Angel Di Maria memberi jawaban berkelas atas sejumlah teror para pendukung Manchester United, saat dirinya bersama Paris Saint-Germain bertandang ke Old Trafford.

Di Maria jadi starter saat PSG menang 2-0 di Old Trafford pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. Ini jadi laga reuni bagi Di Maria yang pernah memperkuat Setan Merah pada 2014/2015.

Kembali ke Old Trafford, Di Maria dapat sambutan tak menyenangkan dari suporter tuan rumah. Winger asal Argentina itu disoraki saat pertama kali menyentuh bola.

Di Maria juga sempat jatuh tersungkur setelah bersenggolan dengan Ashley Young. Dia menabrak pagar pembatas antara lapangan dan kursi penonton.

Tidak cukup sampai disitu, Di Maria juga mendapat lemparan botol, dari fans MU kala akan mengambil tendangan sudut.

Namun semua teror itu, tidak membuat nyali Di Maria ciut. Pemain asal Argentina itu, membalas teror dengan performa apik di atas lapangan.

Dia kemudian menyumbang assist untuk gol pertama PSG pada menit ke-53. Lewat tendangan sudut, Di Maria mengirim bola yang dituntaskan jadi gol oleh Presnel Kimpembe.

Seolah tak terusik dengan segala gangguan, Di Maria kembali mengarsiteki gol PSG. Kali ini mantan pemain Real Madrid itu melepaskan umpan terobosan terukur kepada Kylian Mbappe yang kemudian diselesaikan jadi gol.

Performa gemilang Di Maria ditengah teror pendukung MU, mendapat tanggapan dari pelatih PSG, Thomas Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu menilai perlakuan tak menyenangkan suporter di Old Trafford justru membuat Di Maria makin termotivasi.

“Dia kesulitan di babak pertama, orangnya sangat kompetitif. Kalau kalian mengganggunya, itu tidak akan membuatnya jadi lebih lemah,” ujar Tuchel seperti dikutip Reuters.

“Saya pikir dia punya hubungan yang baik dengan fans. Dia sedikit gugup dan harus lebih tenang di babak pertama. Pada akhirnya, dia tampil bagus,” katanya.