Ambisi Liverpool dan Mancester City Juara Liga Inggris, Bisa Kandas Oleh Leicester City

0
1655

Leicester City memang pandai memberi kejutan, layaknya saat secara tidak terduga menjuarai liga Inggris musim 2015/16, musim ini klub berjuluk “Si Rubah”, kembali tampil ok.

Setidaknya hingga 12 laga Liga Inggris musim ini, Leicester City tampil konsisten dan bisa bersaing dengan Liverpool dan Manchester City dalam memburu gelar juara.

Teranyar, Leicester baru saja menggebuk Arsenal 2-0 saat bertanding di King Power, Minggu (10/11/2019) dini hari WIB. Gol dari Jamie Vardy dan James Maddison menjadi penentu kemenangan The Foxes.

Dengan kemenangan ini, untuk sementara Leicester pun menempati posisi kedua klasemen Liga Inggris. Mereka mengumpulkan 26 poin, raihan angka mereka sama dengan koleksi Manchester City.

Sejauh ini, Leicester cuma kalah dari City dalam hal membobol gawang lawan. Tim asuhan Brendan Rodgers itu sudah membuat sebanyak 29 gol, lebih sedikit lima gol dari City.

Salah satu kemenangan terbesar Leicester musim ini dicatatkan saat melawat ke markas Southampton. Mereka membenamkan Soton 9-0.

Dilansir Leicester Mercury, Saat ditanya mengenai empat besar atau menjadi pesaing Liverpool dan City meraih gelar juara, Rodgers merendah. Manajer Irlandia Utara itu cuma ingin konsistensi.

“Pekerjaan kami itu untuk lebih meningkatkan diri dan lebih baik lagi. Fokus saya pada diri kami sendiri dan mencari konsistensi pada permainan kami,” kata Rodgers.

“Sudah 12 pertandingan dimainkan dan kami bekerja sangat baik, tapi kami akan fokus pada level performa kami sampai menyisakan 10 laga lagi dan lalu mungkin kita bisa melihat (ke klasemen),” dia menambahkan.

Sebagai info, awalnya Leicester tidak diduga bisa merangsek ke papan atas liga Inggris musim ini. Apalagi di awal musim Leicester ditinggal Harry Maguire ke Manchester United.

Tak ayal banyak yang memprediksi, Leicester
hanya menjadi tim pelengkap dengan lini belakang sebagai lumbung gol para lawan. Namun kepergian Maguire ditutupi dengan performa sip Caglar Soyuncu. Duetnya dengan Jonny Evans menjadi tembok kukuh di depan Schmeichel.

Hingga saat ini, Leicester masih menjadi klub dengan catatan kebobolan paling sedikit, delapan kali kemasukan dalam 12 pertandingan.

Akankah Leicester mengulang dongeng indah di musim 2015/2016, saat mereka untuk kali pertama juara Liga Inggris. Semua tidak ada yang tak mungkin!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here