Bikin Kesalahan Bodoh, Karier Balap Romano Fenati Tamat

Kesalah fatal dibuat Romano Fenati dibalap Moto2. Imbasnya ia mendapat hukumman bertubi-tubi.

0
447

“Bodoh” kata tersebut layak disematkan kepada pembalab Moto2, Romano Fenati. Sebuah kesalahan fatal dilakukan Romano Fenati pada Moto2 San Marino 2018 di Sirkuit Marco Simoncelli. Saat balapan berlangsung, Romano Fenati dengan jelas sengaja berupaya menekan tuas motor Manzi. Aksi tersebut jelas sangat mengancam nyawa Manzi.

Usai balapan, Fenati mengakui tindakannya itu memang buruk. Tapi ia merasa kalau Manzi pun juga sudah melakukan tindakan yang tidak kalah buruk kepada dirinya sebelum insiden tersebut.

“Sebelum itu ada kontak pertama dengan Manzi, yang membuatku melebar keluar lintasan. Setelah melewatiku, ia juga membuatku melambat, dan bikin diriku keluar lintasan lagi untuk kali kedua,” kata Fenati kepada Movistar TV yang dikutip Sky Italia.

“Aku bilang begini bukan untuk mencari alasan. Tapi menurutku ini juga harus jadi pertimbangan karena pebalap-pebalap yang melaju tanpa memikirkan yang lain akan mengacaukan balapan rider di sekelilingnya, dan ini bukanlah hal yang benar.”

Meski mengakui kesalahannya, dalam proses Fenati harus menerima hukuman berlipat. Selain didiskualifikasi, Romano Fenati juga mendapat hukuman larangan dua balapan.
Tidak cukup sampai disitu, Fenati juga mendapat surat pemutusan kontrak dari timnya, Marinelli Rivacold Snipers.

Nestapa bagi Fenati ternyata belum selesai. Bak pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”, pembalap berusia 22 tahun itu harus menerima kenyataan, Forward Racing yang sebelumnya telah mengontrak Fenati untuk musim depan, akhirnya juga membatalkan perjanjian.

Seketika, kiprah Fenati sebagai pembalap profesional hancur tak berkeping. Ia memang merasa bersalah, tapi juga merasa diperlakukan tidak adil. Pada akhirnya, ia pun memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua pihak.

“Ini bukan lagi dunia saya. Terlalu banyak ketidakadilan. Saya salah, itu benar. Saya minta maaf kepada semua orang. Apakah Anda ingin melihat helm dan jaket saya? Ada strip hitam panjang, bekas Manzi. Ia menyerang saya tiga kali dan juga bisa membunuh saya, seperti yang Anda katakan,” ujar Fenati, dikutip Tuttomotoriweb.

“Ia melakukannya pada 500 pertama, lalu saya berpikir bahwa sama sama dan bisa menunjukkan bahwa saya juga bisa jadi buruk seperti Anda. Tapi saya tak pernah berpikir untuk menyakitinya, saya bersumpah. Saya sadar bahwa tidak ada yang peduli dengan saya, soal apa yang saya derita. Jadi lebih baik ucapan selamat tiinggal. Selamanya,” tuntas Fenati.