Radja Nainggolan Belum “Move On” Dari AS Roma

Meski sudah pindah ke Inter Milan, Radja Nainggolan masih menyimpan sesal kepada AS Roma.

0
778
Inter Milan

AS Roma selalu akan tercatat dalam perjalanan karier, Radja Nainggolan selama menjadi pesepakbola profesional. Bersama klub asal Kota Roma itu, nama Nainggolan melejit sebagai pesepakbola pro.

Sayang pada akhirnya, kiprah Nainggolan bersama AS Roma berakhir dengan cara yang bisa dikatakan, tidak terlalu baik. Bahkan, hingga kini pemain berdarah Batak itu, masih menyimpan rasa sesal, meski sang pemain kini sudah membuka lembaran baru bersama Inter Milan.

Harus diakui, bersama AS Roma Nainggolan memang tampil konsisten. Akan tetapi penampilan baiknya itu, tidak jarang dibarengi dengan kontroversi.

Pada malam tahun baru 2018, Nainggolan mengunggah sebuah video di media sosial ketika dia sedang berpesta sambil mabuk, merokok, dan bersumpah serapah. Roma geram sehingga menghukum Nainggolan.

Diyakini banyak pihak, aksi itu mendorong klub untuk menjual pemain Belgia tersebut. Dari klub-klub yang meminati Nainggolan, salah satunya adalah klub China Guangzhou Evergrande. Dalam prosesnya, Nainggolan pindah ke Inter Milan.

Di sisi lain, meski mengaku salah karena aksinya itu, Nainggolan tidak bisa menerima perlakuan Roma menjelang kepindahannya ke Inter. Nainggolan merasa kurang dihormati.

“Akhirnya bukan salahku, atau setidaknya tidak sepenuhnya,” Nainggolan mengatakan kepada Gazzetta dello Sport, yang dikutip Football Italia.

“Aku dikecewakan oleh beberapa perlakuan, yang sebagai seorang manusia, aku tidak bisa menerimanya. Meski aku juga punya salah, tidak diragukan lagi, seperti video pada malam Tahun Baru… Tapi mereka (Roma) melakukan banyak hal tanpa mengatakan apapun kepadaku, alih-alih berbicara langsung seperti pria sejati,” sembur mantan pemain timnas Belgia ini.

“Roma ingin menjualku. Aku mendapatkan kabar bahwa mereka sudah setuju dengan beberapa klub asing, yang tidak pernah kuterima. Aku diperlakukan seperti pemain yang tidak penting, mereka melakukan banyak hal di belakangku.”

“Saat itu, (pelatih Inter Luciano-red) Spalletti menghubungiku dan aku tak pikir panjang lagi. Pada awalnya sih, aku menyesal tapi aku di sini disambut dengan sangat baik.”