Sempat tertinggal terlebih dahulu, akhirnya timnas Indonesia bisa menuntaskan laga lanjutan Piala AFF 2018, kontra Timor Leste dengan kemenangan.

Dalam pertandingan yang dihelat di SUGK tersebut, tim Garuda senior menang 3-1. Timor Leste sempat unggul lewat tendangan Rufino Walter Gama, namun Indonesia membalas dengan tiga gol yang dicetak Alfath Faathier, Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves.

Kemenangan tersebut membuka asa Indonesia, untuk lolos fase grup Piala AFF. Selain itu, laga tersebut juga jadi pembuktian bagi seorang Andik Vermansah.

Laga melawan Timor Leste ini menjadi kesempatan pertama Andik menjadi starter. Pelatih Bima Sakti mengganti 6 pemain dari susunan pemain saat Indonesia takluk dari Singapura.

Meski tidak mencetak gol, namun Andik berperan besar dalam kemenangan Indonesia kali ini.

Gol Alfath Faathier di menit ke-60 merupakan buah operan Andik. Pelanggaran pada pemain nomor punggung 21 itu juga menjadi penyebab gol penalti Stefano Lilipaly.

Dalam data yang dilansir oleh Opta, Andik menjadi pemain yang paling berbahaya di daerah permainan Timor Leste. Ada 41 sentuhan dan 20 umpan di daerah pertahanan lawan saat babak pertama.

Dengan kontribusi Andik itu, pantas kalau dia dijadikan pemain terbaik pada Indonesia vs Timor Leste.

“Pertandingan tadi memang sangat sulit. Tapi Alhamdulillah tekad dari para pemain untuk memberikan kemenangan terus terpompa, terutama saat gol lawan tercipta, walaupun diawal mungkin kami sempat tidak enak dilihat,” kata Andik di akun Twitter PSSI.

“Tapi alhamdulillah kami bisa melalui itu semua. Dan terimakasih untuk semua suporter dan masyarakat Indonesia, tetaplah optimis terhadap kami,
tetaplah mendukung kami, memberikan dukungan kepada kami supaya kami percaya diri untuk menghadapi pertandingan selanjutnya” ujar Andik lagi.

Secara umum, laga melawan Timor Leste, menjadi bukti bagi Andik, jika dirinya masih ada dan layak dipanggil ke timnas Indonesia.

Seperti diketahui, sebelumnya nama Andik tidak masuk dalam skuat Piala AFF tahun ini. Hanya saja, kasus penganiayaan yang melibatkan Saddil Ramdani, akhirnya membuat Andik dipanggil kembali ke timnas Indonesia.