Frank Lampard musim ini berani mengambil resiko dengan menerima tawaran melatih Chelsea. Saat menjadi pemain, Lampard memang memiliki cerita indah di Chelsea, kisah itu pun diharap terulang saat dirinya kini melatih The Blues.

Sejauh ini, dari empat laga perdana Liga Inggris, The Blues racikan Lampard hanya satu kali menang dan kini terhambat di posisi ke-11 klasemen dengan 5 poin. Selain itu, Chelsea juga belum pernah clean sheet.

Jika melihat statistik di atas, bisa dikatakan performa Chelsea bersama Lampard di awal musim memang belum memuaskan. Karenanya, walau berstatus sebagai legenda Chelsea, Lampard pun mulai disorot

Namun pendapat berbeda justru disampaikan oleh Jose Mourinho, yang nota bene mantan pelatih Chelsea.

Sebagaimana dilansir Sky Sports, Jose Mourinho tidak khawatir dengan tren negatif Chelsea di awal musim. Ia menyebut mantan anak asuhnya itu bisa membawa Chelsea mencapai kesuksesan

“Menjadi pemain dan manajer adalah dua hal berbeda. Sebagai pemain, suporter Chelsea manapun pasti setuju jika saya menyebut Lampard termasuk dalam lima pemain terbesar sepanjang sejarah Chelsea, beberapa orang mungkin menyebut tiga besar,” ujar Mourinho

“Sedangkan sebagai manajer, selama setahun bersama Derby, dia telah menunjukkan kualitas yang baik dan kini ia melatih Chelsea,” sambungnya.

“Dia selalu ada untuk hal-hal besar. Dia bermain di Liga Champions, di Piala Super Eropa, dia telah memainkan laga-laga besar, dan dia harus berkembang dengan tingkat pengalamannya, dan saya yakin dia bisa karena Lampard memiliki banyak pengalaman.”

“Saya juga tak bisa melupakan fakta bahwa sepakbola selalu ada dalam hidupnya. Dia anak seorang pemain sepakbola, tumbuh sebagai keponakan dari seorang manajer sepakbola (Harry Redknapp), dia telah menjadi pemain top… Saya rasa dia punya segala syarat yang diperlukan untuk meraih kesuksesan,” pungkas Mourinho.

Perlu diketahui, Lampard secara mengejutkan ditunjuk menjadi manajer Chelsea pada Juli lalu. Sebelumnya Lampard hanya memiliki pengalaman melatih Derby County selama semusim. Ia membawa klub berjuluk The Rams tersebut finis di posisi keenam divisi Championship, kasta kedua sepakbola Inggris.