Punya Kisah Indah, Manuel Pellegrini Diabadikan Jadi Nama Bundaran di Malaga

Manuel Pellegrini sudah tidak lagi melatih Malaga FC. Tapi jasanya akan selalu dikenang oleh klub asal Spanyol itu.

0
564

Dari segi raihan piala atau pun gelar liga, kiprah Manuel Pellegrini sebagai pelatih, memang tidak sementereng Jose Mourinho, Pep Guardiola dan beberapa manager top lainnya.

Namun bagi klub yang satu ini, nama Pellegrini selalu memiliki tempat khusus. Klub yang dimaksud adalah Malaga FC.

Pellegrini memang sudah tak menangani Malaga lagi sejak meninggalkan klub pada Juni 2013 silam. Akan tetapi rekam jejak pelatih asal Chile itu akan selalu dikenang oleh klub asal kota Malaga itu.

Bahkan, untuk memandakan bukti cinta kepada Pellegrini, nama sang pelatih diabadikan menjadi nama sebuah bundaran di kota Malaga.

Jika menoleh sedikit ke belakang, mantan manajer Manchester City itu punya memori indah bersama Malaga. Keduanya mengukir prestasi apik dalam masa-masa kebersamaan pada 2010-2013 silam

Di bawah arahan Pellegrini, Malaga berhasil finis di posisi keempat pada musim 2011/2012, dengan catatan 58 poin yang memecahkan rekor klub. Hasil ini pun membawa Malaga lolos ke Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarahnya, yang masih jadi satu-satunya keikutsertaan sejauh ini.

Dalam prosesnya, Pellegrini lantas membawa Malaga lolos hingga perempatfinal Liga Champions. Boquerones bahkan nyaris ke semifinal, sebelum gagal karena kebobolan dua gol di masa injury time, pada leg kedua perempatfinal kontra Borussia Dortmund. Malaga kalah menyakitkan 2-3 di laga tersebut.

Namun kisah sukses bersama Pellegrini tetap bertahan dan ingin dikenang oleh masyarakat Malaga. Hingga akhirnya dewan kota Malaga memberikan penghormatan dengan menjadikan namanya sebagai nama bundaran di pusat kota.

“Itu adalah tahun-tahun penuh keindahan,” kata Pellegrini mengenang periodenya di Malaga seperti dilansir BBC.

Namun sayangnya Malaga kini sedang tak berada di divisi teratas Liga Spanyol alias La Liga. Tim yang bermarkas di La Rosaleda itu musim lalu terdegradasi, meski saat ini dalam jalur bagus untuk kembali ke La Liga. Malaga kini memimpin di divisi Segunda setelah delapan pekan.

“Saya sangat senang tim sekarang dalam proses kembali naik ke La Liga, yang mana tempat semestinya untuk mereka,” tukas mantan pelatih Real Madrid ini.