Aksi anarkis suporter Piala Dunia terjadi saat pertandingan antara Inggris dan Kolombia digelar di stadion Spartak, Moscow, seorang  suporter Piala Dunia kedapatan merusak sebuah patung. Polisi Moscow melaporkan bahwa mereka  telah menahan seseorang yang diduga menjadi dalang atas perusakan tersebut.

Diduga seorang pengguna media sosial Rusia memasang gambar patung mantan pemain Spartak, Fyodor Cherenkof yang meninggal pada tahun 2014 dengan kata “Inggris” bertulisan merah di dada.

Polisi mengatakan bahwa aksi anarkis suporter Piala Dunia tersebut sedang diselidiki secara mendalam. Sebagai hasil dari tindakan yang dilakukan oleh Polisi, orang yang melakukan tindakan tidak terpuji itu telah berhasil diidentifikasi dan ditahan.

Polisi belum bisa mengungkapkan siapa sebenarnya pelaku termasuk identitas kewarganegaraannya kepada para awak media.

Pernyataan dari Polisi tersebut dirilis   tepat setelah Inggris berhasil mengalahkan Kolombia dalam drama adu penalti. Sementara pelaku dipastikan tidak dapat lagi menyaksikan pertandingan Piala Dunia di Rusia.

Aksi anarkis suporter Piala Dunia itu memicu badai kritik di kalangan pengguna bahasa Inggris di jejaring media sosial Rusia. Dengan para pengguna menyebut mereka sebagai tamu terburuk di Piala Dunia Rusia.

Cherenkov tidak terlalu terkenal di luar Rusia, tetapi tetap menjadi pahlawan bagi penggemar Spartak setelah memenangkan tiga gelar liga Soviet dan satu gelar Rusia dengan klub tersebut.

Seperti diketahui, Cherenkov meninggal pada tahun 2014 di usia 55 tahun. Dilaporkan ia menghidap tumor otak dan disaat acara pemakaman ribuan penggemar menghadiri pemakamannya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here