AC Milan Masih Percaya dengan Racikan Marco Giampaolo

0
258

Puasa kemenangkan AC Milan berlanjut. Setelah sebelumnya kalah dari Inter di laga Derby Milan. Rossonerri harus kembali merasakan pahitnya kekalahan, kala bersua Torino dalam lanjutan Liga Serie A.

Bertandang ke Kota Turin, AC Milan yang sempat unggul di babak pertama, harus rela gawangnya dibobol dua kali pada babak kedua. AC Milan pun harus mengakui keunggulan Torino 2-1 di akhir laga.

Hasil tersebut membuat Milan sudah tiga kali kalah dalam lima laga awal dan tertahan di posisi ke-10 klasemen Serie A dengan enam poin.

Sudah pasti hasil tersebut langsung membuat pelatih Milan, Marco Giampaolo, menjadi sasaran empuk kritik. Suara-suara yang meminta agar ia diganti pun mula terdengar.

Hal itu terbilang wajar saja mengingat Giampaolo sejak ditunjuk memang sudah diragukan mengingat dia tidak pernah melatih tim besar.

Namun sepertinya Giampaolo bisa sedikit tenang, pasalnya petinggi Milan masih percaya jika mantan pelatih Sampdoria itu, bisa membuat Milan kembali berjaya.

Sebagaimana dilaporkan Sky Sport Italia, Paulo Maldini, tidak mempermasalahkan hasil negatif yang diraih Milan sejauh ini. Dia pun masih percaya dengan kualitas Giampaolo.

Kami tidak boleh gegabah dan tidak sabaran. Kami memilih pelatih yang ingin memainkan gaya sepakbola tertentu dan kami sadar itu butuh waktu, jadi kami percaya padanya (Giampaolo),” ujar Maldini.

“Kami sadar betul tipe pelatih yang kami kontrak. Kami sudah membicarakan semuanya sebelum menandatangani kontrak. Milan adalah klub yang ambisius dan kami percaya dia adalah pelatih yang tepat,” sambung mantan kapten Milan tersebut.

Lebih jauh, Paulo Maldini yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik, bercerita tentang pencapaian Arrigo Sacchi.

Maldini mengingatkan bahwa Arrigo Sacchi, pelatih yang sukses menjuarai Piala Champions 1989 dan 1990, juga kesulitan menangani Milan di awal kariernya.

“Saya ingat kami juga mengalami permasalahan yang sama ketika ditangani Sacchi dulu. Dia memiliki ide-ide yang sangat detil, dan hasilnya kurang memuaskan di bulan-bulan pertama. Namun ketika satu waktu keadaannya mulai membaik, semua orang sadar bahwa pendekatan yang dilakukannya benar,” tukasnya.