Kasus Cristiano Ronaldo memang sudah jadi konsumsi publik. Imbasnya, bahkan sudah meluas kemana-mana. Pengacara Cristiano Ronaldo, Peter Christiansen akhirnya buka suara soal kejanggalan dokumen terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

Menurutnya, ada beberapa data yang sudah dimanupilasi. Ia mengatakan bahwa sebagian data sudah dicuri oleh peretas dan mengalami manupilasi. Bahkan ia meyakini berkas kasus Ronaldo sudah hilang pada 2015 lalu.

“Pada 2015, puluhan badan, termasuk firma hukum, di belahan Eropa diserang dan data elektronik mereka dicuri oleh penjahat cyber. Peretas ini mencoba untuk menjual informasi semacam itu dan media yang tak bertanggung jawab akhirnya mempublikasikan beberapa dokumen,” kata Christensen seperti dilansir Independent.

“Data-data yang ada di dokumen itu kemudian diubah, bagian-bagian pentingnya dimanipulasi dan selebihnya dibuat sendiri. Sekali lagi, untuk menghindari keraguan, posisi Ronaldo selalu sama dan terus berlanjut, bahwa yang terjadi 2009 di Las Vegas benar-benar terjadi ,” tambahnya.

Christiansen menjelaskan bahwa Ronaldo sebenarnya telah menyelesaikan masalah tersebut. Uang tutup mulut pun sudah diberikan sebanyak 375 ribu dollar pada 2010.

“Ronaldo tidak menyangkal bahwa dia sudah membuat kesepakatan. Kesepakatan ini tidak berarti sebagai pengakuan bersalah. Apa yang terjadi hanyalah bahwa Ronaldo hanya mengikuti saran dari penasihatnya untuk mengakhiri tuduhan keterlaluan yang dilontarkan kepadanya,” sambungnya.

Informasi yang beredar memang terjadi percakapan antara Ronaldo dan Mayorga. Obrolan tersebut memang mengarah ke hubungan intim. Namun, Mayorga menolak ajakan CR7.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here