Kabar mengejutkan datang dari persaingan tenis dunia. Andy Muray secara tidak terduga memutuskan pensiun. Murray mengambil keputusan itu dengan alasan kondisi fisiknya.

Diketahui, Murray dalam dua tahun terakhir mengalami masalah di pinggul yang membuatnya harus menjalani operasi dan hanya bermain 12 kali sepanjang 2018.

Dengan keputusan tersebut, Australia Terbuka 2019, besar kemungkinan akan menjadi turnamen Grand Slam terakhir bagi Muray.

Terlepas dari cederanya, keputusan petenis 31 tahun itu pensiun, disayangkan banyak pihak, termasuk para pesaing Murray. Rafael Nadal, menjadi salah satu pesaing yang sedih Murray akan pensiun.

Nadal mengaku sedih ketika pertama kali mendengar kabar itu. Namun, Nadal menganggap Murray sudah mengambil keputusan yang tepat karena mempertimbangkan kesehatannya.

“Tentu saja ini adalah kabar buruk. Dia (Murray) sudah mencapai berbagai hal di tenis. Namun, dia kini menderita cukup lama karena merasa tidak bisa bersaing lagi di dunia yang dia geluti (tenis),” kata Nadal dikutip dari situs web Give Me Sport.

Nadal kemudian memuji Murray yang selama kariernya telah berkontribusi banyak terhadap perkembangan tenis dunia.

“Ini akan menjadi kerugian untuk kami, untuk dunia tenis, setiap turnamen, para penggemar, dan bahkan untuk para petenis lain,” ujar Nadal.

“Dia telah menjadi bagian dari persaingan hebat untuk waktu yang sangat lama. Namun, inilah hidup,” tutur petenis penggemar Real Madrid ini menambahkan.

Sepanjang kariernya, Murray telah menjuarai tiga turnamen berlabel grand slam. Prestasi terbaik Murray adalah menempati peringkat kedua dunia pada tahun 2013.

Sebagai info tambahan, Meski dalam kondisi tidak fit, Murray menyatakan akan berusaha menampilkan permainan terbaik di Australia Terbuka yang akan dimulai pekan depan.

Murray akan berhadapan dengan petenis unggulan ke-22 asal Spanyol, Roberto Bautista Agut, pada putaran pertama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here