Paul Pogba, yang merupakan produk akademi Manchester United, sempat hengkang dari Old Trafford pada 2012 menuju Juventus dengan status bebas transfer. Bersama Si Nyonya Tua, ia menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia.

Performa apik Pogba di Italia membuat MU kepincut untuk memulangkanya pada musim panas 2016. Tidak tanggung-tanggung, MU merogoh hingga 94,50 juta pounds. Dana tersebut, menjadikan Pogba kala itu sebagai pemain termahal di dunia.

Sayang, saat kembali ke MU, Pogba nampaknya tidak pernah benar-benar menunjukan performa terbaiknya, seperti saat membela Juventus. Tak heran, hujan kritik terus menghampiri Pogba.

Salah satu kritik teranyar kepada Pogba disampaikan oleh Roy Keane. Bahkan mantan gelandang MU itu, menyarankan Pogba untuk pergi lantaran pengaruhnya ke tim, tak signifikan.

Pendapat tersebut disampaikan Keane, usai MU di bantai 3-1 oleh Liverpool dilanjutan Liga Inggris. Di laga tersebut, Pogba hanya duduk manis di bangku cadangan sepanjang 90 menit.

Keputusan itu semakin menegaskan adanya ketidakharmonisan dalam hubungan antara Pogba dan Mourinho.

“Saya pikir ada satu atau dua masalah dengan pemain, yang jelas tidak dalam performa terbaik,” kata Keane dilansir dariĀ Sky Sports.

“Dan yang paling jelas adalah Pogba. Jika dia duduk di bangku cadangan hari ini dan tidak bermain maka Anda berpikir hari-harinya (di MU) tinggal menghitung hari.”

“Saya berpikir mereka tidak akan melakukan apapun dengan Pogba pada bulan Januari, tetapi ketika musim panas datang, lepaslah dia dan itu bukan masalah yang besar. Dia pernah meninggalkan Manchester United sebelumnya,” tuturnya menambahkan.