priyo

1367 POSTS 0 COMMENTS

Permanenkan Bakayoko, AC Milan “Tendang” Franck Kessie?

0

Keinginan Timoue Bakayoko untuk bisa berseragam AC Milan lebih lama, sepertinya akan terwujud.

Bakayoko sejatinya adalah milik Chelsea, dirinya datang ke AC Milan di awal musim 2019 sebagai pemain pinjaman.

DI awal kedatanganya di AC Milan, gelandang bertahan Prancis itu sempat kesulitan beradaptasi.

Bahkan pelatih Milan, sempat memberi ultimatum kepada Bakayoko lantaran ia sulit beradaptasi. Tapi kini situasi telah berubah.

Perlahan Bakayoko mulai mendapatkan tempat di tim utama. Bakayoko bahkan, telah mencetak 1 gol di laga derby milan, walau akhirnya AC Milan kalah 2-3 dari Inter.

Total sejauh ini, Bakayoko telah membuat 22 penampilan di Liga Italia dengan 17 kali menjadi starter. Atas performa tersebut, Milai kepincut untuk mempermanenkan Bakayoko.

Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Milan kabarnya memutuskan untuk membayar tebusan sesuai kesepakatan peminjamannya, yaitu sebesar 35 juta euro (Rp 561 miliar) kepada Chelsea untuk mempermanenkan Bakayoko.

Namun, keputusan ini bukan tanpa konsekuensinya termasuk kemungkinan menjual pemain tengah asal Pantai Gading Franck Kessie.

Disebutkan pula, Gattuso akan bertatap muka dengan Kessie. Belum diketahui apakah pertemuan itu akan membahas rencana-rencana Milan di musim depan atau tidak.

Namun yang jelas Kessie akan dijatuhi denda yang lebih besar akibat pertengkarannya dengan Lucas Biglia, saat derby Milan beberapa waktu lalu.

Barcelona dan Nike, Patungan Bayar Gaji Pemain ini!!

0

Frenkie De Jong sempat diminati beberapa top eropa, seperti Paris St-Germain dan Manchester City. Namun akhirnya, De Jong menjatuhkan pilihan ke Barcelona.

Yup, De Jong resmi akan bertualang di Spanyol, menggunakan jersey Barcelona. Transfer De Jong dirampungkan Barca Januari lalu, setelah klub Catalan itu mencapai kesepakatan 75 juta euro dengan Ajax Amsterdam.

Dalam prosesnya, De Jong akan menghabiskan sisa musim ini bersama Ajax sebelum gabung musim depan.

Berbicara kepindahan De Jong ke Barcelona, kabarnya tidak lepas dari campur tangan Nike.

Produsen alat olahraga asal Amerika Serikat itu bukan urunan uang transfer, melainkan menginvestasikan uang besar dalam gaji si pemain.

De Jong kabarnya mendapat gaji 350 ribu euro per pekan atau sekitar Rp 5,6 miliar. Pemain Belanda itu jadi salah satu penggawa Barca dengan gaji tertinggi dan Nike pun ikut membantu membayarkannya.

Menurut Nike, De Jong bisa jadi bintang besar yang nantinya membawa keuntungan besar bagi mereka di masa depan. Bahkan Nike juga meminta De Jong memakai nama Frenkie di jersey dan bukan nama belakangnya.

“Saya sendiri tidak yakin apakah akan memakainya,” ujar De Jong soal permintaan Nike itu.

Pelatih Tottenham Hotspur Terharu, Ada Apa Nih!!

0

Penantian panjang Tottenham Hotspur akan kehadiran stadion baru berakhir sudah. Minggu (24/3/2019) waktu setempat, Tottenham Hotspur Stadium untuk kali pertama mulai dipakai

Disaksikan oleh puluhan ribu suporter Tottenham, stadion tersebut melalukan test event saat menggelar pertandingan U-18 antara Tottenham dengan Southampton.

Tuan rumah menang 3-1. Namun yang lebih membahagiakan buat Tottenham tentu saja, mereka kini akhirnya bisa menikmati rumah barunya. Hal ini membuat, pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino begitu terharu.

“Saya pikir ini luar biasa, sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ucap Pochettino dikutip dari TalkSport.

“Kami semua merasakan hal yang sama, sangat antusias. Saya memiliki perasaan yang sama saat meninggalkan White Hart Lane di hari terakhir, kami menangis. Dan sekarang, pada hari pertama di stadion baru kami merasakan emosi yang sama. Kami bisa menangis karena mimpi kami menjadi kenyataan,” lanjut manajer asal Argentina itu.

Sebagai info, saat proses pembangunan mulai dilakukan pada 2015, dijadwalkan Tottenham Hotspur Stadium akan rampung dan bisa digunakan pada awal musim 2018/2019

Markas baru Tottenham ini punya kapasitas 62.062 tempat duduk. Stadion ini secara resmi akan dibuka pada April mendatang.

Stadion yang dibangun dengan total biaya Rp 16,065 triliun ini menggantikan White Hart Lane yang sudah ditempati Tottenham sejak 1899.

Honda Tidak Takut Ditinggal Marc Marquez!!

0

Hingga saat ini Marc Marquez masih menjadi pembalap utama Honda. Bersama Honda, Marquez masih menjadi kandidat utama juara dunia MotoGP.

Terlepas dari semua fakta di atas, walau nyaman bersama Honda, bukan sesuatu yang mustahil bagi Marquez untuk hijrah ke tim lain, meninggalkan pabrikan motor asal Jepang tersebut.

Apalagi, Marquez sudah menggapai segalanya dengan Honda, hingga wajar kalau ingin mencari tantangan baru.

Terkait kemungkinan perginya Marquez, ternyata Honda sudah melakukan antisipasi sejak dini. Hal tersebut ditandai dengan keputusan Honda merekrut Jorge Lorenzo.

Sebagaimana dilansir Starsports, Eks rider Tech 3, James Toseland, menilai bahwa keputusan Honda merekrut Lorenzo sebagai langkah tepat.

“Saya pikir apa yang sudah dilakukan Honda dengan merekrut Lorenzo karena mereka sadar bahwa sekarang dia (Marquez) merupakan juara dunia lima kali bersama mereka,” kata Toseland di Starsports.

“Tak ada lagi yang bisa dimenangi atau dicapai kecuali beberapa rekor.”

“Jadi, mereka mungkin mengantisipasi kalau Marquez ingin tantangan baru dalam hidupnya. Dan kalau mereka mempunyai rider terbaik kedua, untuk langkah antisipasi, yang akan menjadi langkah pintar bagi mereka,” dia menambahkan.

Sebagai info tambahan, masa depan Marquez di awal musim MotoGP 2019, sempat menjadi spekulasi. Ada rumor rider Spanyol itu dikabarkan sedang didekati oleh KTM.

Messi Tidak Temukan Kenyamanan Bersama Timnas?

0

Kembalinya Lionel Messi membela timnas Argentina tak berjalan mulus. Alih-alih berhasil membawa kemenangan bagi tim Tango, Messi justru harus menerima kenyataan yang bertolak belakang.

Bertemu Venezuela di laga persahabatan, Messi gagal memberi kemenangan bagi Argentina. Tim Tango harus rela kalah 1-3 dari Venezuela.

Pada laga itu, Messi bermain penuh. Gol Argentina dicatatkan oleh pemain Inter Milan, Lautaro Martinez. Sementara gol Venezuela dicatatkan oleh Salomon Rondon, Jeison Murillo, dan Josef Martinez.

Hasil minor tersebut, seakan memperkuat jika Messi memang tidak “berjodoh” saat membela timnas. Kondisi tersebut, berbeda jauh saat Messi berlaga bersama Barcelona.

Performa Messi yang tidak juga maksimal kala membela timnas Argentina, membuat eks pemain dan pelatih tim Tango, Daniel Passarella, angkat bicara.

Menurut Passarella, ekspektasi fans saat Messi membela timnas terlalu besar. Kondisi tersebut sedikit banyak membuat Messi kurang nyaman.

“Dia merupakan pemain hebat yang bisa memberi banyak sumbangsih untuk tim. Tapi, saat bermain bersama Barcelona, dia mempunyai sikap yang berbeda. Dia lebih baik di sana,” kata Passarella di Marca.

“Terkadang hal seperti ini terjadi. Anda bermain bagus untuk sebuah tim dan mereka mencintai anda, tapi anda tak merasa aman dan suatu hal tak sesuai. Saya tak tahu seperti apa itu, tapi itu jelas sesuatu hal yang ada rasakan dari dalam,” dia menambahkan.

Sebagai cacatan, prestasi Messi di timnas Argentina dan Barcelona memang berbeda 180 derajat. Messi belum pernah menjadi juara di level Timnas senior.

Sementara bersama Barcelona, Messi sudah memenangi sebanyak 32 piala. Sembilan gelar juara Liga Spanyol dan empat gelar Liga Champions merupakan contohnya.

Didier Deschamps Kesal Giroud Jadi Cadangan Mati di Chelsea

0
Didier Deschamps berharap para suporter Prancis akan mendukung timnya di Rusia bukan membebaninya.

Didier Deschamps kesal dengan Chelsea. Ia menilai The Blues tidak optimal memanfaatkan striker berusia 32 tahun itu. Deschamps menilai Giroud adalah sosok striker tajam dan haus gol.

Terbukti, Giroud mampu membayar kepercayaan tersebut dengan mencetak gol saat melawan Moldova. Dalam pertandingan itu, Prancis menang 4-1 saat kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stadion Zimbru

Sedangkan, tiga gol lainnya dilesakkan Antoine Griezmann, Raphael Varane, dan Kylian Mbappe. Dan untuk satu gol balasan Moldova dicetak Vladimir Ambros.

Dengan tambahan satu golnya, Giroud mengoleksi 34 gol di timnas Prancis. Hal itu membuat ia masuk daftar pencetak gol terbanyak Les Blues. Posisinya di bawah Thierry Henry (51 gol) dan Michel Platini (41 gol).

Saingan CR7, Bomber Gaek Ini Masuk Timnas di Usia Senja

Saat ini, Giroud merupakan striker cadangan mati di Chelsea. Kesempatan bermain seolah sirna di bawah Maurizio Sarri.

“Torehan gol Olivier Giroud terus meningkat. Sekarang ia berada di antara Platini dan Henry,” ucap Deschamps dilansir dari Lequipe.

“Dia hanya kurang dimanfaatkan oleh Chelsea. Buktinya, ia masih bisa mencetak gol di Liga Europa,” katanya.

Untuk musim 2018-2019, Lukaku telah bermain dalam 38 pertandingan di semua kompetisi. Ia pun sudah mengoleksi 15 gol dan empat assist.

Thibaut Courtois “Pede” Masih Jadi Kiper Terbaik di Dunia

0

Thibaut Courtois sedang akrab dengan blunder. Teranyar, Courtois membuat kesalahan ketika membela timnas Belgia.

Courtois bikin blunder saat Belgia menghadapi Rusia di laga perdana Grup I Kualifikasi Piala Eropa 2020.

Berawal dari backpass Jan Vertonghen, Courtois tak langsung membuangnya ke depan. Ia sedikit bermain-main dengan bola di kotak penalti sebelum akhirnya kehilangan bola usai diganggu oleh Artem Dzyuba.

Pada prosesnya, bola yang terlepas dimaksimalkan oleh Denis Cheryshev menjadi gol. Courtois sendiri membuat pembelaan, terkait blundernya saat melawan Rusia.

“Cheryshev menyikutku dan karena itu aku tidak bisa menghentikan bola. Itu adalah kesalahan kecil, tapi hal-hal seperti ini terjadi dalam hidup seorang kiper,” ucap Courtois seperti dikutip Marca.

Blunder tersebut menambah sorotan kepada Courtois. Perdebatan muncul soal apakah ia pantas terus jadi starter di Real Madrid.

Terkait semua kritik yang sedang diarahkan kepadanya, Courtois tidak tinggal diam.

Mantan kiper Chelsea itu, menuturkan dirinya masih jadi salah satu kiper terbaik di dunia. Courtois pun menambahkan, jika media Spanyol terlalu menyudutkan dirinya.

Aku menganggap diriku sebagai salah satu yang terbaik, meski media Spanyol ingin membunuhku,” ujar Courtois seperti dikutip Marca.

“Aku merasa sangat kuat dan tenang karena aku tahu aku berlatih dan bermain dengan baik,” tukasnya.

Siap Rugi, Barcelona Bakal Jual Coutinho Asal!!

0

Januari 2018 lalu, Philippe Coutinho memutuskan hijrah dari Liverpool ke Barcelona. Blaugrana memecahkan rekor transfer klub dengan mengeluarkan dana mencapai 120 juta euro untuk mendatangkan pemain asal Brasil itu.

Dana besar yang dikeluarkan Barcelona, tidak lepas dari performa apik Coutinho selama membela Liverpool.

Awal penampilan Coutinho bersama Barcelona cukup menjanjikan. Setidaknya,
Coutinho membuktikan kepada manajemen dan fans Barca, jika ia pantas dihargai mahal.

Sayang dalam perjalanannya, pemain berusia 26 tahun itu tak mampu mempertahankan konsistensinya

Musim ini, Coutinho melewati masa-masa sulit. Tak selalu jadi starter, ia juga sempat disoraki oleh pendukung Barcelona saat tampil di atas lapangan.

Kini Barcelona dikabarkan siap menjual Coutinho pada bursa transfer musim panas nanti. Meski belum ada tawaran resmi, kabarnya ada beberapa klub yang sudah mengutarakan ketertarikannya.

“Barcelona tidak punya tawaran dari klub manapun saat ini, tapi beberapa sudah mengungkapkan ketertarikannya kepada si pemain,” ujar seorang sumber di klub kepada ESPN FC.

Barcelona pun diklaim sudah mematok harga untuk Coutinho. Mantan pemain Inter Milan itu akan dilepas jika ada tawaran minimal 100 juta euro (Rp 1,6 triliun).

Tiga klub Inggris –Manchester United, Chelesa, dan Arsenal– dikabarkan sebagai kemungkinan tujuan Coutinho. Paris Saint-Germain juga ikut disebut mengingat hubungan Coutinho dengan Neymar

Bek Real Madrid Kirim “Kode” ke Kylian Mbappe

0

Perjalanan karier Kylian Mbappe terbilang mulus. Sejak pertama kali mencuri perhatian bersama Monaco, karier Mbappe terus meroket.

Bersama Monaco Mbappe sukses, bikin 26 gol dari 44 laga dan mengantar klub juara Liga Prancis musim 2016/2017. Pencapaian tersebut, membuat Paris Saint-Germain tertarik dan lantas memboyongnya dengan nilai mencapai 180 juta euro.

Musim perdananya di PSG menghasilkan 21 gol dari 44 laga, sekaligus mendatangkan treble domestik.

Sejauh ini kiprah Mbappe bersama PSG baiki di dalam maupun di luar lapangan terbilang mulu. Namun hal itu tidak membuat, rumor soal kepindahan Mbappe dari PSG sirna.

Real Madrid jadi tim yang kabarnya membuka peluang merekrutnya. Apalagi dengan kepulangan Zinedine Zidane sebagai pelatih, yang diyakini akan memperbesar kans mewujudkan transfer ini.

Statusnya sebagai legenda sepakbola Prancis bisa memberikan Madrid keuntungan. Madrid sendiri belum merekrut superstar lagi belakangan ini.

Terkait rumor seputar Mbappe, bek Madrid yang juga rekan setim Mbappe di tim nasional Prancis Raphael Varane tak ragu lagi soal kualitasnya.

Bahkan dari sejumlah pemain dengan kualitas ‘gila’, Varane menilai Mbappe ada di level lain

“Dia punya sesuatu yang spesial. Ketika dia menguasai bola, para penonton berdiri dan berharap dua mencetak gol,” ujar Varane dilansir AS.

“Saya sudah bertemu sejumlah ‘orang gila’ dalam karier saya. Ini adalah pertama kalinya saya bertemu seseorang yang begitu bertalenta dan sangat muda.”

“Saya terkesan dengan kecerdasannya, kedewasaannya, dan dengan talentanya yang mengerikan,” imbuhnya

Ibrahimovic Ajari Romelu Lukaku Bagaimana Caranya Jadi Bomber Hebat

0

Walau dikenal punya sikap yang cukup arogan, harus diakui Zlatan Ibrahimovic merupakan salah satu penyerang top, di era sepakbola modren.

Sebagai pemain senior, Ibrahimovic kerap dijadikan panutan. Hal ini lah yang dilakukan Romelu Lukaku saat sempat satu tim dengan Ibra di Manchester United.

Kala itu, Lukaku datang ke Manchester United pada musim panas 2017. Saat itu Ibra masih dalam tahap pemulihan cedera ligamen lutut dan Lukaku diproyeksikan jadi penggantinya.

Memang keduanya tidak sering bermain bareng, karena Jose Mourinho saat itu membatasi waktu main Ibra. Hingga akhirnya pemain Swedia itu pergi ke LA Galaxy pada awal 2018.

Namun, diwaktu yang singkat itu Lukaku mengaku, mendapat banyak pelajaran berharga dari Ibra, untuk menjadi striker hebat.

“Apapun yang saya pelajari dari Zlatan itu hebat, dia menceritakan pengalamannya ketika main di Inter, AC Milan, Barcelona, dan bahkan Ajax, berada di lapangan bareng dia, melihat betapa kompetitifnya dia,” ujar Lukaku di situs resmi klub.

“Saya teringat satu sesi latihan bareng, karena kami berdua striker, kami tidak pernah ada tim yang sama, ada momen perebutan bola 50:50. Dia tidak main-main melanggar saya,” sambungnya.

“Karena itulah saya tahu mengapa pemain ini ingin bersaing dan ingin memperebutkan tempatnya. Itulah mengapa dia banyak mengubah saya. Membuka mata saya. Pria yang tak pernah menyerah mendapatkan posisinya.”

“Jadi, saya hanya perlu belajar buat fokus, bekerja keras dan menikmatinya. Karena dia adalah pemain yang menyenangkan juga dan bagus memiliki karakter sepertinya di ruang ganti,” tukasnya.

HOT NEWS

MOST COMMENTED

Sergio Ramos, “Tukang Jagal” dari Madrid, Kembali Memakan Korban

Masih segar dalam ingatan bagaimana di Final Liga Champions musim lalu, Sergio Ramos membuat pendukung Liverpool murka. Ramos jadi aktor utama yang membuat, pemain...