusia, sebut saja Paulo Dybala, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, hingga Mauro Icardi. Uniknya, hampir semua striker Argentina di luar Messi, saat ini memiliki performa yang terbilang “moncer” di klubnya masing-masing.

Kondisi di atas akhirnya membuat, pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, sedikit pusing dalam menentukan pilihan.

Berbicara siapa yang akan dibawa ke Rusia, selain Aguero yang kondisinya belum fit usai menjalani operasi lutut, Icardi dan Higuain adalah dua pemain yang berpeluang berangkat ke Piala Dunia nanti. Meski begitu, siapa yang akan dipilih ke Rusia masih harus dinanti.

Tak Hanya Kuat, Spanyol Bakal Tampil Menghibur di Rusia

0

Dengan semua potensi yang dimiliki, timnas Spanyol tentu layak menjadi salah satu unggulan pada perhelatan Piala Dunia nanti. Tidak hanya bisa berbicara banyak, timnas Spanyol juga diprediksi akan tampil menghibur selama di Rusia nanti. Prediksi tersebut disampaikan langsung oleh Jose Mourinho.

Pelatih Manchester United, yang sering dikritik lantaran taktik pragmatisnya itu, menilai saat ini Spanyol ada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan tim Eropa lainnya. Hal ini juga yang mendasari pelatih asal Portugal itu, meyakini Spanyol akan tampil trenginas sekaligus menghibur.

Di Piala Dunia nanti, akan diikuti banyak tim tradisional Eropa. Hanya saja dari semua tim Eropa itu, saya yakin bawa sekali lagi Spanyol merupakan tim kuat. Mereka bisa menyatukan pemain dengan filosofi permainan yang sama, disesuaikan dengan gaya bermain yang sama,” kata Mourinho di ESPN FC.

“Saya akan bilang bahwa Spanyol ada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan rival di Eropa lainnya. Tapi kita tunggu saja, itu bakalan menghibur buat saya. Saya akan berada di Rusia selama sepekan untuk mengikuti turnamen, lalu akhirnya liburan,” imbuhnya.

Sebagai catatan, dalam perjalannya menuju Piala Dunia 2018, Spanyol tak terkalahkan selama kualifikasi. Dalam 10 pertandingan, La Furia Roja memetik sembilan kemenangan dan satu hasil imbang.

Manuel Neuer Berburu Waktu Untuk Bisa Beraksi di Piala Dunia

0

Kurang dari dua bulan lagi, Piala Dunia 2018 akan segera akan dimulai, tapi sepertinya di Rusia nanti, pencinta sepak bola harus rela beberapa bintang pujaannya, gagal mentas pada ajang bergengsi tersebut.

Satu pemain bintang yang saat ini, sedang was-was menanti kepastian untuk bisa mentas di Piala Dunia, adalah kiper utama timnas Jerman, Manuel Neuer.

Hati Neuer, saat ini bisa dikatakan sedang galau, menunggu jawaban tim dokter untuk berlaga bersama Jerman di Rusia.

Diketahui, Neuer sudah absen sejak September lalu karena patah tulang metatarsal, cedera yang juga membuatnya absen panjang musim 2016/2017. Cedera beruntun ini membuat proses pemulihannya terhambat.

Sejauh ini, Neuer baru kembali berlatih akhir bulan lalu. Meski demikian, kiper 32 tahun sudah diingatkan agar tidak buru-buru comeback mengingat kondisi fisiknya belum fit betul. Oleh karenanya Neuer pun takkan bermain di dua laga sisa Bayern di Bundesliga dan juga final DFB-Pokal kontra Eintracht Frankfurt.

Semua fakta di atas, menjadi sumber rasa was-was Neuer, terkait peluangnya main di Piala Dunia. “Saya tidak bisa bilang apa-apa lagi saat ini. Saya merasa lebih baik dengan program latihan sedang saya lakukan, tapi tentunya tidak bisa diprediksi (kapan pulih),” tutur Neuer seperti dikutip Soccerway.

“Saya harus membuat keputusan yang tepat untuk diri sendiri, tim, dan juga Jerman. Anda malah tidak bisa membantu apapun jika terburu-buru. Saya ingin memperbaiki kondisi ini perlahan-lahan dan saya ingin memulihkan diri secepat mungkin,” sambungnya.

Dengan Piala Dunia hanya berjarak sekitar 38 hari, maka Neuer dikejar-kejar waktu untuk bisa fit tampil di sana. Kehadiran Neuer tentu diharapkan Jerman mengingat dia adalah kapten tim serta anggota skuat saat jadi juara 2014.

Cidera, Daniel Alves Harus “Say Goodbye” Pada Piala Dunia 2018

0

Ketika kondisi Neymar saat ini belum dipastikan apakah akan fit seratus persen, saat kick off Piala Dunia 2018 di mulai, Brasil kembali diterpa kabar buruk. Pemilik 5 gelar Piala Dunia itu, dipastikan harus kehilangan salah satu punggawa andalannya di lini belakang.

Yup, adalah bek sayap Dani Alves yang sudah dipastikan, tidak akan memperkuat Brasil di Piala Dunia 2018 akibat cedera lutut. Kabar bek kanan tersebut dikonfirmasi oleh Federasi Sepakbola Brasil (CBF).

Alves mengalami cedera saat memperkuat Paris Saint-Germain pada Selasa waktu setempat. Dia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-86 dalam final Piala Prancis melawan Les Herbiers. Di laga ini PSG menang 2-0. Pada prosesnya pemain 35 tahun itu, diperkirakan membutuhkan operasi untuk penyembuhan.

Pasca diagnosa tersebut, dokter timnas Brasil, Rodrigo Lasmar, dan koordinator Edu Gaspar langsung tiba di Paris, untuk mengobservasi lebih jauh seputar kondisi medis Daniel Alves. Hasilnya dengan berat hati, Alves harus rela mengubur mimpinya berlaga di Rusia saat musim panas nanti.

“Pemeriksaan menyimpulkan ketidakmungkinan memanggil Daniel Alves untuk Piala Dunia. Seluruh tim teknis dari timnas Brasil berharap Alves segera pulih, sehingga kemampuan dan kepemimpinannya bisa segera kembali ke Amarelinha sesegera mungkin,” tulis pernyataan CBF dalam situs resminya yang dilansir dari ESPN.

Agar “Tokcer” di Piala Dunia, Gabriel Jesus Harus Banyak Bercinta

0

Banyak cara yang biasa dilakukan pemain untuk menghilangkan rasa gugup, saat akan menghadapi pertandingan besar. Mendengarkan musik, meminta dukungan keluarga, hingga yang sedikit unik, adalah berhubungan intim sebelum bertanding.

Trik terakhir ternyata sangat disarankan Romario, kepada punggawa timnas Brasil, khususnya para penyerang yang akan berlaga di Piala Dunia 2018 nanti. Dalam sebuah kesempatan, secara khusus Romario menyarankan trik bercinta itu, kepada Gabriel Jesus.

Gabriel Jesus sendiri, jika tidak aral melintang akan menjadi salah satu penyerang yang akan diboyong, timnas Brasil pada Piala Dunia 2018 nanti. Mengingat belum jelasnya kondisi Neymar hingga saat ini, bukan tidak mungkin penyerang 21 tahun ini, akan jadi sosok andalan lini depan Brasil, untuk bisa sukses di Rusia.

Hal ini juga yang mendasari Romario, memberikan saran kepada Gabriel untuk memperbanyak bercinta sebelum bertanding.”Salah satu saran adalah berhubungan seks sebanyak mungkin saat sedang libur. Dan tentu saja harus berkonsentrasi penuh saat hari pertandingan dan sepanjang permainan,” kata Romario yang dikutip The World Game.

“Saya percaya Jesus cukup menyadari gaya sepakbolanya sendiri dan apa maknanya buat orang-orang Brasil. Saya yakin ia harus tiba di Piala Dunia dan mencetak gol. Itulah yang terpenting,” ucapnya

Sebagai info, Romario bukanlah sosok yang asing dengan trofi Piala Dunia. Pria yang kini menjadi politisi di Brasil itu menjadi pahlawan negaranya saat menjuarai Piala Dunia 1994 silam.

Pada perhelatan saat itu, Romario mencetak lima gol termasuk satu di antaranya yang mengantar Selecao maju ke final untuk menghadapi Italia. Romario juga jadi salah satu algojo sukses Brasil dalam drama adu penalti lawan Gli Azzurri tahun 1994.

Performa “Melempem”, Morata Ragu Bakal di Boyong ke Piala Dunia

0

Musim perdana Alvaro Morata, bersama Chelsea bisa dikatakan tidak berjalan mulus. Total, musim ini dirinya baru melesakan 11 gol di Liga Inggris, dari 29 kali bermain.

Gangguan cedera punggung, disinyalir membuat penampilan Morata bersama Chelsea, musim ini kurang maksimal.

Atas penampilan yang kurang “moncer” itu, Morata mulai khawatir dengan posisinya di timnas Spanyol. Apalagi dia tak dipanggil ke timnas Spanyol, di laga internasional yang terakhir.

Di sisi lain, para striker lain malah menunjukkan performa yang oke. Diego Costa merupakan salah satu pesaing Morata, ada juga Iago Aspas, Lucas Vazquez, dan Rodrigo.

Dilaporkan Marca, saat ini morata menilai ada kesulitan untuk menembus skuat La Furia Roja, ke Piala Dunia.

“Saya akan suka kalau pergi ke sana. Sulit untuk menembus skuat tim nasional dan saya tak menembus untuk yang terakhir,” kata Morata dilansir Marca.

Morata menjelaskan, sebenar mencetak gol bukan hanya menjadi penilaian utama, agar dirinya bisa ke Rusia nanti. Hanya saja, Morata sadar, saat ini penampilannya memang tidak maksimal.

“Pelatih mengenal saya dan tahu apa yang bisa saya sumbangkan di lapangan. Tapi, dia tahu bahwa permainan saya tak sedang ada di level yang diinginkan. Karenanya saya sangat frustasi,” tuntasnya.

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Merusak Patung, Seorang Suporter Piala Dunia Ditahan Polisi

Aksi anarkis suporter Piala Dunia terjadi saat pertandingan antara Inggris dan Kolombia digelar di stadion Spartak, Moscow, seorang  suporter Piala Dunia kedapatan merusak sebuah...