priyo

1496 POSTS 0 COMMENTS

Sah, Cristiano Ronaldo Pindah ke Juventus!!!

0

“Saga” kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus terjawab sudah. Setelah hanya sekedar rumor yang ramai dibicarakan dalam beberapa minggu belakangan ini, kepindahan Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus, benar-benar terwujud.

Kepastian Ronaldo pindah ke Juventus, diumumkan langsung oleh manajemen Real Madrid lewat situs resmi klub. “Real Madrid mengumumkan bahwa, setuju dengan keinginan dan permintaan yang diungkapkan Cristiano Ronaldo, dia sudah setuju untuk mentransfernya ke Juventus FC,” kata pernyataan Real Madrid itu.

“Hari ini, Real Madrid ingin mengungkapkan rasa terima kasih pada pemain yang sudah membuktikan diri bisa menjadi yang terbaik di dunia dan yang sudah mencatatkan saat yang paling brilian di sejarah klub kami dan dunia sepak bola,” pernyataan itu menambahkan.

Terkait dengan nilai transfer, Madrid sejauh ini belum menyebut berapa harga yang disepakati untuk melepas Ronaldo ke Juve. Namun media-media internasional menyebut CR7 dijual seharga 105 juta euro atau Rp 1,7 trilun.

“Real Madrid dan Juventus menyepakati transfer senilai 105 juta euro untuk Cristiano Ronaldo,” tulis Sky Sports.

Jika merujuk angka tersebut, harga Ronaldo masih separuh dari harga Neymar. Paris Saint-Germain membeli pesepakbola Brasil itu dari Barcelona pada musim panas 2017 dengan harga yang jauh lebih mahal. Neymar dibeli PSG dari Barca seharga 222 juta euro.

Selain itu, harga Ronaldo juga masih dibawah Philippe Coutinho saat dibeli Barca dari Liverpool Januari lalu seharga 160 juta. Harga Ronaldo saat dilepas Madrid ke Juve, sama ketika Barca mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund.

Saat itu, Blaugrana juga merogoh kocek 105 juta euro. Meski begitu, harga Ronaldo menjadi yang termahal di Liga Italia. So, selamat tinggal Real Madrid, selamat datang Juventus!!

Bisa Terima Kartu Hitam, Kevin Diperingatkan PBSI

0
Kevin diperingatkan PBSI
Akibat gesture-nya, Kevin diperingatkan PBSI.

Kevin diperingatkan PBSI, atlet ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo akan mendapat teguran menyusul insiden di babak perempat final Blibli Indonesia Open 2018

Aksi protes pasangan Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon saat berjumpa tim Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding berbuntut panjang.

Pada pertandingan tersebut dua Minions mengajukan protes kepada wasit dengan cara yang tidak semestinya. Gesture (gerak tubuh) yang ditunjukkan kepada lawan maupun penonton tergolong kurang bersahabat. Diantaranya, dengan mengacungkan jempol ke bawah.

“Kami mendukung permintaan Marcus dan Kevin untuk mengajukan  keluhan kepada BWF tentang cara kerja wasit. Namun, di samping itu, kami juga berencana mengajak bicara mereka berdua—terutama Kevin—tentang hal-hal yang dapat berisiko di masa depan,” kata Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto.

Menurutnya, mereka menerima keluhan bahwa Kevin dan Marcus diancam akan diberikan kartu hitam oleh salah seorang ofisial BWF di ruang ganti setelah pertandingan usai.

“Secara peraturan, referee memang berhak mengeluarkan kartu hitam kepada pemain yang dianggap bersikap berlebihan. Risikonya, si pemain dapat terkena diskualifikasi dan tidak diperbolehkan melanjutkan pertandingan,” katanya.

Budiharto berjanji akan meneruskan keluhan pasangan peringkat satu dunia ini. Ia berharap kedua pemain tersebut juga menerima masukan dari pengurus dan pelatih.

“Kami akan meminta para pelatih ganda untuk bicara dengan mereka soal  permintaan untuk lebih menahan diri di lapangan. Apalagi, di tahun depan (2019) kita akan mulai menghadapi tahun kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020. Jangan sampai mereka justru dirugikan soal ini,” ujarnya lagi.

“Kami paham Kevin masih muda dan situasi saat itu memang sangat memancing emosi. Namun, untuk  kepentingan lebih besar dan jauh, tentunya tak ada salahnya bila kita bisa menahan diri,” pungkas Budiharto.

Resmi! Egy Dikontrak Lechia Gdansk dengan Durasi 3 Tahun

0
Resmi! Egy Dikontrak Lechia Gdansk

Talenta muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, sudah berstatus pemain professional. Egy dikontrak Lechia Gdansk mulai kemarin waktu setempat. Anak muda asal Diklat Ragunan ini resmi direkrut klub Liga Polandia, Lechia Gdansk.

Status ini berubah setelah dirinya berulang tahun ke-18 pada 7 Juli lalu. Egy  sudah membubuhkan tanda tangan di kontrak kerja Bersama Lechia, Senin (9/7/2018).

Dilansir dari situs resmi klub, Egy dikontrak Lechia Gdansk selama 3 tahun hingga 30 Juni 2021 dengan klausul opsi perpanjangan dua tahun lagi.

“Egy Maulana Vikri telah resmi menandatangani kontrak dengan Lechia Gdansk yang mengikatnya hingga 2021,” demikian bunyi pernyataan resmi Lechia di Twitter.

Sebelumnya, Egy sudah diperkenalkan oleh Lechia Gdansk pada 11 Maret lalu. Lewat media social resmi Lechia, Egy bahkan menjadi bintang di Instagram dengan support dari para fans di Indonesia.

Namun, meski sudah diperkenalkan dan sepakat, Egy belum bisa dikontrak terkait aturan Uni Eropa tentang pekerja professional. Aturan tersebut mewajibkan usia minimal seorang pekerja.

Sekarang, pemain kidal asal Medan ini sudah pramusim bersama klub asal kota Lechia tersebut di Cetniewo Oplaenica.

Egy bahkan selalu tampil di lima laga uji coba dengan berbagai klub di negara Eropa. Di sisi lain, Ia juga diharapkan mampu membawa timnas usia 19 menjuarai Piala AFF  yang digelar di Tanah Air.

 

Tak Ada Zidane, Hazard Tetap Ngebet ke Madrid

0
Eden Hazard

Kapten timnas Belgia, Eden Hazard menjadi salah satu pemain penting di Chelsea. Uniknya, meski betah, sang winger yang hobi menusuk ke pertahanan lawan ini mengaku masih mendambakan Madrid untuk destinasi berikutnya.

Hazard memang begitu ingin pindah ke Bernabeu walau sudah tak ada Zidane di sana. Pemain bernomor punggung sepuluh ini ingin mencari petualangan baru di Spanyol bersama tim ibukota tersebut.

Meski masih menyisakan dua tahun masa baktinya di Chelsea, Hazard sampai sekarang belum memperpanjang kontraknya dengan kubu The Blues. Namun begitu, ia mengaku saat ini fokus total bersama Timnas Belgia di Piala Dunia 2018.

“Apakah tanpa Zidane membuat mimpiku main untuk Madrid berkurang? Zidane adalah seseorang yang istimewa, itu benar, tapi aku pikir Madrid adalah impian setiap orang,” ujar Hazard seperti dilansir Soccerway.

“Zidane atau tanpa Zidane, jersey putih Madrid adalah spesial, tetapi jersey biru dari Chelsea cocok untukku, sehingga tidak menggangguku jika aku bertahan.”

“Untuk saat ini adalah soal Piala Dunia. Seperti yang aku katakan setidaknya 100 kali, aku di Chelsea dan untuk saat ini tidak ada yang memberikan tawaran,” Hazard menambahkan.

Hazard sendiri tengah bersiap menghadapi semi-final Piala Dunia 2018 kontra Perancis. Ia berharap Setan merah bisa mengalahkan tim Ayam Jantan dan melenggang ke Final hingga akhirnya juara.

 

Membelot, Ada Eks Bintang Perancis di Kubu Belgia

0
Thierry Henry

Pemandangan aneh akan terlihat kala Prancis akan bersua Belgia di semi-final. Bukan karena factor bintang lapangan yang cedera, melainkan factor pelatih yang akan membelot ke kubu lawan.

Ya, Thierry Henry akan hadir di kubu Belgia bukan di barisan Ayam Jantan. Pencetak gol terbanyak untuk Les Blues itu menjadi salah satu personel dari skuad pelatih Setan Merah.

Kapten sekaligus kiper timnas Prancis, Hugo Lloris merasa janggal melihat Henry ada di pihak Belgia. Ia mengatakan bahwa laga semifinal Piala Dunia ini akan menjadi pertandingan emosional untuk Henry.

Pasalnya, Henry pernah membawa Perancis juara di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Sekarang, ia harus berstrategi untuk mengalahkan timnas negaranya seendiri.

“Saya merasa sedikit aneh melihatnya bekerja bersama tim Belgia. Hatinya akan terbelah dua karena ia sangat mencintai Prancis dan memiliki banyak kenangan manis dengan timnas Prancis,” katanya.

“Dia telah mencatatkan sejarah bersama Les Bleus. Sekarang, ia bersama Belgia dan berusaha menyingkirkan negaranya sendiri,” ucap Lloris dilansir Goal.

Di sisi lain, bintang Belgia, Kevin De Bruyne mengatakan bahwa ia tak heran apabila Henry nanti akan menyanyikan lagu kebangsaan Prancis. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan tak perlu dibesar-besarkan.

“Mungkin ia nanti akan ikut menyanyikan La Marseillaise, yang menurut saya normal. Mungkin agak sulit karena sekarang ia bekerja bersama kami. Ia sangat menginginkan kami untuk meraih kemenangan. Itulah pekerjaannya.”

 

Bersinar di Roma dan Brasil, Alisson Becker Ternyata Belum Laku

0
alisson becker

Kiprah menawan Alisson Becker Bersama AS Roma tidak membuat kiper utama Brasil itu menerima banyak tawaran. Meski dikaitkan dengan beberapa klub besar, nyatanya belum ada tawaran resmi yang datang.

Chelsea, Madrid, dan Liverpool sebelumnya dikabarkan memburu sang kiper. Namun, sampai detik ini tak ada tawaran resmi yang bisa membuat Direktur Olahraga AS Roma, Monchi semringah.

“Dia memiliki kesempatan untuk bertahan di sini. Sejauh ini, kami belum menerima penawaran resmi untuknya. Jika ada, maka kami akan berusaha mempelajarinya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan,” kata Monchi dilansir Goal.

“Hingga saat ini, kami belum tahu kapan ia akan kembali berlatih. Saat ini, ia sedang berlibur setelah tampil di Piala Dunia. Saya harap ia akan tampil lebih baik lagi musim depan,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Monchi berujar bahwa ia masih belum berhenti untuk mendatangkan pemain ke klub ibukota tersebut. Masih ada beberapa pemain lagi yang datang ke Roma di musim panas ini.

Sejauh ini, Roma telah mendatangkan sepuluh muka baru. Dan dua diantaranya adalah Javier Pastore dan Justin Kluivert.

“Kami selalu memperhatikan pasar transfer pemain. Roma adalah klub besar dan perlu selalu melihat situasi di bursa transfer hingga usai,” pungkas pria 49 tahun itu.

Banyak Pengikut, Facebook Ajak Cristiano Ronaldo Bintangi Reality Show

0
Cristiano Ronaldo

Kualitas Cristiano Ronaldo, menggocek si kulit bundar, tentu tidak perlu diragukan lagi. Berbagai penghargaan tingkat klub, timnas hingga piala yang bersifat personal sudah diraih, pemain asal Portugal itu.

Di luar dunia sepak bola, Cristiano Ronaldo, menjadi sosok yang selalu mencuri perhatian. Karenanya tidak heran, banyak brand yang ingin bekerja sama dengan Ronaldo, tidak terkecuali Facebook.

Demi semakin banyak mendapat pengguna,Facebook kini semakin doyan membuat konten oleh raga. Apalagi Facebook sekarang mendapatkan hak siar streaming Liga Inggris. Setelah mendapatkan hak siar streaming Liga Inggris, Facebook berencana membuat sebuah reality show dengan menggandeng bintang sepakbola Cristiano Ronaldo.

Dilaporkan laman Variety, Facebook masih dalam tahap diskusi dengan Ronaldo. Rencananya media sosial besutan Mark Zuckerberg itu akan membuat seri dokumenter 13 episode tentang Ronaldo.

Demi hal ini Facebook rela mengeluarkan dana besar agar pemaian asal Portugal itu menyetujui. Jika terjadi kesepakatan maka Facebook akan membayar Ronaldo senilai USD 10 juta atau sekitar Rp143,8 miliar.

Sementara itu, dilansir laman Engadget reality Show ini sendiri akan diproduksi oleh Matador Content dan perusahaan media olaharga Religion of Sports yang didirikan oleh Gotham Chopra, Michael Strahan, Tom Brady dan perusahaan produksi Dirty Robber.

Nantinya reality show tentang Ronaldo ini bakal memiliki pola sama dengan seri dokumenter tentang Tom Brady berjudul Tom vs. Time. Seperti diketahui, Tom vs. Time sudah memulai debut di FacebookWatch pada Januari 2018 lalu. Hingga saat ini sudah 52 juta kali ditonton.

Tentunya seri dokumenter tentang Ronaldo diyakini bakal lebih tinggi penontonnya. Mengingat pesepakbola yang masih merumput di Real Madrid itu sangat populer di Facebook. Saat ini dirinya punya 122 juta pengikut di media sosial tersebut.

Bikin Gol Bunuh Diri, Pemain ini Kena Aksi Rasis dan Diancam Dibunuh

0

Tindakan rasial hingga ancaman pembunuhan, kepada pemain sepak bola akibat gol bunuh diri atau bermain bermain buruk sepanjang laga, sudah sering terjadi.

Tidak jarang tindakan rasial tersebut, bisa berubah menjadi ancaman pembunuhan yang akhirnya menjadi nyata, seperti tragedi pemain Kolombia, Pablo Escobar, di Piala Dunia 1994.

Kala itu Escobar tewas, setelah dirinya membuat gol bunuh diri, yang membuat Kolombia tersingkir dari Piala Dunia.

Kini ancaman hingga tindakan rasial kembali terjadi di Piala Dunia 2018. Targetnya kali ini adalah penggawa timnas Brasil.

Usai tersingkir dari Piala Dunia 2018, gelandang Brasil, Fernandinho, mendapat berbagai ancaman mulai dari rasial hingga pembunuhan.

Tindakan tidak terpuji itu, disampaikan langsung oleh para fans yang kecewa, ke akun media sosial Fernandinho.

Fernandinho mendapat ancaman, lantaran dirinya mencetak gol bunuh diri, saat Brasil kalah 2-1 dari Belgia di laga 8 besar Piala Dunia 2018.

Karena banyaknya serangan yang datang, dan bahkan sampai ada ancaman, Asosiasi Sepakbola Brasil (CFB) sampai mengeluarkan pernyataan resmi atas kejadian itu.

“CFB menentang serangan rasial yang diterima oleh Fernandinho dan juga keluarganya.”

Sepakbola mewakili persatuan warna, jenis, budaya, dan orang-orang yang berbeda. Kami bersama kamu (Fernandinho). Rasisme tidak akan bisa berkembang,’ demikian pernyataan Asosiasi Sepakbola Brasil dikutip dari Sky Sports.

Bukan cuma Fernandinho saja yang jadi sasaran serangan rasial. Istrinya yang bernama, Glaucia Rosa, malah harus menutup akun Instagramnya karena terus dapat komentar negatif.

Bikin Gol Penentu, Antoine Griezmann Tidak Lakukan Selebrasi, Ada Apa Nih?

0

Adalah sesuatu yang lumrah, jika seorang pemain melakukan selebrasi, acap kali mencetak gol. Apalagi jika gol tersebut dicetak di ajang Piala Dunia, sekaligus membawa tim lolos ke babak berikutnya.

Namun anehnya selebrasi tersebut tidak dilakukan oleh Antoine Griezmann, saat timnas Prancis bentrok dengan Uruguay di babak 8 besar, Piala Dunia 2018.

Dalam pertandingan itu, Antoine Griezmann tampil gemilang dengan mencetak satu gol dan satu assist. Ia menjebol gawang Uruguay pada menit ke-61 melalui tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Setelah tembakannya gagal ditangkap oleh kiper Uruguay Fernando Muslera, Griezmann tidak melakukan selebrasi. Griezmann terdiam di posisinya ketika rekan-rekannya datang mengerubunginya. Tak ada perayaan yang biasanya ia lakukan setelah mencetak gol.

Seusai pertandingan, Griezmann menjelaskan alasan kenapa ia tak merayakan golnya.

“Saya tak merayakan gol itu karena ketika saya memulai sebagai pemain profesional, saya didukung oleh satu orang Uruguay yang mengajari saya hal-hal baik dan buruk dalam sepakbola. Jadi, saya amat menghormati Uruguay sebagai sebuah negara,” ujar Griezmann di situs resmi FIFA.

Selain itu, Griezmann juga tak ingin melukai perasaan dua rekannya di Atletico Madrid, Diego Godin dan Jose Gimenez, yang bermain untuk Uruguay.

“Saya juga bermain melawan teman, jadi saya pikir wajar jika saya tak merayakan gol saya,” kata Griezmann.

Berkat 1 gol dan 1 assist yang dibuat, Griezmann mendapat predikat man of the match. Dalam pertandingan itu sendiri, Prancis berhasil mengalahan Uruguay 2-0.

Dengan hasil tersebut, Prancis lolos ke semifinal dan akan berhadapan dengan Belgia, untuk memperebutkan 1 tiket final Piala Dunia 2018.

Tiga Singa Menang, Suporter Inggris Acak-acak IKEA hingga Rusak Ambulan

0

Setelah sempat berlaku “manis” selama babak penyisihan, hingga babak 8 besar Piala Dunia, aksi anarkis suporter timnas Inggris akhirnya “pecah” juga.

Seperti diketahui, selama ini suporter Inggris, menjadi salah satu pendukung paling rusuh di kancah sepak bola dunia.

Tidak jarang suporter garis keras Inggris, sering juga disebut hooligan, melakukan tindakan anarkis, baik timnya menang apalagi kalah.

Nah, di Piala Dunia 2018 ini, suporter timnas Inggris sebelumnya sempat, adem ayem saja. Hanya saja semuanya berubah, ketika Harry Kane Cs, memastikan lolos ke semi final, usai mengalahkan Swedia.

Euforia besar hampir terjadis di seluruh pelosok Inggris, pesta kemenangan digelar dengan serentak. Sayang, beberapa di antaranya sampai berujung aksi perusakan.

Dilaporkan BBC, puluhan suporter melakukan pesta kemenangan di salah satu gerai Ikea. Mereka melompat-lompat di atas sofa dan kasur yang dijadikan display. Berbagai barang yang berada di toko perabotan asal Swedia itupun menjadi berantakan.

Di London, suporter yang berpesta turun ke jalan juga menyebabkan beberapa kekacauan. Selain menyebabkan macet, ada juga suporter yang menghentikan ambulans dan taksi yang melintas lalu menari dan bernyanyi di atasnya.

Di Nottingham, kemacetan terjadi di banyak titik karena suporter berpesta dan merayakan kemenangan di tengah jalan. Ini menyebabkan layanan trem di kota tersebut terganggu.

Sementara di Birmingham beberapa suporter nekat memanjat bus tingkat. Kejadian ini membuat kepolisian Inggris bekerja keras mengamankan situasi dan menjaga ketertiban.

Masih dari laporan yang sama, sejatinya untuk memperkuat penjagaan, pihak kemanan juga sudah menurunkan personel lebih banyak, plus polisi K-9 tambahan.

Tapi anjing-anjing milik kepolisian jadi sasaran teriakan suporter Inggris lantaran mereka berasal dari Jerman.

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Jadi Bintang, Mbappe Ogah Gantikan CR7 di Madrid

Pemain muda sarat prestasi, Kylian Mbappe ogah ke Real madrid dan menegaskan komitmennya untuk Le Parisien. Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) ini menepis rumor kepindahan...