Bakal ada yang beda di MotoGP musim depan. Ya, selain komposisi pembalap, ajang balap motor paling bergengsi itu akan melakukan perubahan dari segi regulasi.

Seperti dilansir Autosport, FIM, Dorna, Asosiasi produsen dan Independen menggelar pertemuan Komisi. Hasilnya, MotoGP dan turunan kelasnya sepakat mengubah kebijakan soal rider yang finis sambil terjatuh pada 2019.

Nantinya, rider yang finis terpisah dari motornya akan tetap dianggap menyelesaikan perlombaan. Adapun catatan waktunya akan dihitung berdasarkan posisi di pebalap atau motornya yang lebih dulu melewati garis finis.

Jika regulasi tersebut jadi diterapkan, artinya tidak ada pembalap yang merasa dirugikan. Pasalnya walau jatuh, rider tetap dapat poin.

“Sebelumnya, agar memenuhi syarat sebagai pebalap yang finis, pebalap harus tetap berada dengan mesinnya (motor) saat melintasi garis finis,” tulis pernyataan FIM.

“Ada situasi ketika, karena kecelakaan, pebalap dan motor melewati garis secara terpisah. Di masa depan, waktu selesai akan ditentukan pada bagian pertama dari pengendara atau sepeda motornya, yang mana melintasi garis finis terakhir,” sambungnya.

Keputusan ini dibuat, tidak lepas dari insiden yang melibatkan pembalap KTM, Bo Bendsneyder. Ia dinyatakan fall saat balapan di MotoGP Belanda.

Pebalap tuan rumah yang berlaga di Moto3 itu, terjatuh di tikungan pamungkas lap terakhir. Bo hilangan poin, akibat terseruduk motor lawan yang juga terjatuh.

Bendsneyder melewati garis finis dengan terpisah dari motornya di peringkat ke-10. Meski begitu, ia dinyatakan tercatat tidak menyelesaikan perlombaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here