Frank Ribery mengecam cara  Perancis menyeleksi tim nasional mereka, terkait tidak mengikutsertakan penyerang kawakan sekelas Karim Benzema ke Rusia. Padahal, pemain berusia 30 tahun tersebut berperan penting dalam gol pembuka Real Madrid di final Liga Champions di Kiev.

Karim Benzema sudah tidak pernah lagi tampil untuk Les Bleus sejak November 2015, walaupun empat gelar Liga Champions bersama Real Madrid sudah dikoleksi. Atas pencapaian tersebut menjadikan Benzema dan rekan senegaranya, Raphael Varane sebagai orang Perancis paling sukses dalam sejarah kompetisi di benua Biru.

Ribery yang pensiun dari tugas Internasional pada tahun 2014, mengecam pelatih timnas Perancis, Didier Deschamps karena lagi-lagi mengabaikan ‘saudaranya’, Benzema menjelang Piala Dunia musim panas ini.

“Kami memberi Anda kartu merah yang bertahan selama hampir 3 tahun tetapi selama waktu itu, kotak itu penuh dengan Liga Champions, selamat saudara KB9”,tulis Ribery melalui akun Twitter resmi miliknya.

Karier internasional striker Real Madrid tersebut terhenti, setelah ia terperangkap dalam skandal ‘sex tape’ pada tahun 2015, dimana ia dituduh terlibat dalam upaya untuk memeras rekan setim negaranya, Mathieu Valbuena.

Meskipun Deschamps masih memiliki kuasa, Benzema masih memiliki harapan untuk mewakili negaranya lagi suatu hari nanti.

“Tentu saja saya percaya (bermain untuk Perancis lagi), saya masih percaya. Tapi sudah lebih dari dua setengah tahun, kamu tidak boleh bodoh. Selama Didier Deschamps menjadi pelatih, saya tidak akan memiliki kesempatan untuk kembali ke tim Perancis,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here